SOLOBALAPAN.COM-Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, memiliki sejumlah sumber mata air yang keberadaannya tidak lepas dari kehidupan masyarakat. Salah satunya Umbul Tirtomulyo di Desa Kemasan.
Bagi masyarakat, umbul tidak hanya berkaitan dengan air. Sejumlah sumber mata air di Boyolali juga memiliki cerita dan kebiasaan yang berkembang di sekitarnya. Hal tersebut turut ditemukan di Umbul Tirtomulyo yang memiliki jejak tradisi padusan menjelang Ramadan.
Padusan merupakan kebiasaan masyarakat Jawa untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan puasa. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan mendatangi sumber air yang telah dikenal masyarakat.
Umbul Tirtomulyo menjadi salah satu tempat yang memiliki kaitan dengan kebiasaan tersebut. Dalam catatan mengenai kebudayaan Boyolali, Tirtomulyo tercatat sebagai salah satu situs dan dikaitkan dengan kegiatan bersih diri menjelang ibadah puasa.
Cerita tersebut membuat keberadaan Tirtomulyo memiliki sisi lain. Sumber mata air yang dimanfaatkan masyarakat ternyata juga pernah menjadi tempat berlangsungnya kegiatan yang berkaitan dengan tradisi.
Padusan di Tirtomulyo pernah dilakukan bersama kegiatan masyarakat menjelang Ramadan. Warga berkumpul di kawasan umbul untuk menjalankan tradisi sekaligus mengikuti berbagai kegiatan yang menyertainya.
Baca Juga: Lewatkan Upacara di Istana Merdeka, Uya Kuya dan Astrid Rayakan HUT RI Bersama Pemulung
Kebiasaan tersebut menunjukkan hubungan yang cukup dekat antara masyarakat dengan sumber mata air di lingkungannya. Umbul menjadi tempat yang tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi ruang berkumpul ketika tradisi masyarakat berlangsung.
Tirtomulyo juga memiliki catatan sejarah tersendiri. Keberadaannya dikaitkan dengan masa Pakubuwono X dan masuk dalam pendataan situs kebudayaan di Kabupaten Boyolali.
Kisah sejarah tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan Umbul Tirtomulyo. Di satu sisi, tempat ini dikenal sebagai sumber mata air. Di sisi lain, terdapat cerita mengenai tradisi dan sejarah yang membuat keberadaannya memiliki nilai bagi masyarakat sekitar.
Penelitian mengenai tradisi Padusan dan Kungkum di Boyolali juga mencatat Tirtomulyo sebagai salah satu umbul yang berkaitan dengan tradisi masyarakat. Hal tersebut semakin memperlihatkan bahwa sumber mata air memiliki peran dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Kini, Umbul Tirtomulyo tetap menjadi salah satu sumber mata air di Kecamatan Sawit. Keberadaannya menjadi bagian dari lingkungan masyarakat sekaligus menyimpan cerita yang berkembang dari masa ke masa.
Dari sebuah umbul di Desa Kemasan, tersimpan cerita tentang hubungan masyarakat dengan air, tradisi, dan sejarah. Umbul Tirtomulyo menjadi salah satu contoh bahwa sebuah sumber mata air dapat menyimpan cerita yang jauh lebih panjang dari sekadar tempat untuk menikmati air.
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : Berbagai Sumber