Masih Eksis sampai Sekarang, Cenil Punya Cerita di Balik Kenyalnya

tim solobalapan • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:10 WIB
Cenil, jajanan pasar berbahan tepung kanji yang disajikan dengan kelapa parut dan gula merah cair.
Cenil, jajanan pasar berbahan tepung kanji yang disajikan dengan kelapa parut dan gula merah cair.

SOLOBALAPAN.COM - Cenil dikenal sebagai jajanan pasar berbentuk kecil, berwarna-warni, dan bertekstur kenyal. Jajanan ini biasanya disajikan bersama kelapa parut dan gula merah cair.

Perpaduan rasa manis dan gurih tersebut membuat cenil memiliki ciri khas yang masih dikenal hingga saat ini.

Cenil dibuat dari bahan sederhana, umumnya tepung tapioka atau kanji yang dicampur dengan air hingga menjadi adonan. Adonan kemudian dibentuk kecil-kecil, diberi warna, lalu dimasak hingga kenyal. Setelah matang, cenil disajikan dengan kelapa parut dan gula merah cair sebagai pelengkap.

Baca Juga: Boyolali Geger Siang Ini! Tukang Tambal Ban Ditembak Orang Tak Dikenal Berhelm dekat Kejari

Cara penyajiannya bisa berbeda di setiap daerah. Di Pacitan, Jawa Timur, misalnya, cenil dikenal dengan tambahan kuah gula aren. Meski penyajiannya beragam, tekstur kenyal dan rasa manis tetap menjadi ciri yang melekat pada jajanan ini.

Selain dikenal sebagai jajanan pasar, cenil juga memiliki jejak dalam tradisi kuliner Jawa. Jajanan ini kerap dikaitkan dengan Serat Centhini, karya sastra Jawa yang disusun pada awal abad ke-19. Naskah tersebut memuat berbagai gambaran tentang kehidupan masyarakat Jawa, termasuk makanan yang dikenal pada masa itu.

Baca Juga: Hasil FP2 Moto3 Mandalika 2026: Sempat Tembus 3 Besar, Veda Ega Pratama Kunci Posisi Ke-11

Cenil juga sering dihubungkan dengan cerita tentang masyarakat yang memanfaatkan bahan pangan selain beras ketika persediaan makanan terbatas. Jajanan ini disebut sebagai salah satu alternatif untuk mengisi perut. Namun, belum ada bukti kuat yang memastikan bahwa cenil secara khusus pernah menjadi pengganti beras saat terjadi krisis pangan.

Hingga kini, cenil masih dijual bersama aneka jajanan tradisional di pasar maupun di lapak pedagang. Warnanya yang beragam membuatnya mudah dikenali, sedangkan perpaduan kelapa parut dan gula merah menjadi bagian penting dari penyajiannya.

Di tengah semakin banyaknya pilihan camilan, cenil tetap mempertahankan bentuk dan cita rasa khasnya. Jajanan ini menjadi salah satu contoh kuliner tradisional yang masih bertahan melalui bahan sederhana dan cara penyajian yang dikenal dari generasi ke generasi. (Hanifatuz Zahra)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
hanifatuz zahra jajanan jadul jajanan tadisional cenil nostalgia