Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Menengok Isi Museum Radya Pustaka, Wujud Pesona Sejarah Perkembangan Indonesia di Kota Solo

Nindia Aprilia • Selasa, 6 Februari 2024 | 01:37 WIB
Tampak Dalam Museum Radya Pustaka Solo
Tampak Dalam Museum Radya Pustaka Solo

SOLOBALAPAN.COM - Solo  tidak hanya dikenal sebagai tempat penuh pesona dan tradisi, tetapi juga menjadi rumah bagi Museum Radya Pustaka, yang dikenal dengan sebutan Lodji Kadipolo.

Museum ini, menjadi saksi bisu perkembangan sejarah Indonesia yang menawarkan pengalaman berharga bagi pengunjung.

Dilansir dari laman resmi surakarta go.id, museum ini berdiri pada 28 Oktober 1890, pada masa pemerintahan Pakubuwono IX dan dikelola oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV di dalem kepatihan.

Museum ini telah mengalami perpindahan lokasi dari satu tempat ke tempat lain.

Awalnya berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, gedung ini dulunya adalah kediaman Johannes Busselaar, seorang warga Belanda.

Meskipun telah mengalami pemindahan, struktur bangunan asli tetap terjaga dengan sentuhan perubahan yang minimal.

Memasuki Museum Radya Pustaka Kalian akan melihat beberapa hal yang ada disana diantaranya:

1. Patung R Ng. Rangga Warsita dan Prasasti Jawa: Langkah pertama di halaman museum disambut oleh patung dada R Ng. Rangga Warsita, dihiasi dengan prasasti beraksara Jawa.

2. Senjata dan Pakaian Keraton: Di dalam, pengunjung akan disuguhkan dengan meriam peninggalan VOC, senjata, dan atribut pakaian keraton, serta beragam topeng.

3. Ruang Tosan Aji: Menyajikan senjata logam, arca, dan miniatur rumah tradisional Jawa Tengah.

4. Keramik Peninggalan Belanda: Ruangan ini penuh dengan berbagai jenis keramik peninggalan masa penjajahan Belanda.

5. Perpustakaan: Ruang ini berisi koleksi buku berbahasa Belanda dan Jawa, memberikan wawasan mendalam tentang sejarah.

6. Seni dari Perunggu:*Pengunjung dapat menikmati berbagai koleksi perunggu, termasuk patung dan gamelan.

7. Ruang Etno: Ruangan luas ini menyimpan gamelan agung milik Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV dan berbagai jenis wayang, termasuk wayang nang dari Thailand.

8. Rajamala dan Makam Raja-raja: Ruangan ini memamerkan hiasan perahu dari sosok raksasa penguasa laut dan maket makam raja-raja Imogiri.

Museum Radya Pustaka ini buka dari Hari Selasa hingga Hari Minggu, mulai dari jam 08.30 WIB hingga jam 13.00 WIB.

Saat berkunjung ke Solo, jangan lewatkan kesempatan untuk belajar dan memahami cerita sejarah yang ada di Museum Radya Pustaka Solo. (mg5/nda)

 

Editor : Nindia Aprilia
#sejarah #museum #Radya Pustaka #solo