Hua Lamphong, Stasiun Tua Bangkok yang Menjadi Ikon Kota

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:13 WIB
Kalau ngomongin Bangkok, Hua Lamphong mungkin nggak sepopuler tuk-tuk atau Grand Palace. Tapi stasiun yang sudah berdiri sejak 1916 ini punya cerita panjang dalam sejarah perjalanan kereta Thailand. (Pinterest)
Kalau ngomongin Bangkok, Hua Lamphong mungkin nggak sepopuler tuk-tuk atau Grand Palace. Tapi stasiun yang sudah berdiri sejak 1916 ini punya cerita panjang dalam sejarah perjalanan kereta Thailand. (Pinterest)

SOLOBALAPAN. COM - Kalau ngomongin Thailand, yang kepikiran biasanya nggak jauh-jauh dari tom yum, pad thai, tuk-tuk, sampai kuil-kuil yang cantik banget. Tapi Bangkok ternyata punya satu ikon lain yang nggak kalah menarik. Bukan makanan, bukan kuil, dan bukan juga pusat perbelanjaan. Ini stasiun kereta. Namanya Hua Lamphong.

Sudah berdiri sejak 1916, stasiun ini pernah menjadi pusat perjalanan kereta di Bangkok. Selama puluhan tahun, orang-orang datang ke sini untuk memulai perjalanan ke berbagai penjuru Thailand. Bangunannya juga gampang dikenali.

Baca Juga: Venezia Santa Lucia, Stasiun Kereta Api dengan View Kanal di Italia

Bagian depannya punya kubah besar dengan gaya arsitektur Eropa, lengkap dengan jendela-jendela tinggi. Begitu masuk ke dalam, kamu akan menemukan ruang tunggu yang luas dengan atap melengkung.

Jadi, kalau cuma melihat bentuknya, Hua Lamphong mungkin lebih mirip bangunan tua di Eropa daripada stasiun kereta di Bangkok. Tapi justru itu yang bikin tempat ini menarik.

Hua Lamphong dibangun ketika jaringan kereta Thailand sedang berkembang. Letaknya yang berada di pusat Bangkok membuat stasiun ini punya posisi penting sejak awal.

Baca Juga: Karhutla Meluas Tembus 1.500 Ha! Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Kalimantan hingga Bekukan Izin PT MPK

Dari sini, perjalanan kereta menuju berbagai daerah di Thailand dimulai. Ada yang menuju Chiang Mai di utara, ada yang menuju kawasan timur, dan ada juga kereta yang membawa penumpang ke wilayah selatan Thailand.

Selama bertahun-tahun, Hua Lamphong menjadi salah satu tempat paling ramai di Bangkok. Orang datang membawa koper, membawa barang, mengantar keluarga, atau sekadar menunggu kereta berikutnya.

Kalau membayangkan Bangkok beberapa puluh tahun lalu, suasana seperti itu sudah menjadi pemandangan sehari-hari di Hua Lamphong.

Menariknya, nama Hua Lamphong sendiri sudah sangat melekat dengan Bangkok. Ketika orang Thailand membicarakan perjalanan kereta dari ibu kota, nama ini sudah seperti identitas tersendiri. Stasiun ini bukan hanya tempat kereta berhenti, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan kota selama lebih dari satu abad.

Namun, peran Hua Lamphong mulai berubah ketika Bangkok memiliki stasiun baru yang jauh lebih besar. Pada 2023, sebagian besar layanan kereta jarak jauh dipindahkan dari Hua Lamphong ke Krung Thep Aphiwat Central Terminal.

Stasiun baru ini dirancang untuk menangani kereta jarak jauh dan menjadi bagian penting dari perkembangan sistem kereta Thailand.

Baca Juga: Tembus Triliunan Rupiah! Ini 5 Pemain Termahal di Bursa Transfer Eropa Musim 2026/2027

Perpindahan tersebut membuat Hua Lamphong yang sebelumnya sangat ramai menjadi jauh lebih tenang. Buat banyak orang, perubahan ini terasa cukup besar. Bayangkan sebuah stasiun yang selama puluhan tahun menjadi tempat utama keberangkatan kereta jarak jauh, lalu perlahan kehilangan sebagian besar aktivitas tersebut.

Tapi Hua Lamphong nggak benar-benar berhenti. Beberapa layanan kereta lokal dan komuter masih menggunakan stasiun ini. Jadi, kereta masih datang dan pergi, meskipun suasananya sudah nggak seramai dulu.

Lokasinya juga tetap menjadi salah satu keunggulan Hua Lamphong. Stasiun ini terhubung dengan Hua Lamphong MRT Station, sehingga penumpang masih bisa dengan mudah menuju berbagai bagian Bangkok menggunakan jaringan transportasi umum.

Jadi, walaupun sebagian besar kereta jarak jauh sudah pindah, Hua Lamphong tetap punya tempat dalam sistem transportasi kota.

Selain fungsinya sebagai stasiun, bangunan Hua Lamphong sendiri punya nilai sejarah. Lebih dari seratus tahun berdiri membuat tempat ini menjadi salah satu saksi perkembangan Bangkok.

Dulu, kereta masih menjadi salah satu moda transportasi utama untuk perjalanan antarkota. Sekarang, Bangkok sudah punya jaringan MRT, BTS, jalan raya yang sangat padat, bandara besar, dan stasiun kereta modern. Di tengah semua perubahan itu, Hua Lamphong masih berdiri dengan bentuk bangunan yang khas.

Kalau diperhatikan, suasananya memang cukup berbeda dengan stasiun modern seperti Krung Thep Aphiwat. Di stasiun baru, semuanya terasa lebih besar dan modern.

Sementara di Hua Lamphong, kamu masih bisa merasakan suasana stasiun lama dengan ruang tunggu besar, bangunan bersejarah, dan peron yang sudah digunakan selama beberapa generasi.

Itulah kenapa Hua Lamphong bukan cuma menarik bagi orang yang mau naik kereta. Banyak orang datang untuk melihat bangunannya, mengambil foto, atau sekadar mengenal bagian dari sejarah Bangkok yang masih bisa dilihat langsung.

Baca Juga: Konflik Keraton Solo Memanas! Kubu PB XIV Purboyo Laporkan LDA ke Polresta Solo

Dan kalau dipikir-pikir, perjalanan Hua Lamphong memang cukup panjang. Dari stasiun utama Bangkok, kemudian perlahan berbagi peran dengan stasiun baru, sampai akhirnya menjadi salah satu peninggalan penting dari sejarah perkeretaapian kota.

Selama lebih dari seratus tahun, tempat ini sudah melihat banyak hal. Kereta datang dan pergi. Penumpang berganti generasi. Bangkok berubah dari waktu ke waktu.

Sementara bangunan Hua Lamphong tetap menjadi salah satu wajah lama kota yang masih bisa kita lihat sampai sekarang.

Jadi, kalau suatu hari kamu jalan-jalan ke Bangkok dan sudah bosan dengan destinasi yang itu-itu saja, coba sempatkan mampir ke Hua Lamphong. Nggak harus naik kereta.

Datang, lihat bangunannya, perhatikan aktivitas di dalamnya, lalu bayangkan bagaimana ramainya tempat ini ketika hampir semua perjalanan kereta jarak jauh Bangkok masih dimulai dari sini.

Karena Hua Lamphong bukan cuma stasiun tua. Tempat ini adalah salah satu bagian dari sejarah Bangkok yang masih berdiri sampai sekarang. (luthfiana sekar)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : State Railway Of Thailand
luthfiana sekar hua lampong thailand kereta api