SOLOBALAPAN.COM - Soto khas Boyolali kini hadir di Madinah, Arab Saudi. Spesial Soto Boyolali (SSB) Hj. Hesti membuka gerai permanen di Building No. 2648, Abdul Rahman bin Auf, yang berjarak sekitar lima menit berjalan kaki dari Masjid Nabawi.
Lokasi tersebut dapat dijangkau melalui Pintu 328 dan 329 Masjid Nabawi. Gerai ini menjadi tempat baru bagi usaha kuliner asal Boyolali yang sebelumnya sudah lebih dulu beroperasi di Makkah.
Usaha SSB Hj. Hesti sendiri telah berdiri sejak 2002. Saat itu, namanya masih Soto Sedaap Boyolali. Seiring perkembangan usaha, nama tersebut kemudian berubah menjadi Spesial Soto Boyolali (SSB) Hj. Hesti Widodo pada 2021.
Baca Juga: 5 Manfaat Pure Matcha untuk Kulit Wajah, Bantu Cerahkan Kulit hingga Atasi Jerawat
Perkembangannya tidak hanya terjadi di Boyolali. Hingga kini, SSB Hj. Hesti disebut memiliki 88 gerai yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Bisnis tersebut menjadi bagian dari perjalanan usaha sebelum akhirnya berkembang ke Arab Saudi.
Makkah menjadi kota pertama yang dipilih. Pada musim haji 2024, Soto Boyolali hadir di tiga lokasi sementara untuk melayani jemaah haji asal Indonesia selama berada di Tanah Suci.
Pengalaman di Makkah kemudian berlanjut ke Madinah. Berbeda dengan lokasi di Makkah yang digunakan sementara selama musim haji, gerai di Madinah dibuka sebagai lokasi permanen. Dengan begitu, aktivitas penjualan dapat berlangsung di luar periode musim haji.
Menu yang ditawarkan tetap mengikuti sajian yang dikenal di Indonesia. Soto kuah bening menjadi salah satu menu utama, dilengkapi dengan sejumlah makanan pendamping yang juga tersedia di gerai SSB Hj. Hesti.
Baca Juga: Dongker Gelar Perayaan Musik Dan Aksi Sosial Jelang Rilis Melankolia Radikal
Kehadiran makanan Indonesia di Madinah juga berkaitan dengan banyaknya jemaah dari Indonesia yang berada di kota tersebut. Selain itu, Madinah menjadi tempat yang didatangi jemaah dari berbagai negara, sehingga pengunjung gerai tidak terbatas pada masyarakat Indonesia.
Bagi pengelola, pembukaan gerai di Arab Saudi tidak hanya berkaitan dengan penambahan lokasi usaha. Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari rencana untuk memperkenalkan makanan Indonesia kepada konsumen di luar negeri.
Selain pengembangan usaha, keberadaan gerai di Arab Saudi juga berkaitan dengan karyawan. Para pekerja yang ditugaskan di sana berasal dari Indonesia dan ditempatkan secara bergilir.
Baca Juga: Biodata Ayu Zhafira Amalia Kynbråten: Finalis Miss Norway 2026 yang Bangga Berdarah Indonesia
Sistem tersebut menjadi bagian dari tujuan pengelola untuk memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menjalankan ibadah haji maupun umrah. Dengan penempatan secara bergiliran, kesempatan tersebut dapat diberikan kepada lebih banyak pekerja.
Kehadiran gerai permanen di Madinah menjadi langkah lanjutan setelah sebelumnya mencoba beroperasi di Makkah. Kini, SSB Hj. Hesti memiliki lokasi usaha di dua kota di Arab Saudi.
Dari usaha yang bermula dengan nama Soto Sedaap Boyolali pada 2002, SSB Hj. Hesti berkembang menjadi jaringan kuliner dengan 88 gerai di Indonesia sebelum memperluas usahanya ke Arab Saudi. Soto khas Boyolali tersebut kini dapat ditemukan di Makkah dan Madinah, membawa sajian dari daerah asalnya ke luar negeri.(Hanifatuz Zahra)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : Berbagai Sumber, solobalapan.com