Mango Sticky Rice, Sajian Ketan dan Mangga yang Melekat dengan Kuliner Thailand

tim solobalapan • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 09:41 WIB
Mango sticky rice, sajian ketan, santan, dan mangga yang dikenal dalam kuliner Thailand.(EinfachKochen)
Mango sticky rice, sajian ketan, santan, dan mangga yang dikenal dalam kuliner Thailand. (EinfachKochen)

SOLOABALAPAN.COM - Mango sticky rice menjadi salah satu makanan yang identik dengan Thailand. Sajian ini berupa ketan yang dimasak bersama santan dan gula, lalu disajikan dengan potongan mangga matang.

Tekstur ketannya yang pulen dan sedikit lengket berpadu dengan rasa gurih santan serta manisnya mangga. Kombinasi tersebut membuat mango sticky rice dikenal luas dan menjadi salah satu kuliner yang banyak ditemukan di Thailand.

Baca Juga: Prediksi Skor Persis Solo vs Persipura Jayapura: Ujian Konsistensi Laskar Sambernyawa di Sidoarjo!

Di balik kepopulerannya, makanan ini ternyata memiliki cerita yang cukup panjang. Sejarahnya tidak hanya berkaitan dengan Thailand, tetapi juga dengan perjalanan bahan utama yang digunakan.

Olahan ketan dengan santan dan gula sudah dikenal di Thailand sejak akhir periode Ayutthaya, sekitar 1351 hingga 1767. Pengolahan ketan tersebut kemudian terus berkembang pada masa pemerintahan Raja Rama II hingga Raja Rama V.

Meski demikian, belum ada catatan yang benar-benar memastikan kapan mangga mulai dipadukan dengan ketan manis hingga menjadi mango sticky rice seperti yang dikenal sekarang.

Baca Juga: Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik ke 116 usai Gilas Singapura, Kini Turun ke 119, Kok Bisa? Ini Penjelasannya

Ketan sendiri memiliki tradisi yang kuat di wilayah Isaan, Thailand bagian timur laut. Kawasan tersebut berbatasan langsung dengan Laos, yang juga menjadikan ketan sebagai bagian penting dari makanan sehari-hari.

Penggunaan ketan di Laos tidak hanya terbatas pada makanan utama. Bahan tersebut juga digunakan dalam berbagai sajian dan dikonsumsi bersama bahan lain, termasuk buah.

Ketan dan buah rupanya sudah lama ada dalam tradisi makan masyarakat Laos. Hal itu tercatat dalam laporan abad ke-19, meski sajian yang dimaksud belum dapat disebut sebagai mango sticky rice seperti yang dikenal saat ini.

Sementara itu, mangga memiliki sejarah yang berbeda. Buah ini telah dibudidayakan selama ribuan tahun di kawasan Asia Selatan hingga Asia Tenggara, termasuk India dan Indo-Burma.

Baca Juga: Keluarga Bermusyawarah, Guruh Soekarnoputra Dimakamkan di Samping Makam Ibunda Fatmawati di TPU Karet Bivak

Karena itu, mangga bukan tanaman yang khusus berasal dari Thailand. Buah tersebut sudah lebih dahulu tumbuh dan dibudidayakan di berbagai wilayah Asia sebelum digunakan dalam hidangan seperti mango sticky rice.

Jika melihat perjalanan kedua bahan tersebut, mango sticky rice tidak bisa dilepaskan dari perkembangan kuliner Asia Tenggara. Thailand kemudian menjadi negara yang membuat perpaduan ketan, santan, dan mangga memiliki identitas kuat sebagai satu hidangan.

Kini, mango sticky rice tidak hanya dikenal di Thailand, tetapi juga populer di beberapa negara Asia Tenggara. Meski bahan-bahannya memiliki jejak sejarah yang lebih luas, hidangan ini tetap lekat dengan kuliner Thailand hingga saat ini.(Hanifatuz Zahra)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : Berbagai Sumber, solobalapan.com
hanifatuz zahra MangoStickyRice kuliner thailand ketan jajanan khas