Sama-Sama Bernama Putu, Ternyata 3 Kue Tradisional Ini Punya Ciri Khas Berbeda

tim solobalapan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 19:15 WIB
Putu cangkir, putu ayu, dan putu pesse yang memiliki bentuk serta cita rasa khas masing-masing.(Dapur mama)
Putu cangkir, putu ayu, dan putu pesse memiliki bentuk serta cita rasa khas masing-masing.

SOLOBALAPAN.COM - Kue putu dikenal sebagai salah satu jajanan tradisional yang memiliki banyak variasi di Indonesia. Meski sama-sama memakai nama putu, bentuk, rasa, dan cara membuatnya bisa berbeda di setiap daerah. Putu cangkir, putu ayu, dan putu pesse menjadi tiga contoh yang punya karakter masing-masing.

1.Putu Cangkir

Putu cangkir merupakan kue tradisional dari Sulawesi Selatan. Sesuai namanya, kue ini menyerupai cangkir terbalik. Dalam penyebutan lokal, kue tersebut juga dikenal dengan putu cangkiri’.

Adonannya menggunakan tepung beras dan tepung ketan. Bagian tengahnya diisi dengan kelapa parut dan gula merah, kemudian dikukus hingga matang. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa manis dan gurih yang khas.

Bentuknya menjadi salah satu hal yang membuat putu cangkir berbeda. Jika beberapa kue putu memiliki bentuk yang lebih memanjang, putu cangkir justru pendek dengan bagian bawah yang lebih lebar.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Malaysia Malam Ini: Live Gratis di Indosiar & SCTV!

2.Putu Ayu

Putu Ayu punya tampilan yang mudah dikenali dari warna hijaunya. Kue ini banyak dijumpai sebagai jajanan pasar dengan tekstur lembut menyerupai bolu kukus.

Aroma pandan menjadi salah satu cirinya. Pada bagian atas terdapat kelapa parut yang memberikan rasa gurih untuk mengimbangi rasa manis adonan.

Adonan putu ayu kemudian dikukus menggunakan cetakan kecil hingga menghasilkan bentuk yang rapi. Perpaduan pandan dan kelapa membuat kue ini memiliki rasa serta aroma yang berbeda dari putu cangkir maupun putu pesse.

Baca Juga: Buka Gerai Surabi Solo di Jepang, WNI Ini Bikin Warga Lokal Ketagihan Jajanan Pasar

3,Putu Pesse

Putu pesse dikenal sebagai salah satu kue tradisional Bugis. Keunikannya justru terlihat dari proses pembuatannya. Adonan dimasukkan ke dalam cetakan lalu ditekan hingga padat sebelum dikeluarkan.

Nama pesse dalam bahasa Bugis berkaitan dengan proses menekan. Bahan yang digunakan antara lain tepung ketan, kelapa, dan gula merah.

Hasilnya memiliki tekstur yang lebih padat dengan perpaduan rasa manis dan gurih. Cara pembuatannya menjadi pembeda utama antara putu pesse yang lembut dan putu cangkir yang menonjolkan bentuknya.

Baca Juga: Mengenal Kepel, Buah Langka yang Menyimpan Sejarah di Tanah Jawa

Meski sama-sama menyandang nama putu, ketiganya punya ciri yang berbeda. Putu cangkir dikenal dari bentuknya yang menyerupai cangkir terbalik, putu ayu dengan tekstur lembut dan aroma pandan, sedangkan putu pesse punya keunikan dari proses pembuatannya yang ditekan hingga padat.

Kalau kamu sendiri, lebih penasaran mencoba putu cangkir, putu ayu, atau putu pesse? (Hanifatuz Zahra)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
hanifatuz zahra putu cangkir putu pesse jajanan tradisional putu ayu