SOLOBALAPAN.COM - Jika menghadiri suatu acara hajatan di Kota Solo, terkadang Anda akan menemui kue apem sebagai suguhannya.
Lalu, apa saja sih bahan dasar serta bagaimana cara pembuatannya? Yuk simak selengkapnya berikut ini.
Dilansir dari Javanologi UNS, kue apem terkenal dengan bentuknya yang bundar dengan bagian atasnya berwarna putih sedangkan bagian bawah kecoklatan.
Masyarakat Jawa mengenal kue apem dengan kuliner yang terbilang unik.
Pasalnya, kue apem mengandung kombinasi yang dominan antara rasa manis dari gula pasir, gurihnya santan kelapa, dan asamnya tapai.
Selain itu, kue apem juga memiliki aroma harum dari campuran bahan yang digunakan seperti daun pandan, ragi, dan tepung terigu.
Bahan yang harus disiapkan untuk membuat kue apem berupa tepung terigu, tepung beras, santan kelapa, gula pasir, tapai, daun pandan, dan ragi instan.
Setelah semua bahan siap, berikutnya adalah cara membuat kue apem yang dapat dipraktekkan sebagai berikut.
1. Haluskan tapai serta rebus santan, gula, serta daun pandan terlebih dahulu sebelum dicampurkan dengan bahan lainnya.
2. Campurkan tepung terigu, tepung beras, serta ragi instan.
3. Tambahkan tapai yang telah dihaluskan kemudian campur rata.
4. Masukkan santan hangat ke dalam campuran adonan sedikit demi sedikit.
5. Setelah semua bahan tercampur, aduk kemudian uleni adonan.
6. Tutup dengan kain ataupun plastic wrap kemudian diamkan sekitar satu jam sampai adonan mengembang.
7. Panaskan serta olesi margarin cetakan yang digunakan untuk mengukus kue apem.
8. Tuang adonan ke dalam cetakan kemudian kukus sampai matang.
9. Kue apem hangat siap untuk disajikan.
Nah! Itu dia bahan serta cara pembuatan kue apem yang biasa ada di hajatan masyarakat Kota Solo.
Namun, ternyata sekarang ini telah beredar juga kue apem dengan berbagai macam variasi.
Mulai dari apem kukus, panggang, bakar, hingga apem selong. Semua cara tersebut memiliki keunikannya masing-masing.
Hal ini menunjukkan bahwa kue apem menjadi salah satu warisan budaya karena eksistensinya yang dari dulu sampai sekarang terus berkembang. (mg4/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro