SOLOBALAPAN.COM - Jika kamu berwisata di Solo pada musim panas dan mencari minuman yang segar, es kapal menjadi salah satu menu yang wajib kamu coba.
Minuman ini bahkan sudah ada sejak lama di Kota Solo dan terbilang legendaris.
Dilansir dari buku Kuliner Tradisional Solo yang Mulai Langka karya Daud Achroni, es kapal sudah popular si Solo dari tahun 1950 sampai sekitar 1970-an.
Pada waktu itu, ada banyak orang yang menggeluti pekerjaan sebagai penjual es kapal.
Nama dari es ini diambil dari penggunaan gerobak yang berbentuk mirip kapal. Itulah yang menjadikan pembeda dari penjual es lainnya.
Meskipun tak ada makna khusus dari penggunaan gerobak yang mirip kapal ini, tetapi pada zaman dahulu para penjual es kapal membuat gerobak dengan bentuk yang tidak biasa.
Hal ini bertujuan untuk menarik para pembeli. Pada akhirnya, bentuk gerobak ini yang menjadi ciri khas dari es yang dijual.
Perlu kamu ketahui, kalau es kapal ini terbuat dari campuran es parut, santan dan sirup coklat.
Pada umumnya, para penjual es kapal membuat sendiri sirup coklat yang digunakan sebagai salah satu bahan utama minuman yang dijual.
Sirup coklat ini disebut-sebut dibuat dari gula Jawa.
Biasanya, es kapal ini disajikan dengan roti tawar.
Roti tawar ini dimakan dengan dicelupkan ke dalam es kapal tersebut.
Tetapi, saat ini es kapal menajdi salah satu kuliner tradisional yang sudah mulai langka.
Cuma ada sedikit yang menjual es kapal ini.
Umumnya, penjual es kapal yang masih berjualan es kapal ini mewarisi usaha dari orang tuanya.
Es kapal ini memiliki cita rasa yang manis dan gurih.
Aroma dari es ini menjadi ciri khas juga. Cocok banget dinikmati saat kamu merasakan dahaga.
Selain itu, kamu bisa merasakan es ini sambil bersanatii duduk di bawah pohon yang sejuk, saambil melihat keramaian Solo. (mg8/rei)