Mie Ayam Jakarta Dibilang Mirip Bakmi, Ini Bedanya dengan Racikan Mie Ayam Jawa

tim solobalapan • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 12:40 WIB
Mie ayam dan bakmi yang sekilas mirip, tetapi memiliki perbedaan pada tekstur, topping, dan cara penyajiannya.(Indozonefood)
Mie ayam dan bakmi sekilas mirip, tetapi memiliki perbedaan pada tekstur, topping, dan cara penyajiannya. 

SOLOABALAPAN.COM -  Mie ayam dan bakmi sekilas memang terlihat mirip. Sama-sama berisi mie, topping, dan bumbu. Tapi kalau diperhatikan, ada beberapa bagian yang membuat keduanya punya ciri berbeda.

Belakangan, perbedaan mie ayam juga ramai dibahas. Terutama soal racikan mie ayam di Jakarta yang dianggap berbeda dengan mie ayam yang biasa ditemui di sejumlah daerah Jawa Tengah.

Lalu, apa yang sebenarnya membedakan mie ayam dan bakmi?

Baca Juga: 21 Pemain Garuda Sudah Tiba di Jakarta! Luke Vickery Tak Sabar Jalani Debut di FIFA ASEAN Cup 2026

Tekstur dan Ukuran Mie

Yang paling gampang dibedakan tentu dari mienya. Bakmi umumnya punya tekstur yang lebih kenyal. Adonannya bisa dibuat dari tepung terigu dan telur, kemudian diolah dengan cara tertentu agar teksturnya tetap kenyal saat dimakan.

Mie ayam cenderung punya tekstur yang lebih lembut. Beberapa jenis menggunakan adonan sederhana dari tepung terigu dan air, meski ada juga yang memakai telur. Jadi, teksturnya tetap bisa berbeda tergantung racikan masing-masing penjual.

Ukuran mie juga bisa dilihat. Bakmi biasanya memakai mie yang lebih tipis dan kecil. Sementara mie ayam di sejumlah daerah menggunakan mie yang lebih tebal dan sedikit besar.

Cara mengolahnya pun bisa berbeda. Pada beberapa bakmi, mie yang sudah direbus dibilas terlebih dahulu agar proses matangnya berhenti dan teksturnya tetap terjaga.

Baca Juga: Di Tengah Gelombang El Nino, BMKG Rilis Peringatan Hujan di Deretan Kota Besar Hari Ini!

Setelah itu, mie dicampur dengan minyak ayam atau minyak wijen. Selain supaya tidak lengket, minyak tersebut juga membuat aroma mie lebih terasa.

Pada mie ayam, mie yang sudah direbus biasanya langsung dicampur dengan minyak dan bumbu dasar. Setelah itu baru diberi topping ayam.

Baca Juga: Geger OTT KPK Bolaang Mongondow Utara! Uang Ratusan Juta Disita dari Tangan Bupati Sirajudin Lasena

Topping dan Kuah

Kalau soal topping, perbedaannya juga cukup mudah terlihat. Beberapa bakmi menggunakan ayam dengan warna yang lebih pucat karena bumbunya tidak terlalu pekat.

Mie ayam, terutama yang banyak ditemui di sejumlah daerah Jawa, lebih dikenal dengan topping ayam yang dimasak dengan kecap dan rempah. Warnanya pun menjadi cokelat dengan rasa manis gurih.

Tapi topping bakmi tidak selalu ayam. Ada yang menggunakan jamur, daging sapi, seafood, hingga topping lainnya. Pangsit dan bakso juga sering disajikan.

Baca Juga: Sebelum Berburu Paus, Warga Lamalera Ternyata Punya Ritual untuk Memanggilnya

Sementara itu, mie ayam biasanya ditemani ayam kecap, sawi, daun bawang, dan sambal. Pangsit goreng atau bakso juga bisa ditambahkan.

Cara menyajikan kuahnya juga berbeda. Pada beberapa bakmi, kuah disajikan di mangkuk terpisah. Kuah tersebut kemudian bisa ditambahkan sesuai selera.

Sedangkan pada mie ayam, kuah biasanya disajikan bersama mie dan topping dalam satu mangkuk.

Meski begitu, pembagian tersebut tidak bisa dijadikan aturan mutlak. Bakmi dan mie ayam sama-sama punya banyak variasi. Racikan dari satu penjual bisa berbeda dengan penjual lainnya.

Baca Juga: Merayakan Hari Badak Sedunia, Badak Jawa Cuma Bisa Ditemukan di Satu Tempat

Jadi, apakah bakmi dan mie ayam sama? Keduanya memang sama-sama berbahan dasar mie, tetapi penyebutan dan racikannya bisa berbeda. Tekstur, ukuran mie, topping, bumbu, hingga cara penyajian membuat keduanya punya karakter masing-masing.

Itulah sebabnya mie ayam yang ditemui di Jakarta belum tentu sama dengan yang biasa disantap di Jawa Tengah. Bukan berarti salah satu tidak sesuai, tetapi bisa saja memang berbeda gaya racikannya. (Hanifatuz Zahra)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
hanifatuz zahra Kuliner Indonesia bakmi fakta kuliner mie ayam