SOLOBALAPAN.COM-Indonesia memiliki beragam buah tropis yang bentuk dan rasanya tidak selalu dikenal oleh masyarakat luas. Salah satunya adalah buah mentega, buah yang memiliki tampilan unik dengan kulit kecokelatan berbulu halus serta daging buah berwarna kuning hingga jingga ketika matang.
Buah mentega dikenal pula dengan nama bisbul. Buah ini berasal dari pohon Diospyros blancoi, yang masih berkerabat dengan kesemek. Sebutan buah mentega muncul karena daging buahnya memiliki tekstur lembut dan aroma khas yang oleh sebagian orang diasosiasikan dengan mentega.
Meski tidak sepopuler mangga, rambutan, atau durian, buah mentega menarik untuk dikenali karena karakteristik fisik, rasa, dan pemanfaatannya. Buah ini juga menjadi salah satu contoh kekayaan tanaman buah tropis yang tumbuh di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Sawo Hijau, Buah Unik dan Lezat yang Mulai Jarang Ditemui dan Dikenal Masyarakat
Buah dengan Kulit Berbulu seperti Beludru
Salah satu ciri paling mencolok dari buah mentega adalah kulitnya yang dipenuhi bulu-bulu halus. Permukaan tersebut membuat buah ini tampak berbeda dari kebanyakan buah tropis yang memiliki kulit licin.
Buah mentega umumnya berbentuk bulat hingga agak pipih. Ketika masih muda, kulitnya berwarna cokelat kemerahan, kemudian berubah menjadi merah kecokelatan saat matang. Daging buahnya berwarna putih krem hingga kekuningan, dengan beberapa biji berwarna cokelat di bagian tengah.
Baca Juga: Mengenal 7 Jenis Durian “Si Raja Buah” dan Karakter Rasanya
Pohon buah mentega dapat tumbuh cukup tinggi dan memiliki daun hijau yang rimbun. Selain menghasilkan buah, pohonnya juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh di pekarangan. Di Indonesia, bisbul telah lama dibudidayakan, termasuk di wilayah Bogor, Jawa Barat.
Bagaimana Rasa Buah Mentega?
Buah mentega memiliki rasa manis dengan sedikit sensasi sepat, terutama apabila tingkat kematangannya belum optimal. Tekstur dagingnya cenderung padat dan agak kering, berbeda dari buah yang memiliki banyak kandungan air seperti semangka atau jeruk.
Baca Juga: Dagingnya Menghitam Saat Matang, Kenapa Black Sapote Dijuluki Buah Puding Cokelat?
Aromanya juga cukup khas. Sebagian orang menggambarkannya menyerupai aroma keju atau durian. Karakter rasa dan aroma tersebut menjadi salah satu alasan buah ini menarik untuk dicoba, khususnya bagi pencinta buah-buahan unik.
Untuk menikmatinya, buah mentega yang sudah matang dapat dicuci, dibelah, lalu dipisahkan dari bijinya. Daging buahnya bisa disantap langsung atau dipotong-potong dan dicampurkan dengan buah lain sebagai rujak.
Kandungan Gizi dan Potensi Manfaatnya
Selain memiliki rasa yang khas, buah mentega juga mengandung sejumlah zat gizi, seperti serat, vitamin, dan mineral. Kandungan tersebut menjadikannya salah satu pilihan buah yang dapat melengkapi pola makan beragam dan seimbang.
Baca Juga: Rahasia Perut Happy: Buah Plum Harus Jadi 'Bestie' Baru
Berikut beberapa potensi manfaatnya:
- Mendukung kesehatan pencernaan. Serat dalam buah membantu menjaga fungsi pencernaan.
- Mendukung daya tahan tubuh. Vitamin, termasuk vitamin C, berperan dalam fungsi normal sistem kekebalan tubuh.
- Membantu memenuhi kebutuhan zat gizi. Kandungan vitamin dan mineralnya dapat melengkapi asupan dari makanan lain.
- Menyumbang senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Manfaat tersebut berkaitan dengan kandungan zat gizinya secara umum. Namun, bukti klinis mengenai efek khusus buah mentega terhadap penyakit tertentu masih terbatas, sehingga buah ini tidak dapat dianggap sebagai pengobatan.
Baca Juga: Mengenal Kepel, Buah Langka yang Menyimpan Sejarah di Tanah Jawa
Dibandingkan buah populer seperti mangga, pisang, atau rambutan, buah mentega relatif jarang dijumpai di pasar buah sehari-hari. Padahal, bentuk dan aromanya yang khas membuat buah ini memiliki daya tarik tersendiri.
Salah satu tantangan dalam pemanfaatannya adalah masa simpan buah yang relatif singkat. Penelitian dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta bahkan pernah mengkaji pemanfaatan buah mentega menjadi tepung untuk bahan pembuatan nastar. Inovasi tersebut menunjukkan adanya peluang untuk mengembangkan buah ini menjadi produk olahan yang lebih beragam. (Carrieolis Ratu Lathiifu)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, solobalapan.com