,Kuliner Tradisional : Kue Gandos Nostalgia Jajanan Tradisional Khas Jawa yang Gurih

tim solobalapan • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 08:39 WIB
Ilustrasi, Kue Gandos jajanan tradisional nusantara(Chat GPT)
Ilustrasi, Kue Gandos jajanan tradisional nusantara(Chat GPT)

SOLOBALAPAN.COM-Di tengah banyaknya jajanan modern, kue gandos tetap memiliki tempat tersendiri sebagai salah satu jajanan tradisional yang mengingatkan pada cita rasa masa lalu.

Kue sederhana ini dikenal dengan rasa gurih, aroma kelapa dan santan yang khas, serta tekstur yang lembut di bagian dalam dengan permukaan yang lebih matang dan sedikit renyah. Gandos banyak dikenal di berbagai wilayah Pulau Jawa, meskipun nama, bentuk, dan resepnya dapat berbeda di setiap daerah.

Mengenal tentang Kue Gandos

Baca Juga: Wingko Babat Semarang, Kuliner dengan Cita Rasa Kelapa yang Khas

Kue gandos merupakan jajanan tradisional yang umumnya dibuat menggunakan tepung beras, santan atau kelapa, dan garam. Adonan tersebut kemudian dimasak menggunakan cetakan khusus hingga matang.

Cita rasa gurih menjadi karakter yang paling menonjol sehingga gandos berbeda dari banyak jajanan pasar yang umumnya memiliki rasa manis. Gandos merupakan penganan tradisional khas jawa yang populer di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gandos berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Kue ini ada yang menyebutnya tratak jaran (Bojonegoro), dan daluman (Bali). Penganan ini terdokumentasi dalam Serat Centhini (II: 157-18).

Baca Juga: Gecok Tlogo , Kuliner Kambing Berempah dengan Cita Rasa Pedas

Di sejumlah daerah, gandos memiliki sebutan lain. Jajanan serupa dikenal sebagai rangin di Malang dan kue pancong di Jakarta, sementara di Jawa Tengah dikenal dengan nama gandos.

Kesamaan tersebut terlihat dari penggunaan bahan dasar kelapa dan tepung serta cara memasaknya menggunakan cetakan.

Cara Pembuatan Kue Gandos

Baca Juga: Keripik Paru, Oleh-Oleh Unggulan Khas Salatiga yang Gurih dan Renyah

Gandos dibuat di dalam cetakan loyang dengan api di bawahnya. Pengaruh garam membuat dominasi rasa gurih jajanan tradisional ini. Bagi penyuka rasa manis biasanya cukup meminta sedikit taburan gula tebu di permukaanya.

Bentuknya melengkung dengan ketebalan sekitar 2 cm. Bagian dalam kue berwarna putih, sedangkan pada permukaan kulitnya berwarna cokelat. Rasa gandos cukup gurih dan nikmat yang memberikan nuansa nostalgia pada cita rasa kue tradisional.

Bahan-bahan untuk membuat kue gandos yaitu tepung beras, santan, daun pandan, kelapa parut (ampas kelapa), air dan telur ayam.

Bentuk yang Menjadi Ciri Khas

Baca Juga: Serabi Ngampin, Keunikan Kuliner Tradisional Ambarawa yang Manis, Gurih, dan Sarat Tradisi

Secara tradisional, gandos memiliki bentuk yang mengikuti cetakan. Salah satu bentuk yang dikenal adalah setengah lingkaran atau melengkung seperti perahu dengan ketebalan sekitar dua sentimeter.

Bagian luarnya dapat berwarna kecokelatan setelah dipanggang, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih hingga putih kekuningan.

Perpaduan tekstur menjadi salah satu daya tariknya. Bagian luar yang matang berpadu dengan bagian dalam yang lebih lembut sehingga memberikan sensasi berbeda ketika disantap dalam keadaan hangat.

Baca Juga: Sama-Sama Bernama Putu, Ternyata 3 Kue Tradisional Ini Punya Ciri Khas Berbeda

Kue Gandos dan Nostalgia Jajanan Pasar

Bagi sebagian masyarakat, gandos bukan hanya makanan ringan, tetapi juga menghadirkan nostalgia terhadap jajanan masa kecil. Keberadaannya di pasar tradisional maupun pedagang kaki lima menjadikannya bagian dari kehidupan kuliner masyarakat.

Di tengah maraknya makanan modern dengan berbagai varian rasa, gandos mempertahankan karakter sederhananya. Justru kesederhanaan tersebut yang membuatnya berbeda dan memiliki daya tarik tersendiri.

Baca Juga: Lumpia Semarang, Kuliner Legendaris dengan Keunikian Penyajiannya

Melestarikan Kuliner Tradisional

Keberadaan kue gandos menunjukkan bahwa kuliner tradisional tidak selalu harus mengikuti tren untuk tetap memiliki penggemar. Mempertahankan resep, cara memasak, serta keberadaan pedagang tradisional merupakan salah satu bentuk pelestarian kuliner lokal.

Baca Juga: Mengenal Asal-Usul Pecel, Kuliner Sederhana dengan Ciri Khas Beragam Daerah

Di sisi lain, inovasi juga dapat dilakukan tanpa menghilangkan karakter dasarnya. Kajian terbaru mengenai gandos di Surakarta menunjukkan adanya pengembangan produk, peningkatan proses produksi, hingga pemasaran digital sebagai bagian dari upaya mengembangkan kuliner tradisional tersebut.(Carrieolis Ratu Lathiifu)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : Wikipedia: Gandos, kajian Universitas Sebelas Maret
jajanan pasar carrieolis ratu kue gandos jajanan tadisional nostalgia