Dawet Lelica, Inovasi Unik Warga Semarang Ubah Ikan Lele Jadi Minuman Manis

tim solobalapan • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 17:41 WIB
Ilustrasi, Es Dawet dengan Inovasi baru anggota kelompok budidaya ikan mina candi 3(Chat GPT)
Ilustrasi, Es Dawet dengan Inovasi baru anggota kelompok budidaya ikan mina candi 3. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM-Ikan lele selama ini lebih dikenal sebagai lauk yang digoreng atau diolah menjadi pecel lele. Namun, di Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, ikan air tawar tersebut justru diolah menjadi sajian yang tidak biasa, yakni dawet.

Inovasi tersebut diberi nama Dawet Lelica, minuman berbahan dasar daging ikan lele yang diolah menjadi cendol dan disajikan bersama kuah santan serta gula aren. Kreasi ini dikembangkan oleh Kelompok Budidaya Ikan Mina Candi 3 sebagai upaya menghadirkan olahan ikan yang lebih menarik, khususnya bagi anak-anak.

Dalam video proses pembuatannya, tampak daging dan bahan olahan lele diproses hingga menjadi adonan cendol berwarna hijau. Adonan kemudian dicetak menjadi bentuk seperti dawet pada umumnya sebelum disajikan dalam wadah bersama kuahnya.

Baca Juga: Namanya Bikin Merinding, Rasanya Malah Bikin Nagih, Ndas Borok Jajanan Khas Temanggung

Sekilas, Dawet Lelica memang tidak jauh berbeda dengan dawet tradisional. Perbedaannya baru terasa ketika cendol dikunyah. Daging lele sengaja diolah dengan tekstur tertentu sehingga masih memberikan sensasi berbeda dibandingkan cendol biasa.

Berawal dari Keinginan Membuat Anak Gemar Makan Ikan

Gagasan membuat Dawet Lelica muncul dari persoalan yang cukup umum, yakni anak-anak yang kurang menyukai ikan karena aroma amisnya. Endang Sriwati bersama anggota Mina Candi 3 kemudian mencoba mencari cara agar ikan dapat dikonsumsi dalam bentuk yang lebih disukai anak-anak

Baca Juga: Unik! Menikmati Kuliner Sambil Keceh di Sungai Guyangan Boyolali

Menurut Endang, anak-anak umumnya lebih tertarik pada makanan atau minuman dengan rasa manis. Dari situlah muncul ide untuk menggabungkan daging lele dengan dawet.

“Kami berinovasi bagaimana caranya anak-anak yang tadinya enggak suka makan ikan jadi suka makan,” ujar Endang

Proses menemukan resep tersebut tidak berlangsung sekali jadi. Kelompok tersebut melakukan sejumlah percobaan untuk mengurangi aroma amis sekaligus mempertahankan cita rasa dawet.

Baca Juga: Menjajal Sate Kuda Bu Endang Polokarto: Kuliner Unik Pembakar Stamina di Jalur Solo–Karanganyar

Daging Lele Diolah Menjadi Cendol

Salah satu tahapan penting dalam pembuatan Dawet Lelica adalah mengolah daging ikan agar tidak meninggalkan aroma amis yang kuat. Daging lele terlebih dahulu dibersihkan, kemudian diberi perasan jeruk nipis atau lemon. Es juga digunakan dalam proses pengolahan untuk membantu mengurangi aroma yang tidak diinginkan.

Berbeda dari cendol pada umumnya, adonan Dawet Lelica menggunakan perpaduan tepung beras dan tepung hunkue. Daging lele juga tidak dihaluskan hingga benar-benar lembut. Tekstur daging sengaja masih dipertahankan agar menjadi ciri khas ketika dawet disantap.

Sementara itu, kuahnya tetap mempertahankan karakter minuman dawet dengan penggunaan santan dan gula aren. Susu evaporasi turut ditambahkan untuk memberikan rasa yang lebih lembut dan gurih.

Baca Juga: Wingko Babat Semarang, Kuliner dengan Cita Rasa Kelapa yang Khas

Mengubah Pandangan terhadap Ikan Lele

Kehadiran Dawet Lelica tidak hanya menawarkan keunikan dari sisi kuliner. Inovasi ini juga menjadi cara untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap ikan lele.

Pada awalnya, sebagian orang mungkin merasa ragu membayangkan daging ikan berada di dalam minuman manis. Namun, setelah dicoba, produk tersebut justru mendapatkan respons positif, termasuk dari anak-anak.

Baca Juga: Kue Gambang Semarang, Jajanan Bernama Ganjel Rel dengan Rasa Manis dan Rempah

Kelompok Mina Candi 3 berharap olahan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk mengenalkan konsumsi ikan kepada anak-anak tanpa harus selalu menyajikannya dalam bentuk lauk.

Selain Dawet Lelica, kelompok tersebut juga telah mengembangkan sejumlah olahan lain dari ikan lele, seperti lele marinasi dan sosis lele.

Inovasi Kuliner dari Potensi Lokal

Baca Juga: Lumpia Semarang, Kuliner Legendaris dengan Keunikian Penyajiannya

Dawet Lelica menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih kreatif dan memiliki nilai tambah. Ikan lele yang sebelumnya identik dengan lauk sederhana kini dapat hadir dalam bentuk minuman yang unik.

Produk ini sekaligus memperlihatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil budidaya ikan agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Saat ini, Dawet Lelica masih diproduksi secara terbatas berdasarkan pesanan.

Dengan memadukan tradisi minuman dawet dengan sumber protein dari ikan lele, Dawet Lelica menjadi contoh bagaimana inovasi kuliner dapat lahir dari kebutuhan sederhana: membuat makanan bergizi menjadi lebih menarik dan mudah diterima masyarakat.

Baca Juga: Keunikan Batik Identitas Budaya Khas Kota Semarang, Warak Ngendog sebagai Ikon Utama

Dawet Lelica bukan sekadar dawet dengan bahan yang berbeda. Di balik semangkuk minuman tersebut terdapat upaya warga untuk mengajak masyarakat, terutama anak-anak, lebih dekat dengan konsumsi ikan melalui cara yang kreatif. (Carrieolis Ratu Lathiifu)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
carrieolis ratu inovasi kuliner ikan lele semarang dawet