SOLOBALAPAN.COM - Objek Mata Air Cokro (OMAC) menjadi salah satu wisata pemandian legendaris di Kabupaten Klaten yang layak dikunjungi.
Setelah beberapa bulan renovasi, OMAC dibuka kembali pada 24 Desember 2023.
Terdapat sejumlah perubahan yang siap menyambut para wisatawan.
Salah satunya ikon baru berupa patung seorang perempuan mengenakan busana tradisional dengan gaya sedang menuangkan air dari kendi di sisi depan.
Terdapat pula gedung tourist information centre (TIC) yang bisa memberikan informasi seputar OMAC.
Area parkir yang cukup luas sekira 2.000 meter persegi. Sehingga bisa menampung mobil dan motor wisatawan yang datang.
Terlebih lagi ditunjang dengan keberadaan deretan kios kuliner yang menjajakan aneka makanan dan minuman.
Bagi wisatawan yang hendak memasuki OMAC, cukup merogoh kocek sebesar Rp 15.000 per orang untuk tiket masuknya.
Selama perjalanan menuju ke saluran mata air sebagai tempat pemandian utama akan melintasi jembatan.
Mengingat, di bawahnya terdapat aliran Sungai Pusur yang airnya begitu jernih.
Pada area OMAC akan dijumpai lokasi keluarnya sumber mata air yang juga dimanfaatkan oleh PDAM Kota Solo.
Tertulis pada dinding gapura masuk ke area tersebut Air Minum Surakarta Maret 1951.
Hal itu semakin menegaskan bahwa keberadaan OMAC atau sebelumnya dikenal dengan Umbul Ingas ini sudah cukup lama atau bisa dibilang legendaris.
Usai berganti pakaian, tak ada salahnya langsung bergegas menceburkan diri ke saluran air yang menjadi tempat pemandian utama.
Aliran air ini memiliki kedalaman sekira 2 meter, lebar tiga meter dan panjang 60 meter dengan air yang terus mengalir.
Airnya begitu segar, dingin serta jernih hingga bagian dasarnya sampai terlihat.
Ada pula kolam renang yang dikhususkan bagi anak-anak yang dilengkapi berbagai wahana permainan.
Meski begitu, dipastikan air yang ada di kolam tersebut juga bersumber dari mata air.
Ada juga arena kolam yang dipenuhi bola plastik diperuntukan bagi anak-anak hingga water boom sehingga banyak pilihan bagi wisatawan.
Seusai berenang tidak salahnya berisitirahat pada gazebo yang telah disediakan maupun duduk dengan menggelar tikar.
Sambil menikmati kuliner yang dijajakan para perdagang pada deretan kios di dalam kawasan OMAC. Mulai dari gorengan, kacang rebus, jagung susu keju hingga aneka kerupuk.
Hawa sejuk selama berenang di OMAC akan dirasakan para wisatawan.
Mengingat berbagai jenis pohon tumbuh menjulang tinggi yang menjadikan kawasan wisata air tersebut begitu rindang.
Hal itu juga yang dirasakan Bupati Klaten Sri Mulyani saat mengunjungi OMAC setelah dibuka kembali.
”Saat itu belum merasakan capeknya naik sepeda ke OMAC," ujar Mulyani.
"Dari dulu itu aliran (tempat pemandian utama, Red) masih sama sampai saat ini. Debit airnya (keluar, Red) begitu keras, luar biasa,” katanya.
Lantaran OMAC dianggap legendaris, Sri Mulyani pun menegaskan komitmen pemkab untuk terus melestarikannya. (ren/rei)