Sama-Sama Ayam Fillet Taiwan, Ternyata Ji Pai Punya Dua Jenis dengan Ciri Berbeda

tim solobalapan • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 18:15 WIB
Ji pai, ayam fillet goreng khas Taiwan yang hadir dalam versi tradisional dan crispy.
Ji pai, ayam fillet goreng khas Taiwan yang hadir dalam versi tradisional dan crispy.

SOLOBALAPAN.COM - Kalau pernah melihat jajanan di night market Taiwan, mungkin sudah tidak asing dengan ji pai. Makanan berupa ayam fillet goreng berukuran besar ini cukup mudah ditemukan di berbagai tempat. Bentuknya yang lebar dengan balutan tepung renyah membuat ji pai jadi salah satu jajanan yang gampang dikenali.

Selama ini, banyak yang mungkin mengira semua ji pai dibuat dengan cara yang sama. Padahal, ada dua jenis yang cukup dikenal, yaitu chuantong ji pai atau versi tradisional dan cui pi ji pai yang punya lapisan lebih crispy.

Baca Juga: In This Economy, Jangan Buru-buru Buang 5 Barang Bekas Ini

Walaupun sama-sama menggunakan ayam fillet, keduanya punya perbedaan dari cara mengolah ayam sampai hasil akhirnya. Perbedaan paling terlihat ada pada ketebalan tepung dan tekstur saat digigit.

1. Chuantong Ji Pai

Chuantong ji pai merupakan versi tradisional. Dada ayam biasanya diberi balutan tepung yang tipis sebelum digoreng. Karena tepungnya tidak terlalu tebal, tekstur daging ayam masih cukup terasa.

Setelah ayam matang dan diangkat, bumbu biasanya langsung ditaburkan saat masih panas. Lada dan garam berbumbu menjadi salah satu bumbu yang sering digunakan. Aroma bumbu pun lebih keluar karena menempel pada ayam yang baru selesai digoreng.

Baca Juga: Buntut Putusan MK Soal Ijazah Gibran, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Wapres!

Versi ini lebih cocok untuk yang ingin rasa ayam tetap terasa tanpa terlalu banyak lapisan tepung. Tekstur luarnya tetap renyah, tetapi bagian ayamnya masih menjadi bagian yang cukup dominan.

2. Cui Pi Ji Pai

Kalau cui pi ji pai punya tampilan yang sedikit berbeda. Ayam biasanya dibumbui terlebih dahulu sebelum dilapisi adonan tepung. Setelah itu, ayam digoreng sampai bagian luarnya berubah menjadi lebih tebal dan renyah.

Lapisan tepung yang lebih tebal membuat sensasi crispy lebih terasa saat digigit. Sementara itu, bagian dalam ayam tetap dibuat lembut dan juicy. Jadi, yang membedakan versi tradisional bukan hanya bumbunya, tetapi juga tekstur bagian luarnya.

Baca Juga: “Saya Toprak Makan Ketoprak”, Momen Kocak Rider Yamaha Jelang MotoGP Mandalika

Kalau dibandingkan, chuantong ji pai punya balutan tepung yang lebih tipis dan rasa bumbu yang cukup menonjol setelah ayam digoreng. Sedangkan cui pi ji pai lebih mengandalkan lapisan luar yang tebal dan renyah.

Sekilas keduanya memang terlihat seperti ayam fillet goreng biasa. Namun, cara pengolahannya membuat ji pai punya tekstur yang berbeda. Jadi, kalau harus memilih, kamu lebih suka versi tradisional dengan tepung tipis atau versi crispy dengan balutan yang lebih tebal? (Hanifatuz Zahra)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
hanifatuz zahra Ji Pai kuliner taiwan night market ayam fillet