SOLOBALAPAN.COM-Berbicara tentang oleh-oleh khas Salatiga, Jawa Tengah, tidak hanya identik dengan enting-enting gepuk dan gethuk kethek.
Kota yang berada di antara Semarang dan Solo ini juga memiliki kuliner bercita rasa gurih yang cukup dikenal wisatawan, yaitu keripik paru.Olahan berbahan dasar paru sapi ini menjadi salah satu produk pangan yang kerap dibawa pulang sebagai buah tangan.
Keripik paru bahkan tercatat dalam kajian Produk Unggulan Daerah Kota Salatiga sebagai salah satu makanan ringan yang menjadi incaran wisatawan. Hal tersebut menunjukkan bahwa olahan paru sapi telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner dan produk unggulan Salatiga.
Baca Juga: Lumpia Semarang, Kuliner Legendaris dengan Keunikian Penyajiannya
Beebahan Dasar dari Paru Sapi yang Diolah Menjadi Keripik
Keripik paru dibuat menggunakan paru sapi sebagai bahan utama. Paru terlebih dahulu dibersihkan dan direbus hingga lunak. Setelah itu, paru diiris tipis dan diberi bumbu sebelum melalui proses pengeringan dan penggorengan.
Salah satu catatan mengenai pembuatan keripik paru Salatiga menyebutkan penggunaan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, ketumbar sangrai, dan garam. Irisan paru yang telah dibumbui kemudian dikeringkan sebelum digoreng hingga menghasilkan tekstur yang renyah.
Baca Juga: Serabi Ngampin, Keunikan Kuliner Tradisional Ambarawa yang Manis, Gurih, dan Sarat Tradisi
Proses tersebut menjadi bagian penting dalam menghasilkan keripik paru dengan tekstur khas. Irisan yang tipis memungkinkan paru menjadi lebih garing ketika digoreng, sementara bumbu memberikan cita rasa gurih dan aroma rempah.
Ciri Khas Keripik Paru Salatiga
Salah satu daya tarik keripik paru Salatiga adalah teksturnya yang renyah dengan rasa gurih. Beberapa sumber kuliner juga menggambarkan keripik paru Salatiga memiliki lapisan tepung yang relatif tipis sehingga tekstur dan serat paru masih terasa.
Baca Juga: Wingko Babat Semarang, Kuliner dengan Cita Rasa Kelapa yang Khas
Keripik ini dapat dinikmati sebagai camilan maupun sebagai pelengkap makanan. Bagi masyarakat Salatiga, keripik paru juga dapat disantap bersama nasi dan berbagai hidangan pendamping.
Cita rasanya yang gurih membuat keripik paru memiliki karakter berbeda dari keripik berbahan dasar singkong, kentang, atau tempe. Sensasi renyah berpadu dengan aroma khas paru dan bumbu rempah menjadikannya salah satu pilihan camilan bagi pencinta makanan gurih.
Buah Tangan yang Mudah Dibawa Pulang
Sebagai oleh-oleh, keripik paru memiliki keunggulan dari sisi kepraktisan. Produk yang telah digoreng hingga kering dapat dikemas dalam plastik atau wadah tertutup sehingga mudah dibawa dalam perjalanan.
Baca Juga: Kue Gambang Semarang, Jajanan Bernama Ganjel Rel dengan Rasa Manis dan Rempah
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Salatiga, keripik paru dapat menjadi pilihan buah tangan untuk keluarga maupun teman. Rasanya yang gurih membuatnya dapat langsung disantap sebagai camilan, sementara bentuknya yang kering membuatnya praktis untuk disimpan.
Popularitas keripik paru sebagai oleh-oleh juga masih terlihat dalam berbagai daftar kuliner Salatiga. Media kuliner dan perjalanan secara konsisten memasukkan keripik paru sebagai salah satu buah tangan yang dapat dibawa pulang dari kota tersebut.
Menjaga Kuliner Lokal Salatiga
Baca Juga: Menjelajah Museum Kereta Api Ambarawa, Menikmati Nostalgia Kereta Api Era Kolonial
Di balik renyahnya keripik paru, terdapat cerita mengenai kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan menjadi produk bernilai ekonomi. Keberadaan usaha keripik paru juga memberikan ruang bagi industri rumahan dan UMKM untuk terus mengembangkan produk pangan lokal.
Keripik paru pada akhirnya bukan sekedar camilan. Bagi Salatiga, makanan ini menjadi salah satu bagian dari identitas kuliner kota dan produk yang dapat memperkenalkan cita rasa lokal kepada wisatawan. (Carrieolis Ratu Lathiifu)
Editor : Kabun Triyatno