Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Lagi Cari WIsata Sejarah di Solo? Museum Radya Pustaka Jadi Solusi Wisata Sejarah yang Menarik

Nindia Aprilia • Jumat, 19 Januari 2024 | 23:32 WIB
Tampak Depan Musem Radya Pustaka Solo
Tampak Depan Musem Radya Pustaka Solo

SOLOBALAPAN.COM - Museum Radya Pustaka menjadi solusi bali kamu yang berlibur ke Solo dan mencari wisata sejarah disana.

Selain bisa belajar sejarah, kamu juga bisa melihat bangunan dan barang-barang bersejarah didalamnya.

 

Apalagi disini sudah lengkap, mulai dari sejarahnya di zaman dulu dan dituangkan dalam museum yang sangat edukatif.

Museum ini menjadi museum tertua di Indonesia karena sudah didirikan sejak18 Oktober 1890 oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV.

Museum ini sebelumnya adalah rumah milik orang Belanda bernama Johannes Busselar, maka dari itu museum Loji Kadipolo menjadi nama lain dari museum Radya Pustaka.

Untuk lokasinya, museum ini terletak di Jalan Slamet Riyadi, tidak jauh dari Taman Sriwedari.

Museum Radya Pustaka tentunya juga sudah dikelola oleh Pemerintah Daerah Kota Solo. Hingga statusnya diganti menjadi Yayasan Paheman Radya Pustaka dan sudah dibentuk sejak 1951.

Dilansir dari website Pemerintah Kota Surakarta bahwa Museum Radya Pustaka memiliki kisah yang bersejarah di Kota Solo.

Museum ini menampilkan cerita sejarah solo yang dipamerkan dalam naskah perjuangan dan naskah peninggalan kerajaan.

Museum ini juga memiliki koleksi yang berhubungan dengan Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Mataram.

Koleksi peninggalannya berupa sastra, patung, dan peninggalan lainnya berbentuk sansekerta dan huruf palawa.

Koleksi yang dipamerkan di museum Radya Pustaka ini juga banyak seperti nuku kuno.

Selain itu ada buku Wulangreh karangan Pakubuwono, kemudian koleksi dari pusaka adat, dan arca.

Museum ini memiliki peninggalan lain, yaitu dalam bentuk skala nasional hingga internasional. Seperti contohnya peninggalan pengorbanan kemerdekaan di tanah jawa.

Bagi kalian yang ingin belajar tentang sejarah, bisa berkunjung ke Museum Radya Pustaka.

Museum ini buka tiap hari selasa hingga minggu pada pukul 08.30 – 15.00 WIB. Untuk harga tiketnya juga terjangkau, yaitu Rp 10.000. (Mg7/nda)

KONSISTEN: Sudarsono berpose bersama topeng di Sanggar Tarara, Bangkalan, Selasa (9/1). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
KONSISTEN: Sudarsono berpose bersama topeng di Sanggar Tarara, Bangkalan, Selasa (9/1). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
Editor : Nindia Aprilia
#sejarah #belanda #museum radya pustaka #solo