SOLOBALAPAN.COM - Di tengah maraknya minuman kekinian, es gempol pleret tetap menjadi salah satu minuman tradisional yang memiliki daya tarik tersendiri.
Minuman khas Jawa ini memadukan bola-bola kenyal berbahan tepung beras, potongan pleret yang lembut, serta kuah santan manis yang disajikan bersama es batu.
Perpaduan rasa dan teksturnya menghadirkan kesegaran sekaligus mengingatkan pada kekayaan kuliner tradisional Nusantara.
Es gempol pleret dapat dijumpai di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya, termasuk Solo dan Semarang.
Baca Juga: Kue Bugis Mandi, Jajanan Ketan dengan Isian Manis dan Kuah Santan
Minuman ini kerap menjadi pilihan untuk melepas dahaga saat cuaca panas, sekaligus menjadi camilan tradisional yang mengenyangkan. Ciri khas es gempol pleret terletak pada dua bahan utamanya, yakni gempol dan pleret.
Gempol berbentuk bulatan kecil dengan tekstur kenyal, sedangkan pleret merupakan adonan tepung beras yang dibentuk pipih dan memiliki tekstur lembut.
Pada beberapa variasi, pleret diberi warna merah muda sehingga tampil lebih menarik ketika disajikan.
Kedua bahan tersebut disiram kuah santan yang gurih dan dipadukan dengan pemanis, seperti gula pasir atau gula merah, sesuai resep yang digunakan.
Tambahan es batu membuat minuman ini terasa lebih segar. Perpaduan rasa manis dan gurih menjadi karakter yang membedakan es gempol pleret dari berbagai minuman tradisional lainnya.
Baca Juga: 5 Es Jadul yang Dulu Sering Dibeli Sepulang Sekolah, Sekarang Bikin Nostalgia
Asal-usul dan sejarah es gempol pleret
Asal-usul es gempol pleret masih memiliki beberapa versi. Ada sumber yang mengaitkannya dengan Jepara, sementara sumber lain menyebut kawasan Solo Raya, termasuk Sukoharjo, sebagai wilayah yang berperan dalam perkembangan minuman ini. Seiring waktu, es gempol pleret dikenal pula di Semarang dan Jogjakarta.
Nama gempol dipercaya berasal dari kata jempol, karena adonannya dibentuk menggunakan tangan dan ditekan dengan ibu jari.
Sementara itu, nama pleret dikaitkan dengan proses memipihkan adonan sebelum dibentuk. Penamaan tersebut menggambarkan teknik sederhana yang menjadi bagian dari keunikan jajanan tradisional ini.
Di tengah perkembangan industri minuman modern, es gempol pleret menghadapi tantangan untuk mempertahankan popularitasnya.
Baca Juga: Sawo Hijau, Buah Unik dan Lezat yang Mulai Jarang Ditemui dan Dikenal Masyarakat
Beragam minuman dengan tampilan menarik dan variasi rasa baru semakin mudah ditemukan, sedangkan penjual minuman tradisional ini tidak selalu tersedia di setiap tempat.
Kajian dalam jurnal Sabda tahun 2023 turut membahas memudarnya eksistensi es gempol pleret di Semarang.
Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya upaya mengenalkan kembali minuman tradisional kepada generasi muda.
Promosi melalui media sosial, pengembangan kemasan, serta pengenalan cerita di balik bahan dan proses pembuatannya dapat menjadi langkah untuk menjaga keberadaan es gempol pleret.
Inovasi penyajian juga dapat dilakukan tanpa menghilangkan karakter utama berupa gempol, pleret, dan kuah santan.
Baca Juga: Masih Eksis sampai Sekarang, Cenil Punya Cerita di Balik Kenyalnya
Pada akhirnya, es gempol pleret bukan sekedar minuman pelepas dahaga. Di dalamnya terdapat jejak kebiasaan kuliner masyarakat Jawa yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Menikmati dan memperkenalkan kembali minuman ini menjadi salah satu cara sederhana untuk ikut melestarikan kekayaan kuliner tradisional Indonesia. (carrieolis ratu lathiifu)
Editor : Adi PrasSumber : Berbagai Sumber