SOLOBALAPAN.COM - Tepat pada tanggal 27 Desember 2014 si jago merah melahap Pasar Klewer Solo yang merupakan pasar tekstil besar di Jawa Tengah.
Dilansir dari akun Instagram @monumenpers kebakaran diduga akibat konsleting listrik, dan dengan cepat melahap lebih dari 2.300 kios saat itu.
Meskipun upaya pemadam kebakaran berlangsung sepanjang malam, hembusan angin kencang dan melimpahnya bahan kain di pasar membuat api sulit untuk dipadamkan.
Hingga pada pukul 24.00 dini hari, api masih berkobar dengan ganas, menyisakan pemandangan yang menyedihkan.
Tragedi ini tidak hanya merenggut mata pencaharian para pedagang, tetapi juga meruntuhkan sebuah destinasi wisata yang menjadi favorit para pelancong kala itu.
Pasar Klewer bukan sekadar tempat bisnis, tetapi juga bagian dari sejarah dan budaya Jawa Tengah.
Keberadaannya tidak hanya memberikan warna pada perekonomian lokal, tetapi juga menawarkan pengalaman berbelanja unik bagi wisatawan.
Upaya pemulihan dan rekonstruksi mengalir seperti sungai yang tak pernah berhenti, menciptakan harapan baru di tengah reruntuhan bangunanya.
Saat ini telah terhitung 9 tahun tragedi pasar klewer dalam sejarah, dan kini Pasar Klewer berdiri dengan megah menjadi pasar modern yang dilengkapi dengan eskalator. Sungguh modern bukan ?.
Pasar Klewer bukan hanya sekadar kumpulan kios, tetapi juga bagian penting dari identitas dan kehidupan masyarakat Solo.(mg5/nda)
Editor : Nindia Aprilia