SOLOBALAPAN.COM-Indonesia memiliki beragam kuliner tradisional yang menggunakan sayuran dan bumbu kacang sebagai ciri khas. Di antara makanan yang sekilas tampak serupa adalah lotek, ketoprak, dan gado-gado.
Ketiganya sama-sama menggunakan bumbu kacang, tetapi memiliki perbedaan pada bahan utama, komposisi sayuran, bumbu, hingga cara penyajiannya.
Kemiripan tersebut membuat ketiga makanan ini kerap dianggap sebagai hidangan yang sama. Padahal, masing-masing memiliki karakter tersendiri yang berkembang dalam tradisi kuliner di berbagai daerah Indonesia.
Baca Juga: On This Day : Ada Apa di Tanggal 1 Oktober? Kumpulan Momen Historis Yang Bikin Kamu Geleng Geleng
Lotek, Sayuran Rebus dengan Sentuhan Kencur
Lotek merupakan hidangan khas Sunda dan juga populer di Yogyakarta, Jawa Tengah. Hidangan ini terdiri dari sayuran rebus atau dikukus seperti bayam, kangkung, kacang panjang, kol, labu siam, dan tauge, yang kemudian dicampur dengan bumbu kacang yang manis, pedas, dan gurih.
Nama "lotek" berasal dari kata Jawa yang berarti "mengulek" atau "menghancurkan", merujuk pada cara tradisional membuat saus kacangnya menggunakan cobek atau ulekan. Lotek muncul pada era 1970-an di Parongpong, Jawa Barat, dan menjadi populer karena rasanya yang unik dan mudah disiapkan.
Baca Juga: ,Kuliner Tradisional : Kue Gandos Nostalgia Jajanan Tradisional Khas Jawa yang Gurih
Salah satu karakter yang sering digunakan untuk membedakan lotek dari gado-gado adalah aroma kencur pada bumbunya. Kencur memberikan rasa dan aroma yang khas sehingga bumbu lotek memiliki karakter tersendiri. Lotek juga dapat disajikan bersama lontong atau nasi serta kerupuk.
Sejumlah sumber menyebut lotek berasal dari Bandung, Jawa Barat. Namun, dalam pembahasan kuliner populer, penyebutan asal daerah dapat berbeda-beda sehingga lebih aman menyebutnya sebagai kuliner yang sangat lekat dengan Jawa Barat.
Ketoprak, Identik dengan Tahu, Bihun, dan Tauge
Baca Juga: Pesona Soto Lamongan: Gurihnya Kuah Kuning dan Kelezatan Koya yang Ikonik
Berbeda dari lotek yang lebih banyak menonjolkan sayuran rebus, ketoprak memiliki komposisi yang khas berupa tahu, bihun, tauge, dan ketupat atau lontong. Hidangan tersebut kemudian diberi bumbu kacang dan biasanya dilengkapi bawang goreng serta kerupuk.
Ketoprak dikenal luas sebagai kuliner Betawi dan sangat populer di Jakarta. Namun, mengenai asal-usulnya terdapat beberapa versi. Selain versi yang mengaitkannya dengan Betawi atau Jakarta, terdapat pula pendapat yang menghubungkan ketoprak dengan Cirebon.
Karena itu, asal-usul ketoprak sebaiknya tidak dinyatakan sebagai fakta tunggal tanpa menyebut adanya perbedaan pendapat.Ciri yang paling mudah dikenali dari ketoprak adalah keberadaan bihun. Bahan tersebut memberikan tekstur yang berbeda dibandingkan lotek dan gado-gado.
Gado-Gado, Kaya akan Sayuran dan Pelengkap
Sementara itu, gado-gado lebih menonjolkan beragam sayuran yang telah direbus atau dikukus. Beberapa bahan yang umum digunakan antara lain kacang panjang, tauge, kol, bayam, kentang, dan sayuran lainnya.
Gado-gado juga sering dilengkapi dengan tahu, tempe, telur rebus, lontong, serta kerupuk atau emping. Komposisi tersebut membuat gado-gado memiliki kombinasi tekstur dan bahan yang cukup beragam.
Bumbu kacang menjadi elemen penting dalam gado-gado. Resep dan racikan dapat berbeda menurut daerah maupun penjualnya. Karena itu, rasa gado-gado tidak selalu sama di setiap tempat.
Baca Juga: Gecok Tlogo , Kuliner Kambing Berempah dengan Cita Rasa Pedas
Sama-Sama Menggunakan Bumbu Kacang, tetapi Berbeda Karakter
Kesamaan utama ketiga kuliner tersebut adalah penggunaan bumbu kacang. Namun, bumbu kacang bukan berarti membuat semua hidangan tersebut memiliki rasa yang sama.
Lotek memiliki karakter sayuran rebus dengan aroma bumbu yang dapat terasa kuat karena penggunaan kencur. Ketoprak lebih mudah dikenali dari perpaduan tahu, bihun, tauge, dan ketupat atau lontong. Sementara itu, gado-gado memiliki komposisi sayuran dan pelengkap yang lebih beragam.
Baca Juga: Kipo, Jajanan Khas Kotagede dengan Cerita di Balik Namanya
Dengan demikian, cara paling mudah membedakannya adalah dengan melihat isi piringnya. Jika menemukan bihun, tahu, tauge, dan ketupat, kemungkinan besar itu ketoprak. Jika didominasi berbagai sayuran rebus dengan tahu, tempe, kentang, dan telur, kemungkinan besar gado-gado. Sementara sayuran rebus dengan bumbu kacang yang memiliki karakter kencur dapat mengarah pada lotek.
Kekayaan Kuliner Nusantara dalam Sepiring Hidangan
Lotek, ketoprak, dan gado-gado menunjukkan bagaimana bahan sederhana seperti sayuran, tahu, kacang tanah, dan ketupat dapat diolah menjadi hidangan dengan karakter yang berbeda.
Kemiripan ketiganya justru memperlihatkan kekayaan kuliner Indonesia. Bumbu kacang menjadi benang merah, sementara bahan, racikan, dan tradisi penyajiannya menjadi identitas masing-masing.
Baca Juga: Keripik Paru, Oleh-Oleh Unggulan Khas Salatiga yang Gurih dan Renyah
Mengenali perbedaannya tidak hanya membantu membedakan nama makanan, tetapi juga menjadi cara untuk memahami keberagaman kuliner yang berkembang di berbagai daerah Indonesia. (Carrieolis Ratu Lathiifu)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Antara News