SOLOBALAPAN.COM - Kalau kebanyakan ayam goreng disajikan dengan kulit kecokelatan, ayam pop justru tampil berbeda.
Kuliner khas Minangkabau ini biasanya disajikan tanpa kulit dengan warna daging yang cenderung pucat. Meski begitu, ayam pop tetap dikenal dengan rasa gurih dan tekstur daging yang empuk.
Baca Juga: Serius Tatap Piala Asia 2027, John Herdman Berburu 2 Pemain Diaspora Berkecepatan Tinggi
Perbedaan ini tidak lepas dari cara memasaknya. Ayam pop umumnya direbus dengan bumbu hingga empuk, lalu digoreng sebentar sebelum disajikan. Cara tersebut membuat ayam pop berbeda dari ayam goreng biasa yang dimasak hingga bagian luarnya kering dan kecokelatan.
Bumbu yang digunakan juga cukup sederhana. Bawang putih dan garam menjadi bahan dasar dalam sejumlah resep, sementara air kelapa terkadang ditambahkan untuk memberi rasa manis ringan pada daging.
Perpaduan bahan tersebut membantu menghasilkan rasa gurih tanpa harus menggunakan banyak rempah.
Baca Juga: Mengapa Lagu Sedih Justru Membikin Nyaman? Rahasia Psikologi di Balik Musik dan Emosi
Lalu, kenapa ayam pop justru disajikan tanpa kulit?
Salah satu alasannya berkaitan dengan tekstur. Kulit ayam yang direbus cukup lama bisa menjadi lembek atau licin. Sementara itu, ayam pop lebih mengutamakan tekstur daging yang empuk dan lembut.
Karena itu, kulit biasanya dilepas agar hasil akhirnya sesuai dengan karakter hidangan saat disajikan.
Meski begitu, cara mengolah ayam pop tidak selalu sama. Ada yang membuang kulit sejak awal, tetapi ada juga yang merebus ayam bersama kulitnya terlebih dahulu. Jadi, tidak semua ayam pop harus dimasak tanpa kulit dari awal.
Baca Juga: Ingin Tampil Catchy dan Punya Karakter Tanpa Tato? Henna Tattoo Bisa Jadi Alternatif
Selain memengaruhi tekstur, kulit ayam juga mengandung lemak yang bisa keluar selama proses pemasakan. Lemak tersebut dapat membuat cairan rebusan terasa lebih berminyak.
Ketika kulit tidak ikut disajikan, ayam pop cenderung terasa lebih ringan. Namun, rasa gurihnya tetap dipengaruhi oleh bumbu dan cara memasak yang digunakan.
Ayam pop punya ciri tersendiri di antara beragam masakan Minangkabau. Jika rendang dan gulai dikenal dengan bumbu yang kaya, ayam pop justru menawarkan rasa gurih yang lebih sederhana.
Baca Juga: Apakah Buah Monstera Aman Dimakan? Ini Ciri-ciri Kematangan dan Cara Mengonsumsinya
Daging yang empuk menjadi daya tarik utamanya, tanpa perlu lapisan luar yang renyah.
Saat disajikan, ayam pop biasanya ditemani sambal merah dan lalapan. Rasa pedas dari sambal menjadi pelengkap bagi daging ayam yang lembut, sehingga perpaduan rasanya tetap terasa meski tampilannya berbeda dari ayam goreng pada umumnya.
Dari cara pengolahannya, ayam pop menunjukkan bahwa rasa gurih tidak selalu harus berasal dari kulit yang digoreng hingga renyah. Proses perebusan, penggunaan bumbu sederhana, dan penggorengan sebentar justru menjadi ciri khasnya.
Itulah yang membuat ayam pop dikenal dengan tekstur empuk dan rasa gurih yang berbeda dari ayam goreng lainnya. (Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber