Dikenal dengan Nama Berbeda, 5 Kuliner Ini Punya Banyak Sebutan di Berbagai Daerah

Adi Pras • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:04 WIB
Odading atau
Odading atau Roti Bantal ( AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM - Pernah membeli jajanan di luar daerah dan menemukan makanan yang bentuknya familiar, tetapi namanya justru berbeda? Hal ini cukup umum di Indonesia.

Satu kuliner bisa memiliki sebutan yang berbeda di tiap daerah, meski bahan dan cara pengolahannya hampir sama.

Perbedaan nama tersebut tidak lepas dari pengaruh bahasa, budaya, dan kebiasaan masyarakat setempat.

Baca Juga: Di Balik “Laut Bercerita”, Dua Fotografer Senior Bantu Hidupkan Suasana 1998

Menariknya, beberapa jajanan yang selama ini dikenal dengan satu nama ternyata punya sebutan lain di daerah berbeda. Berikut beberapa di antaranya.

1. Bakwan, Ote-ote, hingga Bala-bala

Gorengan berisi campuran tepung dan sayuran ini menjadi salah satu jajanan yang mudah ditemukan di berbagai daerah.

Biasanya, adonan tepung dicampur dengan wortel, kol, tauge, dan daun bawang, kemudian digoreng hingga bagian luarnya renyah.

Baca Juga: Patah Hati, Lalu Lari: Ketika Olahraga Jadi Cara Mengalihkan Diri

Di Jabodetabek, makanan ini lebih dikenal sebagai bakwan. Sementara itu, masyarakat Jawa Timur banyak menyebutnya ote-ote. Di Bandung dan sejumlah wilayah Jawa Barat, gorengan serupa dikenal dengan nama bala-bala.

Meski memiliki sebutan berbeda, ketiganya memiliki ciri yang hampir sama dan sama-sama menjadi favorit sebagai camilan atau teman makan.

2. Martabak Manis dan Terang Bulan

Penyebutan martabak manis dan terang bulan kerap berbeda tergantung daerahnya. Keduanya merujuk pada jajanan dari adonan tepung yang dipanggang, kemudian diberi berbagai pilihan isian atau topping.

Di sejumlah daerah, makanan ini lebih populer disebut martabak manis, sedangkan di wilayah lain dikenal sebagai terang bulan.

Baca Juga: Pose “Mangu” Saat Berdoa, Fadly Faisal dan Maudy Effrosina Rayakan 2 Tahun Pacaran Beda Agama

Bahkan, di Bangka terdapat sebutan Hok Lo Pan, sementara masyarakat Pontianak mengenalnya sebagai apam pinang. Perbedaan nama inilah yang membuat jajanan satu ini menarik ketika ditemui di berbagai daerah.

3. Klepon dan Onde-onde

Klepon dikenal sebagai jajanan berbentuk bulat dengan tekstur kenyal, biasanya dibuat dari tepung ketan dan diisi gula merah. Setelah direbus, klepon diberi lapisan kelapa parut yang membuat rasanya semakin gurih.

Namun, nama klepon ternyata tidak selalu digunakan di semua daerah. Di sejumlah wilayah Sumatra, jajanan yang serupa disebut onde-onde.

Baca Juga: Sering Jadi Teman Makan,Benarkah Kebiasaan Minum Es Teh Setelah Makan Bisa Berdampak bagi Kesehatan?

Penyebutan tersebut cukup menarik karena di Jawa, nama onde-onde justru lebih dikenal untuk jajanan yang umumnya berisi kacang hijau dan dilapisi wijen. 

4. Semprong dan Opak Gulung

Jajanan berbentuk gulungan tipis dan renyah ini juga dikenal dengan nama yang berbeda di sejumlah daerah.

Secara umum, makanan tersebut dikenal sebagai semprong, dibuat dari adonan tepung yang dipanggang hingga kering, kemudian digulung ketika masih panas.

Di daerah Lamongan dan Gresik, jajanan serupa dikenal dengan nama opak gulung. Nama yang berbeda ini menjadi salah satu contoh bagaimana jajanan tradisional dapat memiliki identitas lokal sesuai dengan daerah tempatnya berkembang.

Baca Juga: Hua Lamphong, Stasiun Tua Bangkok yang Menjadi Ikon Kota

5. Odading, Roti Bantal, hingga Golang-galing

Jajanan dari adonan tepung yang digoreng juga memiliki beragam sebutan. Di Jawa Barat, makanan ini populer dengan nama odading dan biasanya memiliki tekstur empuk di bagian dalam dengan permukaan yang sedikit renyah.

Di beberapa daerah lain, jajanan serupa dikenal sebagai roti bantal atau golang-galing. Meskipun terdapat perbedaan bentuk maupun penyajian, makanan tersebut sama-sama berbahan dasar adonan tepung dan diolah dengan cara digoreng.

Beda Nama, Tetap Jadi Bagian dari Kuliner Nusantara

Perbedaan nama pada jajanan tradisional menunjukkan bahwa makanan Indonesia tidak bisa dipisahkan dari bahasa dan budaya daerah.

Baca Juga: Jimi Multhazam Lepas Debut Album Solo “Mollydenvm”, Eksplorasi Musik Tanpa Batas

Satu jenis makanan dapat dikenal dengan istilah berbeda karena mengikuti kebiasaan masyarakat yang mewariskannya dari generasi ke generasi.

Jadi, ketika berkunjung ke daerah lain dan menemukan jajanan yang namanya terdengar asing, belum tentu makanannya berbeda.

Bisa jadi, kamu hanya sedang mengenal nama lain dari makanan yang selama ini sudah akrab di lidah.(Anmer Jilvandis)

Editor : Adi Pras
Sumber : Berbagai Sumber
Anmer Jilvandis Nama berbeda Kuliner Indonesia jajanan tradisional