SOLOBALAPAN.COM-Indonesia memiliki beragam jajanan tradisional dengan ciri khas yang berbeda di setiap daerah. Beberapa di antaranya bahkan memiliki bahan dan cita rasa yang hampir serupa, tetapi berbeda dalam bentuk, teknik pengolahan, hingga cara penyajiannya. Salah satu contohnya adalah kue dongkal dan kue putu.
Kue dongkal merupakan jajanan tradisional khas Betawi yang dikenal dengan bentuk menyerupai tumpeng serta perpaduan rasa manis gula aren dan gurihnya kelapa parut. Sementara itu, kue putu lebih dikenal sebagai jajanan berbentuk tabung kecil yang kerap dijajakan pedagang keliling dengan bunyi khas dari alat pengukusnya.
Baca Juga: Sebelum Gerobaknya Terlihat, Bunyi Uap Kue Putu Sudah Terdengar, Ternyata Ini Keunikannya
Sekilas, kedua jajanan tersebut tampak serupa karena sama-sama menggunakan tepung beras dan gula merah sebagai bahan utama serta diolah dengan cara dikukus. Namun, apabila diperhatikan lebih jauh, kue dongkal dan kue putu mempunyai sejumlah perbedaan yang membuat masing-masing memiliki identitas tersendiri.
Mengenal Kue Dongkal, Jajanan Khas Betawi
Kue dongkal, yang juga dikenal dengan sebutan dodongkal, merupakan salah satu kuliner tradisional masyarakat Betawi. Jajanan ini memiliki bentuk kerucut menyerupai tumpeng dengan warna putih dari tepung beras dan lapisan cokelat dari gula aren yang disusun secara bergantian.
Baca Juga: Kue Bugis Mandi, Jajanan Ketan dengan Isian Manis dan Kuah Santan
Cara pembuatannya cukup unik. Adonan tepung beras dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk kerucut, kemudian diselingi gula aren. Susunan tersebut dikukus hingga matang, menghasilkan kue dengan pola lapisan putih dan cokelat yang terlihat ketika dipotong.
Setelah matang, kue dongkal biasanya diiris menjadi beberapa bagian dan disajikan dengan taburan kelapa parut. Perpaduan rasa manis dari gula aren dan gurihnya kelapa menghasilkan cita rasa sederhana yang khas.
Baca Juga: Sama-Sama Bernama Putu, Ternyata 3 Kue Tradisional Ini Punya Ciri Khas Berbeda
Persamaan Kue Dongkal dan Kue putu
1. Sama-sama menggunakan tepung beras
Tepung beras menjadi bahan utama kedua jajanan tersebut. Bahan ini menghasilkan tekstur khas setelah dikukus. Pada kue dongkal, teksturnya cenderung berbutir dan sedikit kasar, sedangkan kue putu umumnya terasa lembut dengan tekstur yang dapat berbeda sesuai resep dan proses pembuatannya.
2. Memiliki cita rasa manis dan gurih
Keduanya memadukan rasa manis dari gula merah atau gula aren dengan rasa gurih dari kelapa parut. Perpaduan ini membuat kedua jajanan cocok dinikmati sebagai camilan maupun teman minum teh atau kopi.
Baca Juga: Bertahan Sejak 1989, Kue Putu Pak Setu Jadi Buruan Pengunjung Ngarsopuro Solo
3. Diolah dengan cara dikukus
Kue dongkal dan kue putu sama-sama menggunakan uap panas untuk mematangkan adonan. Proses pengukusan membantu mempertahankan kelembapan dan menghasilkan tekstur yang khas.
Perbedaan Kue Dongkal dan Kue Putu
Walaupun memiliki kemiripan bahan dan rasa, ada sejumlah hal yang membedakan kedua jajanan tradisional ini. Perbedaan paling mudah dikenali terletak pada bentuk, cetakan, warna, dan cara penyajiannya.
Baca Juga: Masih Ingat Jajanan Ini? 8 Kue Jadul yang Dulu Selalu Ada Saat Lebaran
1. Bentuk dan cetakan yang berbeda
Kue dongkal Bentuknya menyerupai kerucut atau tumpeng. Secara tradisional, adonan disusun dalam cetakan bernama aseupan, kemudian dikukus dalam dandang. Setelah matang, kue dikeluarkan dan dipotong sesuai kebutuhan.
Kue putu bambu umumnya dibuat menggunakan cetakan tabung kecil. Adonan dan gula merah dimasukkan ke dalam cetakan, kemudian dikukus hingga matang. Ukurannya yang kecil membuat kue putu bisa langsung disajikan per buah.
Baca Juga: Kue Tradisional Ini Mulai Jarang Ditemui, Pernah Coba 4 Kue Ini?
Perbedaan cetakan tersebut memengaruhi tampilan akhir sekaligus cara penyajiannya. Kue dongkal berbentuk besar dan dipotong-potong, sedangkan kue putu dibuat dalam porsi-porsi kecil.
2. Warna dan aroma yang menjadi ciri khas
Kue dongkal umumnya mempertahankan warna putih alami tepung beras dengan garis-garis cokelat dari gula aren. Sementara itu, kue putu bambu yang banyak dikenal masyarakat berwarna hijau karena menggunakan pewarna alami dari pandan atau daun suji.
Penggunaan pandan juga memberikan aroma harum yang khas pada kue putu. Sebaliknya, kue dongkal lebih menonjolkan aroma tepung beras, gula aren, dan kelapa. Meski demikian, warna dan aroma dapat berbeda sesuai variasi resep yang digunakan.
Baca Juga: ,Kuliner Tradisional : Kue Gandos Nostalgia Jajanan Tradisional Khas Jawa yang Gurih
3. Tekstur dan sensasi saat disantap
Perbedaan lainnya dapat dirasakan ketika kedua jajanan tersebut dimakan. Kue dongkal cenderung memiliki tekstur berbutir dengan lapisan tepung beras dan gula merah yang terlihat jelas ketika dipotong. Kue putu umumnya memiliki tekstur lebih lembut dan aroma pandan yang menonjol.
Keduanya sama-sama menawarkan perpaduan rasa manis dan gurih, tetapi pengalaman saat menyantapnya berbeda karena teknik pencetakan dan susunan adonannya tidak sama. (Carrieolis Ratu Lathiifu)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Antara News