SOLOBALAPAN.COM - Masih ada yang ingat roti kijing?
Jajanan sederhana ini mungkin pernah menjadi teman nyemil masa kecil.
Terutama bagi mereka yang dulu terbiasa menemukan camilan seperti ini di pasar atau toko roti.
Sampai kini, bentuknya tidak pernah berubah.
Tidak ada topping berwarna-warni atau isian yang berlapis-lapis.
Roti kijing masih tampil sederhana, tetapi dari situlah kenangan tentang jajanan ini kembali muncul.
Baca Juga: Buntut Kerusuhan Mencekam di Pejompongan: 315 Orang Diamankan Polisi, 1 Warga Lokal Meninggal Dunia
Roti kijing juga disebut roti santan. Penggunaan santan menghasilkan rasa gurih yang berpadu dengan rasa manis.
Perpaduan sederhana tersebut menjadi salah satu ciri yang membuatnya berbeda dari roti modern yang kini hadir dengan berbagai pilihan.
Selain rasanya, nama roti ini juga cukup mencuri perhatian.
Dalam bahasa Jawa, kijing dapat berarti batu nisan.
Bentuk roti yang memanjang kemudian dikaitkan dengan bentuk kijing atau nisan makam tradisional Jawa.
Namun, kata kijing ternyata memiliki arti lain.
Istilah tersebut juga digunakan untuk menyebut sejenis kerang air tawar yang hidup di sungai maupun danau.
Karena itu, cerita di balik nama roti kijing memiliki lebih dari satu kemungkinan.
Baca Juga: Lini Serang Makin Mengerikan! Eks Arema FC Irsyad Maulana Resmi Gabung Persis Solo
Dari teksturnya, roti ini juga memiliki bentuk yang mudah dikenali.
Teksturnya cenderung padat dengan perpaduan rasa manis dan gurih.
Menyantapnya bersama teh atau kopi hangat menjadi pilihan sederhana yang cocok dipadukan dengan jajanan ini.
Di masa lalu, camilan tidak harus memiliki tampilan yang ramai untuk menjadi daya tarik.
Roti sederhana bisa dibeli untuk sarapan, dibawa sebagai bekal, atau sekadar dimakan untuk membantu mengganjal perut.
Kenangan seperti itu pula yang membuat jajanan lama masih menarik untuk dikenang.
Roti kijing memiliki jejak di sejumlah wilayah di sekitar Jogja dan Solo Raya.
Di Boyolali, misalnya, roti kijing pernah diproduksi dan dipasarkan melalui pasar-pasar setempat.
Selain itu, ada roti santan yang masih diproduksi di Sukoharjo.
Kini, roti kijing mungkin sudah tidak mudah dijumpai seperti dulu.
Beragam kreasi roti terus bermunculan, tetapi cita rasa jajanan lama seperti ini tetap menjadi bagian dari kenangan masa kecil.
Kadang, makanan yang paling mudah diingat justru bukan yang punya banyak rasa atau tampilan menarik.
Ada makanan yang cukup hadir dalam keseharian, lalu namanya kembali muncul ketika kita membicarakan masa lalu.
Baca Juga: The Jakmania Beneran Boikot JIS! Kapten Persija Rizky Ridho Buka Suara: Kami Butuh Mereka
Roti kijing mungkin salah satunya. Namanya masih terdengar akrab bagi sebagian orang, meski sekarang sudah tidak sering terlihat seperti dulu.
Kalau kamu pernah makan, masih ingat rasanya? (Hanifatuz Zahra)
Editor : Ferry Ardi Susanto