Kimpul Lagi Naik Daun, Umbi Lokal yang Kini Jadi Bintang di Media Sosial

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:35 WIB
Kimpul kembali menarik perhatian setelah dikreasikan menjadi berbagai makanan modern oleh kreator asal Bantul. Tren ini turut memperkenalkan potensi umbi lokal sebagai bahan pangan alternatif. (Pinterest)
Kimpul kembali menarik perhatian setelah dikreasikan menjadi berbagai makanan modern oleh kreator asal Bantul. Tren ini turut memperkenalkan potensi umbi lokal sebagai bahan pangan alternatif. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan kimpul, umbi-umbian yang mulai menarik perhatian warganet setelah diolah menjadi berbagai hidangan kekinian.

Bahan makanan yang biasanya dimasak dengan cara sederhana ini ternyata bisa menjadi alternatif untuk membuat makanan modern, mulai dari mashed potato hingga lasagna.

Baca Juga: Deretan Buku Pramoedya Ananta Toer yang Lahir dari Pengasingan di Pulau Buru

Tren tersebut ikut memperkenalkan kembali kimpul kepada generasi muda. Bukan hanya soal kreasi makanan, fenomena ini juga memunculkan rasa penasaran terhadap umbi lokal yang selama ini belum banyak dilirik.

Tren kimpul ramai diperbincangkan setelah seorang kreator konten asal Bantul, Yogyakarta, melalui akun TikTok @black.sheep8208, membagikan eksperimen memasak menggunakan kimpul sebagai pengganti bahan makanan lain.

Dalam kontennya, kimpul diolah menjadi beragam hidangan, termasuk mashed potato dan lasagna. Cara pengolahan yang tidak biasa tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terlebih karena kimpul selama ini lebih dikenal sebagai bahan pangan tradisional.

Gaya penyampaian yang santai dan menghibur turut membuat konten tersebut menarik perhatian. Ide mengganti bahan makanan dengan kimpul kemudian menjadi bahan candaan sekaligus memancing rasa penasaran warganet.

Baca Juga: Bikin Penasaran sampai Rela Keluar Uang Banyak, Kenapa Blind Box Bisa Bikin Kecanduan?

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana kreativitas dalam mengolah bahan pangan dapat memperkenalkan makanan lokal kepada audiens yang lebih luas melalui media sosial.

Kimpul merupakan tanaman umbi-umbian dari keluarga talas-talasan. Di sejumlah daerah, tanaman ini juga dikenal sebagai talas Belitung. Kimpul dapat diolah dengan berbagai cara, seperti direbus, dikukus, atau digoreng.

Setelah dimasak dengan benar, teksturnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kreasi makanan. Selain menjadi camilan tradisional, kimpul juga berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku tepung, makanan ringan, hingga produk pangan olahan.

Kimpul juga memiliki potensi untuk dikembangkan dalam teknologi pangan, termasuk pemanfaatan patinya sebagai bahan baku produk olahan. Namun, informasi mengenai karakteristik pati kimpul perlu didukung sumber penelitian yang spesifik agar pembaca dapat menelusurinya.

Baca Juga: Tekuk Cong Viettel 1-0 via Penalti Peralta, Persib Bandung Kokoh di Puncak Klasemen Grup E ACL Two

Popularitas kimpul kembali mengingatkan masyarakat pada beragam sumber pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk modern. Selama ini, kentang dan tepung terigu banyak digunakan dalam berbagai resep kekinian. Padahal, Indonesia memiliki beragam bahan pangan alternatif yang dapat dieksplorasi.

Media sosial bisa menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan bahan pangan tersebut kepada generasi muda. Kreasi makanan yang unik dan mudah dipahami dapat membuat bahan tradisional terasa lebih dekat dengan kebiasaan konsumsi masa kini.

Jika dikembangkan secara serius, kimpul juga berpotensi membuka peluang usaha, mulai dari penjualan makanan olahan hingga inovasi produk kuliner berbahan lokal. Meski demikian, peluang tersebut tetap membutuhkan pengembangan produk, pengolahan yang tepat, dan minat pasar yang berkelanjutan.

Di balik popularitasnya, pengolahan kimpul juga perlu memperhatikan keamanan pangan. Umbi ini mengandung kalsium oksalat yang dapat menimbulkan rasa gatal atau iritasi apabila tidak ditangani dengan tepat. Karena itu, kimpul perlu dibersihkan dan dimasak secara memadai sebelum dikonsumsi.

Tren kimpul menunjukkan bahwa bahan pangan tradisional masih memiliki ruang untuk berkembang melalui kreativitas. Dari dapur sederhana hingga konten media sosial, umbi lokal ini kini mendapat perhatian baru dan membuka peluang untuk lebih dikenal masyarakat. (Rayhananda Satria Utama)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber
kimpul Rayhananda Satria Utama umbi