SOLOBALAPAN.COM - Sebelum mochi hadir dengan beragam isian dan topping seperti sekarang, ada mochi jadul yang tampil lebih sederhana. Bentuknya kecil dan bulat, bagian luarnya ditaburi tepung, sedangkan di dalamnya terdapat kacang tanah dengan rasa manis gurih.
Mochi seperti ini cukup lekat dengan kuliner Sukabumi. Jajanan berbahan dasar tepung ketan tersebut sudah lama dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas dari daerah tersebut.
Baca Juga: Matahari Tepat di Atas Khatulistiwa pada 23 September, Apa yang Terjadi pada Bumi?
Dulu, isian kacang menjadi salah satu jenis isian yang mudah ditemukan pada mochi. Kulitnya yang kenyal dipadukan dengan kacang tanah yang telah diolah menjadi isian, sehingga menghasilkan perpaduan tekstur dan rasa yang khas.
Taburan tepung di bagian luar juga menjadi salah satu ciri mochi tradisional. Lapisan tersebut membantu bagian mochi tidak saling menempel ketika disusun sekaligus membuat permukaannya terlihat putih.
Kemasan mochi zaman dulu juga memiliki bentuk yang berbeda dari banyak produk modern. Mochi tradisional Sukabumi dikenal menggunakan wadah bambu atau besek sebagai kemasannya.
Ciri tersebut membuat mochi klasik tidak hanya dikenali dari rasa dan teksturnya, tetapi juga dari bentuk penyajiannya. Besek menjadi salah satu bagian yang cukup lekat dengan mochi Sukabumi sejak dulu.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Punya “Telur Ceplok”, Ternyata Warna Kuning dan Putih Ini Bukan Telur
Keberadaan mochi dengan bentuk lama tersebut juga masih bertahan hingga sekarang. Sejumlah usaha mochi di Sukabumi telah berjalan selama puluhan tahun dan tetap menyediakan varian dengan isian kacang.
Mochi A Yani, misalnya, telah dikenal sejak sekitar 1970-an. Usaha tersebut masih mempertahankan mochi dengan isian kacang tanah serta varian original tanpa isian.
Selain itu, ada Mochi Lampion yang mulai diproduksi pada 1983. Keberadaan usaha-usaha tersebut menunjukkan bahwa mochi dengan karakter klasik masih menjadi bagian dari kuliner Sukabumi hingga sekarang.
Baca Juga: Masih Ingat Ooglies? Ternyata Kartun Ini Punya Konsep yang Beda dari Kartun Anak pada Umumnya
Seiring berkembangnya selera konsumen, mochi kemudian hadir dengan pilihan yang semakin beragam. Tidak hanya kacang, isian mochi kini dapat berupa cokelat, keju, stroberi, pandan, hingga matcha.
Perubahan juga terlihat pada tampilan dan kemasannya. Mochi masa kini banyak dibuat dengan warna, bentuk, dan penyajian yang lebih beragam dibandingkan dengan versi tradisional.
Meski begitu, mochi klasik tetap memiliki ciri yang cukup mudah dikenali. Kulit berbahan tepung ketan memberikan tekstur kenyal, sementara bagian dalamnya dapat diisi dengan kacang yang memberikan rasa gurih dan manis.
Dari bentuk hingga isiannya, mochi klasik memang tampil lebih sederhana dibandingkan dengan varian yang banyak ditemui sekarang. Kulit ketan yang kenyal, taburan tepung, dan isian kacang menjadi ciri yang masih melekat pada mochi tradisional Sukabumi.
Varian baru boleh terus bermunculan, tetapi mochi isi kacang tetap menjadi salah satu versi lama yang masih dikenal sampai sekarang.(Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber