Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Menilik Asal-Usul Objek Wisata Solo Safari, Ternyata Dulu Bernama Taman Satwa Taru Jurug

Nindia Aprilia • Selasa, 30 Januari 2024 | 20:06 WIB
Unta, salah satu koleksi hewan yang ada di Solo Safari.
Unta, salah satu koleksi hewan yang ada di Solo Safari.

SOLOBALAPAN.COM - Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) merupakan nama yang digunakan untuk menyebut kebun binatang yang ada di Solo, Kemudian saat ini dikenal dengan nama Solo Safari.

Dilansir dari Pemerintah Kota Surakarta, dulunya TSTJ sering dikenal dengan nama kebun binatang Jurug.

TSTJ menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Solo yang terletak di tepi Sungai Bengawan Solo.

Taman ini mengalami revitalisasi yang kemudian sekarang dikenal dengan nama Solo Safari.

Sebelum dinamakan Solo Safari, TSTJ memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan Taman Sriwedari.

Pada 1901, Pakubuwono X berkeinginan membangun taman untuk dijadikan sebagai tempat beristirahat.

Melalui titahnya kepada R. A. A Sastradiningrat, pembangunan taman yang saat ini dikenal dengan nama Taman Sriwedari berhasil dibuat.

Taman Sriwedari kemudian digunakan Pakubuwono X untuk meletakkan beberapa hewan koleksinya.

Pada bagian dalam terdapat kandang gajah, singa, menjangan, celeng, tapir, banteng, dan kancil. Sedangkan pada kolam digunakan untuk kandang buaya dan angsa.

Koleksi hewan yang berada di Taman Sriwedari pada masa itu terbilang sangat lengkap.

Namun, pada 1980-an terdapat suatu permasalahan yang menjadi awal mula terbentuknya TSTJ.

Karena letak Taman Sriwedari yang berada di tengah Kota, ini membuat banyaknya aktivitas yang ada di sekitarnya.

Hal tersebut kemudian membuat hewan yang ada mengalami stress dan kesehatannya yang menurun.

Selain itu, setelah Pakubuwono X naik pangkat Taman Sriwedari menjadi tidak terawat.

Kondisi yang memprihatinkan ini membuat Pemerintah Kota Surakarta mengambil alih Taman Sriwedari.

Koleksi hewan yang ada kemudian dipindahkan ke wilayah timur Kota.

Pada 1972, proses pembangunan TSTJ mulai dilakukan oleh PT Bengawan Permai.

Dalam kurun waktu empat tahun, TSTJ kemudian diresmikan oleh Bapak Mayjen TNI (Purn) Soepardjo Roestam, Gubernur Jawa Tengah pada masa itu.

Setelah diresmikan, koleksi hewan yang sebelumnya berada di Taman Sriwedari kemudian dipindahkan.

Proses perpindahan tersebut dimulai dari 1976 hingga 1980-an.

Setelah periode 1980-an, TSTJ kemudian mengalami perkembangan mulai dari koleksi hewan sampai fasilitas pendukungnya.

Banyak fasilitas yang disediakan dan bertambah seiring berjalannya waktu.

Fasilitas tersebut di antaranya taman bermain untuk anak, kereta mini yang digunakan untuk mengelilingi taman, istana balon, kuda tunggang, wahana menaiki unta dan gajah, serta sepeda air.

Tak hanya itu, kegiatan seperti festival musik, grebeg syawal, dan lomba memancing juga diadakan di TSTJ.

Kehadiran TSTJ ini menjadi lembaga konservasi hewan, baik yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi.

Hingga kini, TSTJ atau saat ini dikenal dengan nama Solo Safari menjadi salah satu objek wisata yang masih kerap dikunjungi oleh pengunjung, bahkan wisatawan luar Kota Solo.

Dengan terbentuknya TSTJ ini kemudian menciptakan catatan sejarah tentang kebun binatang yang ada di Kota Solo.

Selain itu juga diharapkan para pengunjung dapat serta merta belajar mengenai sejarah terbentuknya kebun binatang tersebut. (mg4/nda)

TEMU KANGEN: Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam kampanye Partai Demokrat
TEMU KANGEN: Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam kampanye Partai Demokrat
Michael Edy Hariyanto
Michael Edy Hariyanto
SRIKANDI: Ketua Srikandi Demokrat Jatim Arumi Bachsin sempat menghipnotis kader dan simpatisan Partai Demokrat di RTH Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng Senin (29/1).
SRIKANDI: Ketua Srikandi Demokrat Jatim Arumi Bachsin sempat menghipnotis kader dan simpatisan Partai Demokrat di RTH Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng Senin (29/1).
Editor : Nindia Aprilia
#wisata #Taman Sriwedari #tstj #Solo Safari