5 Es Jadul yang Dulu Sering Dibeli Sepulang Sekolah, Sekarang Bikin Nostalgia

tim solobalapan • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:05 WIB
Lima es jadul yang pernah menemani masa kecil dan masih dikenang hingga sekarang.
Lima es jadul yang pernah menemani masa kecil dan masih dikenang hingga sekarang.

SOLOBALAPAN.COM - Masih ingat jajan es sepulang sekolah atau menunggu penjual lewat di depan rumah? Dulu, es-es seperti ini sering jadi pilihan buat menghilangkan haus saat cuaca panas. Bentuknya sederhana, tetapi masing-masing punya rasa dan ciri khas yang bikin mudah diingat.

Sekarang, mungkin beberapa di antaranya sudah jarang ditemui di sekitar rumah. Padahal, setiap es punya keunikan, mulai dari warna adonan sampai cara pembuatannya. Berikut lima es jadul yang mungkin pernah menemani masa kecil kamu.

Baca Juga: 7 Ide Solo Date Murah buat Mengisi Akhir Pekan Tanpa Menunggu Teman

1. Es Selendang Mayang

Es selendang mayang merupakan minuman tradisional khas Betawi yang punya tampilan cukup mencolok. Adonannya terdiri dari lapisan warna merah, putih, dan hijau yang sekilas menyerupai kain selendang. Bentuk inilah yang sering dikaitkan dengan asal nama minuman tersebut.

Adonan es selendang mayang dibuat dari tepung sagu atau hunkwe yang dimasak, lalu didinginkan dan dipotong-potong. Potongannya disajikan dengan santan, sirup gula merah, dan es batu untuk menghasilkan rasa manis dan gurih yang menyegarkan.

Baca Juga: Memori HP Penuh Padahal Foto Tidak Banyak? Coba 5 Cara Ini Sebelum Hapus Kenangan

2. Es Goyang

Kalau pernah melihat penjual es yang menggoyangkan gerobaknya, bisa jadi itu penjual es goyang. Nama minuman ini berasal dari cara pembuatannya. Cetakan berisi adonan es digoyangkan selama proses pembekuan agar adonan membeku secara merata.

Es goyang biasanya dibuat dari campuran santan, gula, dan tepung hunkwe dengan pilihan rasa seperti cokelat, vanila, atau buah. Setelah membeku, es bisa dicelupkan ke cokelat cair dan diberi taburan kacang atau meses.

Baca Juga: Ogah Terlena Usai Tumbangkan Persis Solo! Kendal Tornado FC Bidik Poin Penuh Lawan PSBS Biak

3. Es Gabus

Es gabus punya tekstur yang berbeda dari es pada umumnya. Saat digigit, bagian dalamnya terasa empuk dan berpori, mirip gabus atau spons. Karena teksturnya tersebut, es ini dikenal dengan nama es gabus.

Bahan utamanya biasanya tepung hunkwe yang dimasak bersama santan dan gula. Setelah adonan mengeras, es dipotong-potong lalu dibekukan. Es gabus sering dijual dalam potongan berwarna-warni dan dinikmati menggunakan tusuk atau lidi.

Baca Juga: Ngampirne Weton dengan Bubur Abang Putih, Tradisi Jawa untuk Mengingat Hari Lahir

4. Es Cincau Hijau

Es cincau hijau dibuat dari daun cincau yang diolah hingga menghasilkan gel berwarna hijau dengan tekstur lembut. Salah satu tanaman yang digunakan adalah Cyclea barbata, yang daunnya dapat menghasilkan gel setelah melalui proses pengolahan.

Cincau kemudian dipotong dan disajikan bersama santan, gula merah cair, serta es batu. Perpaduan rasa manis dari gula merah dan gurihnya santan membuat minuman tradisional ini terasa segar, terutama saat cuaca panas.

Baca Juga: Kenapa Tari Jawa Timur Identik Dengan Gongseng? Ini Alasannya!

5. Es Cendol atau Dawet

Es cendol dan dawet merupakan minuman tradisional yang disajikan dengan santan, gula merah, dan es batu. Keduanya memiliki adonan berbentuk memanjang, biasanya berwarna hijau, meski bahan dan cara pembuatannya bisa berbeda di setiap daerah.

Cendol umumnya dibuat dari tepung beras atau hunkwe, lalu dicetak dan disajikan bersama santan serta gula merah cair. Beberapa varian juga menambahkan nangka sebagai pelengkap.

Meski sekarang banyak minuman kekinian, es jadul tetap punya tempat tersendiri. Rasanya bukan cuma menyegarkan, tetapi juga mengingatkan kita pada manisnya jajanan masa kecil. (Hanifatuz Zahra)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
hanifatuz zahra jajanan jadul es jadul nostalgia masa kecil