Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sajian Jejak Peradaban di Museum R. Hamong Wardoyo, Ada Potret Boyolali Tempo Dulu sampai Tulang Hewan Purba

Ragil Listiyo • Minggu, 10 Desember 2023 | 17:36 WIB

 

Pengunjung melihat koleksi Museum R. Hamong Wardoyo Boyolali, kemarin (8/12). Ada banyak benda maupun foto bukti sejarah Kabupaten Boyolali.
Pengunjung melihat koleksi Museum R. Hamong Wardoyo Boyolali, kemarin (8/12). Ada banyak benda maupun foto bukti sejarah Kabupaten Boyolali.

SOLOBALAPAN.COM - Berkunjung ke museum R. Hamong Wardoyo di Boyolali kiranya menjadi opsi yang layak dilakoni para traveler pecinta lawasan.

Museum ini terletak di selatan simpang empat Tegalwire, Jalan Pandanaran, Tegalmulyo, Kelurahan Siswodipuran, Boyolali Kota.

Museum R. Hamong Wardoyo memiliki taman kecil dengan bangunan yang didominasi warna putih.

Uniknya, museum ini memiliki atap susun kaca yang di dalamnya terdapat bunga-bunga kamboja merah.

Saat memasuki area museum lewat pintu barat, tersaji relief besar yang menggambarkan perang puputan di Desa Kebon Bimo, Kecamatan Boyolali Kota.

Perang penyerangan terhadap Belanda pada 1949 itu menampilkan para pejuang yang membawa laras panjang sambil mengepalkan tangan.

Di dalam museum, terdapat batu-batu cagar budaya yang diselamatkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali.

Yoni atau obyek batu berlubang dan nandi atau batu berbentuk sapi duduk kendaraan Dewa Siwa adalah contoh dari batu-batu cagar budaya yang ada dalam museum ini.

Hanya saja, kondisi nandi sudah terpenggal kepalanya. Selain itu. terdapat lesung kayu besar yang diperkirakan digunakan masyarakat tempo dulu.

Masuk semakin dalam, terdapat lorong panjang dengan etalase kaca.

Dalam etalase tersebut terdapat batu makara candi dari batu putih. Ada juga temuan tulang hewan purba seperti gajah, Humerus Stegodon yang ditemukan di Kecamatan Andong.

Kemudian ada juga miniatur kondisi Boyolali yang menggambarkan penyerangan saat masa perjuangan hingga erupsi Merapi maupun saat tradisi sedekah gunung.

”Di lantai dua ada aula dan di atasnya memang ada taman bunga kamboja,” terang petugas museum R. Hamong Wardoyo, Faried pada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (8/12).

Dia memperlihatkan replika harimau Jawa. Harimau tersebut tampak besar dengan loreng hitam berbalut bulu oranye.

Dia mengajak ke lantai 2. Di sepanjang lorong, terdapat foto-foto tempo dulu berwarna hitam dan putih.

Foto-foto tersebut menampilkan bekas pabrik gula di Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono. Sebuah pabrik zaman Belanda dengan dua corong raksasa.

Kemudian ada juga potret terminal kuda yang kini menjadi kawasan Kelurahan Siswodipuran.

"Kalau di atap memang ada bunga kamboja, jadi ada estetikanya."

"Kami juga menampung benda-benda cagar budaya yang sudah terdaftar,” jelasnya.

Bagi pengunjung yang berminat memasukkan museum ini ke dalam daftar wisata Boyolali yang ingin dijelajahi, Museum R. Hamong Wardoyo buka setiap Senin - Jumat pukul 08.00 - 15.00. (rgl/rei)

 

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#Museum R. Hamong Wardoyo #wisata boyolali #hewan purba