SOLOBALAPAN.COM-Di tengah semakin beragamnya jajanan modern, makanan tradisional masih menyimpan daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah unthuk cacing, jajanan tradisional yang memiliki nama unik, bentuk khas, serta cita rasa manis dan gurih.
Meski namanya terdengar seperti makanan yang berhubungan dengan cacing, sebenarnya unthuk cacing tidak dibuat dari cacing.
Nama Unik yang Terinspirasi dari Alam
Baca Juga: Bukan Mau Mengubah Tradisi, Kenapa Makanan Tradisional Kini Dikemas Lebih Modern?
Nama unthuk cacing berasal dari istilah dalam bahasa Jawa. Berdasarkan Kamus Bahasa Jawa-Indonesia (KBJI) Kemendikdasmen, kata unthuk memiliki makna antara lain tumpukan tanah, sementara unthuk cacing merujuk pada tumpukan tanah yang menjadi tempat sarang cacing.
Nama tersebut kemudian digunakan untuk menyebut jajanan dengan bentuk yang menyerupai gundukan atau tanah hasil aktivitas cacing. Bentuknya yang bertekstur dan tidak beraturan menjadi ciri khas yang membuat makanan ini mudah dikenali.
Terbuat dari Tepung Ketan
Baca Juga: Bukan Ubi Ungu Biasa, Kenapa Ube Makin Populer di Dunia Kuliner?
Unthuk cacing merupakan jajanan yang dibuat dari bahan-bahan sederhana. Salah satu sumber mengenai makanan tradisional di Pasar Papringan menyebutkan bahwa unthuk cacing dibuat dari tepung ketan dan memiliki cita rasa manis serta gurih.
Makanan ini menjadi salah satu dari berbagai jajanan tradisional yang dijual di Pasar Papringan. Dalam pembuatannya, adonan tepung ketan dicampur dengan bahan lain seperti gula dan telur. Adonan kemudian dibentuk sedemikian rupa hingga menghasilkan tekstur yang khas sebelum digoreng.
Bentuk Keriting Menjadi Ciri Khas
Baca Juga: Dari Telur Kukus Jepang hingga Omelet Kentang Tanzania, Ini 5 Resep Telur Unik dari Berbagai Negara
Keunikan utama unthuk cacing terletak pada bentuknya. Adonan dibuat memanjang dan bertekstur sehingga menyerupai gundukan tanah atau bentuk yang diasosiasikan dengan aktivitas cacing.
Cara pembentukannya secara tradisional juga menjadi bagian menarik dari jajanan ini. Beberapa sumber menyebutkan penggunaan alat cetak sederhana untuk menghasilkan untaian adonan yang kemudian digoreng hingga kering dan renyah.
Manis, Gurih, dan Renyah
Setelah digoreng, unthuk cacing memiliki tekstur yang renyah. Rasanya cenderung manis dan gurih, sehingga cocok disantap sebagai camilan bersama teh atau kopi.
Baca Juga: Selat Solo, Jejak Taktik Diplomasi Akulturasi Kuliner Jawa dan Belanda di Meja Keraton
Karakter tersebut membuat unthuk cacing tidak hanya menarik dari segi nama dan bentuk, tetapi juga dari pengalaman menyantapnya. Tekstur renyah menjadi salah satu ciri yang membuat jajanan ini tetap dikenang sebagai kudapan tradisional.
Hadir dalam Tradisi Masyarakat
Unthuk cacing juga menjadi bagian dari keberagaman jajanan tradisional masyarakat Jawa. Dalam buku Tradisi dan Kebudayaan Nusantara, unthuk cacing disebut sebagai salah satu makanan tradisional yang hadir di Pasar Papringan. Buku tersebut juga mencatat berbagai jajanan tradisional lain yang menggunakan bahan-bahan lokal seperti singkong, pisang, kelapa, dan beras ketan.
Keberadaan jajanan seperti unthuk cacing memperlihatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan sederhana menjadi makanan dengan karakter yang khas.
Warisan Kuliner yang Perlu Dilestarikan
Seiring berkembangnya makanan modern, jajanan tradisional menghadapi tantangan untuk tetap dikenal oleh generasi muda. Unthuk cacing menjadi salah satu contoh makanan yang perlu terus diperkenalkan agar keberadaannya tidak hilang.
Baca Juga: ,Kuliner Tradisional : Kue Gandos Nostalgia Jajanan Tradisional Khas Jawa yang Gurih
Pelestarian dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari mengenalkan sejarah dan keunikannya, mempertahankan resep tradisional, hingga mengemasnya dengan tampilan yang lebih menarik tanpa menghilangkan karakter aslinya.
Unthuk cacing membuktikan bahwa jajanan tradisional tidak hanya memiliki nilai dari segi rasa, tetapi juga menyimpan cerita tentang bahasa, lingkungan, kreativitas, dan kebiasaan masyarakat. Dari bentuknya yang unik hingga cita rasanya yang sederhana, unthuk cacing menjadi bagian kecil dari kekayaan kuliner Nusantara yang menarik untuk terus dikenalkan. (Carrieolis Ratu Lathiifu)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber