Rambut Monte Blitar, Wisata Religi di Lereng Kelud dengan Telaga Jernih dan Ikan Dewa

tim solobalapan • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 12:46 WIB
Telaga Rambut Monte
Rambut Monte Blitar menawarkan telaga jernih, Candi Rambut Monte, Ikan Dewa, dan legenda Mbah Monte

BLITAR, SOLOBALAPAN.COM – Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menyimpan beragam destinasi wisata yang memadukan keindahan alam, sejarah, budaya, dan religi. Salah satunya adalah Rambut Monte, kawasan wisata yang berada di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari.

Berada di kawasan antara lereng Gunung Kelud dan Gunung Kawi, Rambut Monte menawarkan suasana yang sejuk dan asri. Daya tarik kawasan ini bukan hanya telaga dengan airnya yang jernih, tetapi juga keberadaan situs peninggalan sejarah serta cerita legenda yang berkembang di tengah masyarakat.

Rambut Monte juga dikenal sebagai kawasan yang memiliki nilai religi bagi umat Hindu. Tempat tersebut dipercaya telah digunakan sebagai lokasi pemujaan sejak masa Kerajaan Majapahit sehingga oleh masyarakat setempat dianggap sebagai kawasan yang sakral.

Asal-usul Nama Rambut Monte

Nama Rambut Monte memiliki cerita tersendiri. Dalam penuturan masyarakat, kata “rambut” dikaitkan dengan kata buyut yang disingkat menjadi “but”, kemudian mendapatkan awalan “ra” sebagai bentuk penghormatan. Rambut kemudian dimaknai sebagai tempat suci yang dihormati.

Baca Juga: Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Buka Suara Soal Fahd Arafiq Terjaring OTT KPK: Ini Musibah, Kami Terpukul

Sementara itu, kata “monte” dikaitkan dengan nama tumbuhan yang memiliki buah atau biji dengan bentuk melengkung.

Kisah mengenai asal-usul nama tersebut menjadi bagian dari cerita budaya yang melekat pada kawasan Rambut Monte hingga sekarang.

Candi Rambut Monte Peninggalan Masa Kerajaan

Di kompleks wisata tersebut terdapat Candi Rambut Monte, yang berada di sisi kanan kawasan. Bangunan candi terbuat dari batu andesit dan disebut memiliki panjang sekitar 292 sentimeter, lebar 296 sentimeter, serta tinggi 85 sentimeter.

Kondisi candi saat ini diperkirakan sudah tidak utuh. Bagian atapnya telah runtuh sehingga bagian yang masih terlihat terdiri atas Kamadathu atau kaki candi dan Rupadhatu atau badan candi.

Keberadaan candi tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati perpaduan antara wisata alam dan jejak sejarah di Blitar.

Telaga Jernih dan Legenda Mbah Monte

Daya tarik lain yang membuat Rambut Monte berbeda adalah keberadaan telaga berair jernih. Di salah satu titik telaga terdapat bagian air yang tampak seperti pusaran dengan warna biru jernih.

Telaga tersebut juga memiliki dua sumber mata air yang terus mengalirkan air. Kejernihan air serta suasana alam di sekitarnya membuat kawasan ini terasa asri.

Di balik keindahan telaga, terdapat legenda yang berkembang secara turun-temurun mengenai asal-usul kawasan tersebut.

Konon, pada masa lampau terjadi pertarungan antara Mbah Monte, Rahwana, dan seekor naga. Dalam cerita rakyat tersebut, pertarungan akhirnya dimenangkan Mbah Monte.

Rahwana dan naga kemudian dikisahkan mendapatkan kutukan hingga berubah menjadi bangunan yang berada di kawasan tersebut. Salah satunya digambarkan sebagai candi berbentuk monyet, sementara keberadaan relief berbentuk naga juga dikaitkan dengan cerita tersebut.

Setelah peristiwa itu, Mbah Monte disebut berpesan kepada para muridnya agar menjaga bangunan candi dengan baik.

Baca Juga: Detik-Detik Dramatis di Mojolaban Sukoharjo! Saminem Berhasil Selamatkan Suami dari Kobaran Api BBM

Namun, dalam legenda tersebut, salah seorang murid tidak mengindahkan pesan sang guru. Murid tersebut kemudian dikisahkan mendapat kutukan dan berubah menjadi ikan yang hidup di telaga.

Ikan Dewa yang Dianggap Sakral

Telaga Rambut Monte juga memiliki cerita lain mengenai keberadaan ikan yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai Ikan Dewa atau Ikan Sengkaring.

Ikan tersebut disebut memiliki bentuk menyerupai ikan wader dengan ukuran yang dapat mencapai sekitar 60 sentimeter. Dalam legenda masyarakat, ikan-ikan tersebut dipercaya sebagai jelmaan prajurit Majapahit.

Keberadaan Ikan Dewa turut memperkuat kesakralan kawasan Rambut Monte. Bahkan, berkembang kepercayaan di masyarakat bahwa jumlah ikan tersebut tidak bertambah maupun berkurang sejak dahulu.

Kisah tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan legenda lokal yang berkembang di kawasan Rambut Monte.

Artefak Kala yang Tak Biasa

Selain candi dan telaga, terdapat pula artefak yang bentuknya menyerupai Lingga Yoni di bagian depan kawasan.

Di area tersebut juga terdapat relief atau bentuk kepala Kala yang memiliki penggambaran berbeda dari sosok Kala yang lazim ditemukan dalam sejumlah peninggalan candi.

Jika umumnya Kala digambarkan sebagai kepala raksasa dengan rambut gimbal, tanduk, serta taring, bentuk yang terdapat di kawasan Rambut Monte justru disebut menyerupai kepala manusia dalam posisi merangkak.

Baca Juga: Lengkapi Kuota Pemain Asing! de Red FC Resmi Rekrut Eks Gelandang Kreatif Persis Solo Dimitri Lima

Keberadaan berbagai peninggalan tersebut membuat Rambut Monte memiliki daya tarik tersendiri. Wisatawan tidak hanya disuguhi panorama telaga yang jernih dan udara sejuk, tetapi juga dapat mengenal jejak sejarah, tradisi religi, serta cerita rakyat yang diwariskan masyarakat sekitar.

Rambut Monte pun menjadi salah satu kawasan wisata di Kabupaten Blitar yang mempertemukan alam, sejarah, budaya, dan kepercayaan lokal dalam satu destinasi. (Adhima Aulia)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : disbudpar.blitarkab.go.id: Rambut Monte, solobalapan.com
adhima aulia telaga rambut monte Gunung Kelud blitar wisata alam