SOLOBALAPAN.COM - Singkong biasanya dikenal dengan rasa yang sederhana dan cenderung tawar. Namun, setelah diolah menjadi tape, rasanya berubah menjadi manis, teksturnya lebih lembut, dan muncul aroma khas fermentasi. Bahkan, pada tape yang sudah matang terkadang terasa sedikit sensasi alkohol.
Perubahan itu bukan terjadi begitu saja. Ada proses fermentasi yang membuat singkong mengalami perubahan rasa, aroma, dan tekstur setelah diberi ragi.
Dalam pembuatan tape, singkong yang telah dimasak terlebih dahulu diberi ragi kemudian diperam selama beberapa hari. Selama proses tersebut, mikroorganisme dalam ragi bekerja mengubah kandungan yang terdapat di dalam singkong.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Angin Kencang 48 Km/Jam Kepung Jawa Timur, Waspada Gelombang Angin Australia!
Salah satu kandungan utama singkong adalah pati. Ketika proses fermentasi berlangsung, pati tersebut dipecah menjadi gula yang lebih sederhana. Inilah salah satu alasan tape memiliki rasa manis yang berbeda dari singkong sebelum difermentasi.
Setelah gula terbentuk, proses belum selesai. Sebagian gula kemudian difermentasi oleh ragi dan menghasilkan etanol atau alkohol serta karbon dioksida. Hasil fermentasi tersebut ikut memberikan aroma dan rasa khas yang biasa ditemukan pada tape.
Itulah sebabnya tape tidak hanya terasa manis. Ada pula sedikit rasa asam dan aroma fermentasi yang muncul ketika tape sudah matang. Teksturnya juga berubah menjadi lebih lunak dan berair dibandingkan singkong sebelum diperam.
Baca Juga: Namanya Elek-elekan, Kuliner Khas Solo Ini Ternyata Terbuat dari Pangkal Lidah Sapi
Hasil akhirnya bisa berbeda antara satu tape dengan lainnya. Jenis singkong, ragi yang digunakan, lama pemeraman, hingga kondisi selama fermentasi dapat memengaruhi rasa, aroma, tekstur, dan kandungan hasil fermentasi.
Ragi tape juga bukan hanya terdiri dari satu jenis mikroorganisme. Di dalamnya terdapat beberapa jenis mikroorganisme yang bekerja selama proses fermentasi. Sebagian membantu memecah pati menjadi gula, sedangkan yang lain berperan dalam pembentukan alkohol, asam, serta senyawa yang menghasilkan aroma dan cita rasa khas.
Karena proses itulah singkong yang awalnya tawar bisa berubah menjadi makanan dengan rasa manis dan aroma yang cukup kuat. Semakin lama proses fermentasi berlangsung, karakter tape juga dapat mengalami perubahan.
Baca Juga: Marc Marquez Juara MotoGP San Marino 2026, Jorge Martin Terpuruk Usai Sempat Memimpin
Meski menghasilkan etanol, kandungan alkohol pada tape tidak selalu sama. Jumlahnya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor selama proses pembuatan. Jadi, tape tidak bisa begitu saja disamakan dengan minuman beralkohol karena karakter dan proses konsumsinya berbeda.
Selain dimakan langsung, tape juga sering digunakan sebagai bahan berbagai makanan. Rasanya yang manis membuat tape mudah dipadukan dengan bahan lain, misalnya diolah menjadi tape goreng, campuran es, colenak, atau aneka kue.
Dari bahan yang sederhana, proses fermentasi membuat singkong memiliki karakter baru. Rasa manis, tekstur lembut, aroma khas hingga sedikit sensasi alkohol yang muncul merupakan hasil perubahan yang berlangsung selama singkong diperam bersama ragi.
Jadi, di balik seporsi tape singkong yang manis, ada proses fermentasi yang membuat makanan tradisional ini memiliki rasa dan aroma yang berbeda dari bahan asalnya. (hanifatuz zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber