Ini Kue Leker Legendaris sejak 1968 di Solo yang Banyak Diburu

tim solobalapan • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 07:30 WIB
Kue leker dengan kulit tipis dan renyah serta isian pisang, cokelat, dan keju. (TikTok)
Kue leker dengan kulit tipis dan renyah serta isian pisang, cokelat, dan keju. 

SOLOBALAPAN.COM - Tipis, renyah, dan dilipat setelah diberi isian. Kue leker menjadi salah satu jajanan sederhana yang masih mudah ditemui hingga sekarang. Di Solo, ada Leker Super Joss Bp. Fathoni yang telah dikenal dengan leker sejak 1968.

Leker dibuat dari adonan yang dituangkan tipis di atas cetakan panas. Adonan kemudian diratakan hingga tipis dan dimasak hingga matang. Sebelum diangkat, bagian tengahnya diberi isian lalu dilipat.

Baca Juga: Geek Fam Akhirnya Pecah Telur di MPL ID S18, ONIC Jadi Korban Week 5 Day 1

Cara membuat tersebut menghasilkan karakter leker yang khas. Bagian kulit yang terkena panas terasa lebih garing, sedangkan bagian tengah berpadu dengan isian yang memberikan cita rasa khas.

Pisang menjadi salah satu isian yang digunakan. Potongan pisang raja dapat dipadukan dengan cokelat maupun keju. Perpaduan kulit leker yang renyah dengan pisang yang manis membuat jajanan ini memiliki rasa yang sederhana, tetapi mudah dikenali.

Selain isian yang sudah dikenal, pilihan rasa juga berkembang mengikuti selera. Berbagai tambahan mulai digunakan untuk memberikan pilihan yang lebih beragam, sementara karakter dasar leker tetap dipertahankan.

Baca Juga: Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda! Tim SAR Gempur Jalur Laut dan Udara

Nama Bp. Fathoni sendiri sudah dikaitkan dengan leker di kawasan Gajahan sejak 1968. Pada awalnya, leker tersebut dijajakan keliling di sekitar kawasan Gajahan. Seiring waktu, usaha tersebut berkembang dan diteruskan oleh keluarga pada generasi berikutnya.

Nama Leker Super Joss Bp. Fathoni kemudian digunakan sebagai identitas usaha. Nama tersebut juga telah tercatat sebagai merek untuk produk kue leker dan sejumlah makanan ringan berbahan tepung.

Jejak “1968” tidak hanya menjadi bagian dari nama. Hingga 2025, Leker Gajahan Bp. Fathoni Solo 1968 masih tercatat dalam sejumlah kegiatan kuliner. Sajian yang ditampilkan antara lain leker dengan isian pisang, cokelat dan keju.

Baca Juga: “Aku yang Pink, Kamu yang Ungu!” Kenapa Barbie Begitu Melekat dengan Masa Kecil?

Lebih dari lima dekade berlalu, bentuk dasar jajanan ini tetap sederhana. Adonan tipis dimasak di atas cetakan, diberi isian, lalu dilipat. Justru dari proses tersebut muncul ciri yang membuat leker mudah dibedakan dari jajanan lainnya.

Leker Super Joss Bp. Fathoni menjadi salah satu jajanan Solo yang menarik untuk dikenalkan karena usianya yang panjang sekaligus bentuk makanannya yang tetap sederhana. Di balik kulit tipis dan renyahnya, ada nama yang telah melekat pada jajanan leker sejak 1968. (hanifatuz zahra)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
leker gajahan jajanan legendaris jajanan kuliner Solo leker