SOLOBALAPAN.COM - Bubur sumsum dan serabi biasanya disajikan terpisah. Namun, di Semarang, kedua jajanan tersebut dapat dipadukan dalam satu mangkuk.
Sajian ini berisi bubur sumsum dengan beberapa serabi berukuran mini. Di atasnya ditambahkan kuah santan dan kinca atau larutan gula merah.
Bubur sumsum memberikan tekstur yang lembut dan rasa yang gurih. Sementara itu, serabi mini memiliki tekstur yang lebih kenyal dengan aroma santan dari adonannya.
Kuah santan kemudian menambah rasa gurih, sedangkan kinca memberikan rasa manis. Ketika semuanya disantap bersamaan, rasa gurih dan manis berpadu dengan tekstur lembut bubur sumsum dan serabi.
Serabi yang ada dalam sajian ini berukuran kecil. Adonannya dibuat dari bahan dasar tepung beras dan santan, sehingga rasanya tetap gurih meski disandingkan dengan bubur sumsum dan kinca.
Baca Juga: Life Jacket Ditemukan di Selat Sunda, Basarnas Cek Kepemilikan 5 Jurnalis yang Hilang
Penyajiannya pun cukup sederhana. Bubur sumsum ditempatkan dalam mangkuk, lalu diberi beberapa serabi mini. Setelah itu, kuah santan dan kinca dituangkan di atasnya.
Perpaduan tersebut membuat satu mangkuk berisi beberapa tekstur sekaligus. Ada bubur sumsum yang lembut, serabi yang lebih padat, serta kuah santan dan kinca yang memberikan rasa gurih-manis.
Baca Juga: Buntut Pembatalan Konser di Batam Imbas Polemik Bagasi, Honor Manggung Juicy Luicy Ikut Disorot
Sajian bubur sumsum dengan serabi mini ini masih dapat ditemukan di beberapa tempat di Semarang. Bagi pencinta jajanan tradisional, perpaduan tersebut bisa menjadi salah satu pilihan kuliner yang menarik untuk dicicipi saat berada di Kota Semarang. (hanifatuz zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber