SOLOBALAPAN.COM - Lento, lentho, mento, atau kolomuncang? Sebutan untuk jajanan berbahan singkong ini bisa berbeda di beberapa daerah.
Bentuknya sederhana. Sekilas, jajanan ini tampak seperti gorengan pada umumnya. Namun, bahan yang digunakan untuk membuat lento memiliki cita rasa khas.
Baca Juga: Awal September Terasa Panas Banget, Kenapa Ya? Ini Penjelasan BMKG
Lento dibuat dari singkong yang diparut, kemudian dicampur dengan bahan lain seperti kacang tolo atau kacang tanah, kelapa parut, serta bumbu. Adonan tersebut kemudian dibentuk dan digoreng hingga bagian luarnya berubah menjadi kecokelatan.
Dalam sejumlah olahan, bumbu yang digunakan antara lain bawang putih, kencur, ketumbar, garam, dan daun jeruk. Perpaduan bahan tersebut membuat rasa lento cenderung gurih dengan aroma bumbu yang cukup terasa.
Teksturnya juga menjadi salah satu ciri yang mudah dikenali. Bagian luar dapat terasa renyah setelah digoreng, sedangkan bagian dalamnya lebih padat karena menggunakan singkong sebagai bahan utama.
Di wilayah Boyolali dan sekitarnya, lento juga dikenal dalam beberapa bentuk. Ada yang dibuat lebih kering dan renyah, sementara ada pula yang teksturnya lebih empuk. Keduanya tetap menggunakan bahan dasar yang hampir sama.
Jajanan ini pun tidak selalu disantap sebagai camilan. Dalam kuliner tradisional Jawa, lento kerap menjadi pelengkap makanan berkuah, salah satunya soto. Rasa gurih dan teksturnya membuat lento bisa disantap dengan kuah maupun dimakan langsung.
Menariknya, penyebutan jajanan ini tidak selalu sama. Nama lentho cukup dikenal sebagai sebutan lain untuk olahan berbahan singkong dan kacang. Beberapa daerah menyebutnya dengan nama kolomuncang atau mento.
Perbedaan nama tersebut membuat jajanan sederhana ini cukup menarik untuk dikenali. Bahan dasarnya tidak jauh berbeda, tetapi penyebutannya dapat mengikuti kebiasaan masyarakat di masing-masing daerah.
Di tengah banyaknya pilihan jajanan kekinian, lento justru memiliki daya tarik dari kesederhanaannya. Singkong, kacang, kelapa, dan bumbu diolah menjadi gorengan yang bisa dinikmati sebagai camilan maupun pendamping makanan.
Karena itu, ketika mendengar nama lento, belum tentu semua orang menyebutnya dengan nama yang sama. Bisa jadi, di daerah lain jajanan tersebut justru lebih dikenal dengan sebutan yang berbeda.
Lalu, di daerahmu jajanan ini disebut apa? Lento, lentho, kolomuncang, atau punya nama lain?
(hanifatuz zahra)
Sumber : Berbagai Sumber