SOLOBALAPAN.COM - Di tengah banyaknya kue dan roti yang viral, kue gabin menjadi salah satu camilan jadul yang kembali menarik perhatian. Isiannya pun semakin beragam. Kalau dulu gabin lebih dikenal dengan isian tape singkong, sekarang ada juga variasi dengan cokelat, ubi ungu, hingga es krim.
Meski terlihat sederhana, membuat kue gabin tetap membutuhkan beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari memilih crackers hingga teknik menggoreng, semuanya bisa memengaruhi rasa dan tekstur hasil akhirnya.
Berikut empat hal yang bisa diperhatikan saat membuat kue gabin.
Baca Juga: Kue Bugis Mandi, Jajanan Ketan dengan Isian Manis dan Kuah Santan
1. Sesuaikan crackers dengan rasa isian
Pemilihan crackers atau biskuit asin menjadi langkah awal yang perlu diperhatikan. Jenis yang digunakan bisa disesuaikan dengan rasa isian agar hasil akhirnya tidak terlalu manis atau justru terasa hambar.
Kalau isiannya tidak terlalu manis, seperti cokelat hitam atau ubi ungu, crackers yang memiliki taburan gula bisa menjadi pilihan. Rasa manis dari biskuit dapat membantu menyeimbangkan isian. Sebaliknya, jika isiannya sudah manis, crackers tawar bisa digunakan agar rasanya tidak berlebihan.
Jadi, pemilihan biskuit sebaiknya tidak hanya berdasarkan merek, tetapi juga berdasarkan rasa isian yang akan digunakan.
Baca Juga: Sebelum Gerobaknya Terlihat, Bunyi Uap Kue Putu Sudah Terdengar, Ternyata Ini Keunikannya
2. Perhatikan Posisi Sisi Crackers yang Bergula
Kalau menggunakan crackers yang memiliki taburan gula di salah satu sisinya, posisi biskuit saat menyusun gabin juga perlu diperhatikan. Sisi yang bergula bisa diletakkan menghadap isian, sehingga tidak langsung berada di bagian luar saat digoreng.
Teknik ini dapat membantu mengurangi risiko permukaan biskuit yang cepat kecokelatan. Gula yang terkena panas cenderung lebih cepat berubah warna, terutama jika gabin digoreng terlalu lama atau menggunakan suhu minyak yang terlalu tinggi.
Meski begitu, posisi biskuit bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasil akhir. Suhu minyak dan durasi menggoreng juga berpengaruh terhadap warna gabin.
Baca Juga: Dari Cinta hingga Persahabatan, Mengenal Makna Bunga Gerbera
3. Jangan Menggunakan Minyak Terlalu Banyak
Teknik menggoreng juga perlu diperhatikan agar gabin tidak menyerap terlalu banyak minyak. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menggunakan minyak secukupnya, lalu membalik gabin agar kedua sisinya matang merata.
Cara ini memang membutuhkan perhatian lebih karena gabin perlu dibalik pada waktu yang tepat. Namun, penggunaan minyak yang lebih sedikit bisa menjadi alternatif bagi yang ingin menghasilkan gabin tanpa lapisan minyak berlebih.
Selain jumlah minyak, suhu saat menggoreng juga berpengaruh. Minyak yang terlalu panas dapat membuat bagian luar cepat gosong sebelum hasilnya sesuai dengan yang diinginkan. Karena itu, gunakan api sedang dan perhatikan perubahan warna selama proses memasak.
Setelah matang, gabin sebaiknya ditiriskan terlebih dahulu agar sisa minyak tidak menempel terlalu banyak pada permukaannya.
Baca Juga: 5 Es Jadul yang Dulu Sering Dibeli Sepulang Sekolah, Sekarang Bikin Nostalgia
4. Tidak Semua Crackers Cocok untuk Gabin
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memilih crackers yang sesuai. Setiap merek memiliki karakteristik berbeda, mulai dari ketebalan hingga teksturnya setelah terkena isian dan panas.
Ada biskuit yang tetap kokoh saat diisi, tetapi ada juga yang mudah melempem ketika terkena isian basah atau terlalu lama disimpan di dalam kulkas. Saat digoreng, sebagian crackers juga lebih mudah retak atau hancur.
Beberapa merek yang bisa dicoba antara lain Hatari, Kong Guan, dan UBM. Namun, kecocokannya tetap bergantung pada varian produk yang digunakan, jenis isian, serta cara pengolahannya.
Baca Juga: Masih Eksis sampai Sekarang, Cenil Punya Cerita di Balik Kenyalnya
Isian juga perlu diperhatikan. Untuk gabin tape, misalnya, tape singkong yang terlalu berair bisa membuat biskuit lebih cepat lembek. Karena itu, gunakan isian dengan tekstur yang cukup padat dan ratakan hingga mendekati bagian tepi supaya tidak mudah keluar saat digoreng.
Selain versi klasik dengan tape singkong, gabin juga bisa dibuat dengan isian lain. Salah satunya adalah gabin es krim, yaitu es krim yang diapit dua keping biskuit. Namun, versi ini dapat menggunakan biskuit yang lebih tebal daripada crackers untuk gabin goreng, sehingga bahan dan cara penyajiannya tidak selalu sama.
Membuat gabin ternyata bukan sekadar mengapit isian dengan dua keping biskuit. Pemilihan crackers, keseimbangan rasa, jumlah minyak, hingga tekstur isian ikut menentukan hasilnya. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, gabin bisa dibuat dengan variasi rasa yang berbeda tanpa menghilangkan ciri khas camilan jadul ini. (Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber