SOLOBALAPAN.COM - Kalau sering melihat penjual mi ayam di pinggir jalan, coba perhatikan gerobaknya. Ada yang dicat biru, cokelat, dan hijau. Warna gerobak ini ternyata sering dikaitkan dengan asal daerah penjual dan ciri rasa mi ayam yang dibuat.
Mi ayam yang banyak dijumpai sekarang tidak hanya berasal dari satu daerah. Salah satu yang cukup dikenal adalah mi ayam Wonogiri.
Perkembangannya juga berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Wonogiri yang merantau untuk mencari penghasilan yang dikenal dengan istilah boro.
Saat merantau, para pedagang ikut membawa usaha mi ayam ke tempat mereka mencari penghasilan. Lama-kelamaan, mi ayam pun menyebar ke berbagai daerah dan punya racikan yang berbeda-beda.
Dari sini, warna gerobak juga sering dikaitkan dengan daerah asal dan ciri mi ayam yang dijual.
1. Gerobak Biru
Gerobak biru menjadi salah satu yang paling sering ditemui. Warna ini banyak dikaitkan dengan pedagang mi ayam asal Wonogiri dan beberapa daerah di Jawa Tengah.
Pemilihan warna biru dilakukan karena catnya mudah didapat dan tidak terlalu memperlihatkan kotoran. Dari rasanya, mi ayam yang identik dengan Wonogiri biasanya punya bumbu ayam yang lebih kuat atau mlekoh.
Baca Juga: Kenapa Kita Makan 3 Kali Sehari? Ternyata Kebiasaan Ini Baru Populer di Era Modern
Topping ayamnya juga cenderung lebih pekat. Dalam penyajiannya, mi ayam jenis ini umumnya tidak menggunakan tauge.
2. Gerobak Cokelat
Selain biru, gerobak cokelat juga cukup mudah ditemukan. Warna ini biasanya berasal dari kayu gerobak yang dibiarkan dengan warna alaminya.
Gerobak cokelat sering dikaitkan dengan pedagang mi ayam dari Jawa Tengah, termasuk daerah sekitar Solo, Karanganyar, Sragen, dan Klaten. Rasanya cenderung gurih dan manis, dengan topping ayam sebagai bagian utama dari racikannya. Mi ayam ini juga umumnya disajikan tanpa tauge.
Baca Juga: Viral Joki Baca Buku, Kok Ada yang Mau Bayar untuk Dibacakan? Ini Fenomena di Baliknya
3. Gerobak Hijau
Gerobak hijau lebih jarang terlihat dibandingkan dengan gerobak biru dan cokelat. Warna ini sering dikaitkan dengan mi ayam dari Jawa Barat, terutama wilayah Priangan.
Dari segi rasa, bumbu ayamnya cenderung lebih ringan dibandingkan dengan mi ayam yang identik dengan Wonogiri. Mienya juga biasanya lebih lembut, sedangkan topping ayamnya tidak terlalu gelap.
Selain mi ayam biasa, ada juga varian yamin yang menggunakan kecap manis. Rasanya pun menjadi lebih manis dibandingkan dengan mi ayam biasa.
Meski sering dikaitkan dengan daerah tertentu, warna gerobak sebenarnya bukan patokan yang pasti. Setiap penjual bisa memiliki racikan dan pilihan warna sendiri. Namun, dari perbedaan tersebut, mi ayam punya banyak ciri yang menarik untuk dikenali, bahkan sebelum semangkuk mi disajikan.(Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber