SOLOBALAPAN.COM - Saat cuaca panas, minuman dingin dengan tambahan nata de coco sering menjadi pilihan untuk menyegarkan tenggorokan.
Potongan putih bening dengan tekstur kenyal ini mudah ditemukan dalam es buah, es campur, hingga minuman kekinian.
Namun, tahukah kamu bahwa nata de coco berasal dari Filipina dan dibuat melalui proses fermentasi air kelapa?
Baca Juga: Unik! Horog-Horog Kuliner Jepara Ini Bertekstur Kenyal, Cocok Disantap dengan Sate Cecek dan Pecel
Nata de coco mulai dikembangkan di Filipina pada pertengahan abad ke-20. Pada 1949, Teódula Kalaw África memperkenalkan pengembangan nata de coco sebagai alternatif dari nata de piña, makanan sejenis yang dibuat dari fermentasi sari buah nanas. Air kelapa kemudian digunakan karena lebih mudah tersedia sepanjang tahun di negara tersebut.
Proses pembuatan nata de coco melibatkan bakteri yang membantu membentuk lapisan selulosa dari gula dalam air kelapa. Salah satu bakteri yang digunakan adalah Acetobacter xylinum. Selama fermentasi, lapisan putih akan terbentuk di permukaan cairan dan semakin menebal seiring waktu.
Baca Juga: Gak Harus Ikut Semua Tren, Upin & Ipin Punya Cara Sendiri Menikmati Hidup
Setelah lapisan terbentuk, nata dipanen, dicuci, dan direbus untuk mengurangi bau serta rasa asam. Selanjutnya, nata dipotong berbentuk dadu dan biasanya diolah dengan larutan gula sebelum disajikan. Proses inilah yang menghasilkan potongan nata de coco dengan tekstur kenyal yang sering kita temui dalam minuman.
Selain menambah tekstur pada minuman, nata de coco juga mengandung serat berupa selulosa. Serat makanan dapat membantu menjaga fungsi pencernaan. Namun, kandungan gula dalam produk akhir perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi jumlah kalori yang dikonsumsi.
Baca Juga: Resep Cengkodok Pisang ala Upin & Ipin, Camilan Sederhana yang Bikin Nostalgia
Menariknya, selulosa yang dihasilkan dalam pembuatan nata de coco juga menjadi bahan penelitian untuk berbagai keperluan di luar makanan, seperti kemasan dan bidang biomedis. Meski demikian, pemanfaatannya masih memerlukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut.
Kini, nata de coco dikenal sebagai pelengkap berbagai minuman dan hidangan penutup. Berawal dari pengolahan air kelapa melalui fermentasi, makanan ini memiliki tekstur khas yang membuatnya tetap populer sebagai tambahan dalam minuman segar. (Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber