SOLOBALAPAN.COM - Masih ingat toples Lebaran yang isinya bukan cuma nastar dan kastengel? Ada camilan berbentuk bulat dengan rasa manis legit, kue tipis yang digulung, biskuit kecil dengan hiasan warna-warni, sampai camilan gurih yang biasanya dicari setelah kue manis habis.
Jajanan seperti itu dulu cukup mudah ditemui saat berkunjung ke rumah saudara atau tetangga. Sekarang, beberapa di antaranya mulai jarang terlihat di meja Lebaran. Padahal, bentuk dan rasanya masih mudah dikenali oleh mereka yang pernah tumbuh bersama jajanan tersebut.
Baca Juga: Usai Bantai Bangladesh 9-2, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket Naik Tempati Posisi 117 Dunia!
1. Carang Mas
Camilan yang satu ini dibuat dari ubi jalar yang diserut, kemudian digoreng hingga kering dan dicampur dengan gula merah cair. Hasilnya bisa dibentuk bulat maupun pipih.
Perpaduan ubi dan gula merah menghasilkan tekstur renyah dengan rasa manis dan legit. Di beberapa daerah, carang mas juga dikenal dengan nama grubi atau walangan.
Baca Juga: Kenapa Minum Air Hangat Mendadak Jadi Tren Chinamaxxing di TikTok?
2. Semprong
Berikutnya ada kue berbentuk tipis yang biasanya digulung. Adonannya dibuat dari tepung beras, santan, telur, gula, garam, dan vanili.
Setelah dicetak dan dipanggang, kue ini menghasilkan tekstur kering dan renyah dengan rasa manis serta gurih.
Baca Juga: Chinamaxxing Lagi Ramai di TikTok, Apa Artinya dan Kenapa Banyak Gen Z Ikutan?
3. Biskuit Gem Rose
Biskuit kecil dengan hiasan gula warna-warni di bagian atas ini juga pernah menjadi penghuni toples Lebaran. Rasanya manis dengan sedikit rasa gurih dan teksturnya renyah.
Hiasan warna-warni menjadi salah satu ciri yang membuat biskuit ini mudah dikenali, terutama bagi mereka yang pernah menjumpainya saat Lebaran.
Baca Juga: HP Makin Penuh? 7 Hal Ini Bisa Kamu Rapikan Saat Weekend
4. Kue Koya
Ada pula kue kering yang dibuat dari tepung ketan dan kelapa parut. Rasanya perpaduan manis dan gurih dengan tekstur yang renyah.
Bentuknya memang sederhana, tetapi kue koya pernah menjadi salah satu camilan yang disajikan dalam toples ketika Lebaran.
5. Rengginang
Kalau bosan dengan kue manis, camilan berbahan beras ketan ini biasanya menjadi pilihan. Rengginang dibuat dengan cara mengeringkan beras ketan yang sudah dibentuk, kemudian menggorengnya hingga renyah.
Rasanya lebih dominan gurih. Tidak heran jika rengginang sering menjadi camilan yang dicari ketika isi toples mulai tersisa.
6. Pastel Mini
Camilan gurih lainnya hadir dalam ukuran kecil. Pastel mini memiliki kulit renyah dengan isian yang salah satunya berupa abon.
Ukurannya yang mungil membuatnya mudah disajikan dalam toples. Rasanya yang asin dan gurih juga menjadi variasi di antara jajanan Lebaran yang kebanyakan bercita rasa manis.
7. Keciput
Jajanan yang satu ini sekilas mirip dengan onde-onde karena bagian luarnya sama-sama menggunakan wijen. Namun, ukurannya lebih kecil dan bagian dalamnya tidak berisi pasta kacang hijau.
Setelah digoreng, keciput memiliki tekstur renyah dengan bagian tengah yang kosong. Kue tradisional ini juga masih dikenal sebagai salah satu suguhan Lebaran.
Baca Juga: 7 Skill yang Bisa Kamu Upgrade Saat Weekend, Cuma Butuh 2 Hari
8. Khong Guan
Terakhir, ada biskuit yang mungkin lebih mudah dikenali dari kaleng merahnya. Di dalamnya terdapat berbagai jenis biskuit yang dulu kerap menjadi suguhan ketika tamu datang saat Lebaran.
Khong Guan bukan merek asal Indonesia. Produk ini masuk ke Indonesia sekitar 1950-an dan mulai diproduksi di dalam negeri pada 1971. Kemasan kaleng dan aneka biskuit di dalamnya membuat produk ini lekat dengan ingatan beberapa generasi.
Kini, pilihan kue Lebaran semakin beragam. Namun, jajanan dengan bentuk dan rasa sederhana tersebut masih punya tempat tersendiri dalam ingatan orang yang pernah menjumpainya saat kecil.
Mungkin tahun ini kamu masih menemukan salah satunya di meja saudara atau tetangga. Atau justru baru sadar kalau jajanan yang dulu sering ada itu sekarang sudah semakin jarang terlihat?(Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber