SOLOBALAPAN.COM - Suara dangdut terdengar dari kejauhan saat gerobak getuk mulai berkeliling. Sebelum gerobaknya terlihat, musik dari pengeras suara sudah lebih dulu terdengar di sepanjang jalan.
Pedagang getuk menggunakan pengeras suara bukan sekadar untuk memutar musik. Suara tersebut menjadi cara untuk memberi tahu warga bahwa mereka sedang berjualan. Dengan begitu, keberadaan pedagang bisa diketahui dari jarak yang cukup jauh.
Cara ini juga membuat pedagang tidak perlu terus berteriak menawarkan dagangan. Musik dangdut atau campursari yang diputar dengan volume cukup keras sudah berfungsi sebagai penanda selama gerobak berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Penggunaan musik sebagai tanda keberadaan pedagang kemudian menjadi ciri yang lekat dengan getuk keliling. Suara dari gerobak sering kali menjadi hal pertama yang terdengar sebelum pembeli melihat jajanan yang dibawa.
Ketika musik mulai terdengar di jalan, warga yang ingin membeli dapat menunggu gerobak mendekat atau langsung menghampirinya. Pedagang pun bisa tetap berkeliling tanpa harus berhenti di setiap rumah untuk menawarkan dagangan.
Baca Juga: Dari Model hingga Aktor Utama, Ini Perjalanan Park Seo-ham Sebelum Dive Into You
Cara berjualan tersebut membuat musik memiliki fungsi yang lebih dari sekadar hiburan. Pengeras suara membantu memperluas jangkauan suara pedagang sehingga informasi tentang keberadaan dagangan dapat sampai ke lingkungan sekitar.
Dangdut dan campursari menjadi jenis musik yang kerap digunakan dalam kebiasaan tersebut. Suaranya yang diputar melalui pengeras suara membuat gerobak getuk memiliki tanda yang cukup mudah dikenali ketika sedang melintas.
Getuk sendiri merupakan jajanan tradisional berbahan dasar singkong. Singkong diolah hingga lembut, kemudian diberi rasa dan warna sebelum disajikan, biasanya bersama parutan kelapa.
Baca Juga: Kenapa Manusia Sekarang Bisa Hidup Lebih Lama? 1 Oktober Jadi Pengingat tentang Era Umur Panjang
Di tengah perkembangan cara berjualan makanan yang semakin beragam, pedagang getuk keliling masih mempertahankan cara tersebut. Gerobak tetap menyusuri jalan, sementara musik menjadi alat sederhana untuk menarik perhatian calon pembeli.
Bukan teriakan “getuk-getuk” yang menjadi tanda kedatangannya. Justru suara musik dari pengeras itulah yang membuat keberadaan pedagang getuk keliling mudah diketahui dari kejauhan. (Hanifatuz Zahra)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : Berbagai Sumber