Rossio Station, Stasiun dengan Pintu Masuk Berbentuk Tapal Kuda

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:31 WIB
Kalau nggak ada papan nama, bangunan ini mungkin lebih mudah disangka istana daripada stasiun. Rossio Station di Lisbon terkenal dengan dua pintu masuk besar berbentuk tapal kuda dan arsitektur khas Portugal. (Pinterest)
Kalau nggak ada papan nama, bangunan ini mungkin lebih mudah disangka istana daripada stasiun. Rossio Station di Lisbon terkenal dengan dua pintu masuk besar berbentuk tapal kuda dan arsitektur khas Portugal. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Di tengah pusat kota Lisbon, ada sebuah stasiun kereta yang dari luar terlihat lebih mirip bangunan dongeng daripada tempat naik kereta. Fasadnya berwarna putih dengan ornamen bergaya abad ke-19, sementara bagian yang paling mencuri perhatian adalah dua pintu masuk besar berbentuk tapal kuda.

Stasiun itu adalah Rossio Station atau Estação do Rossio, salah satu stasiun paling ikonik di Portugal. Namun, di balik tampilannya yang indah, stasiun ini juga menyimpan sejarah menarik tentang kereta api, arsitektur, hingga sebuah terowongan yang pembangunannya menjadi tantangan besar pada masanya.

Baca Juga: Venezia Santa Lucia, Stasiun Kereta Api dengan View Kanal di Italia

Bangunan Rossio dirancang oleh arsitek Portugal José Luís Monteiro dan dibangun sebagai Estação Central, atau Stasiun Pusat Lisbon. Nama tersebut bahkan masih dapat ditemukan pada fasad bangunannya. Stasiun resmi dibuka pada 11 Juni 1890.

Dari awal, Rossio memang dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar tempat naik kereta. Karena lokasinya berada di pusat Lisbon, pembangunan stasiun harus menghadapi perbedaan ketinggian antara kawasan kota dan area jalur kereta.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, desain stasiun dibuat dengan sistem akses, ramp, dan struktur yang menyesuaikan lanskap kota.

Baca Juga: Resmi Naik Kelas! Daffa dan Faizul Naik ke Tim Senior Persis Solo, Diharapkan Jadi Amunisi Baru

Namun, hal pertama yang membuat orang menoleh tentu saja adalah fasad depannya.

Rossio menggunakan gaya Neo-Manueline, sebuah gaya kebangkitan kembali arsitektur Manueline yang menjadi salah satu ciri khas Portugal.

Fasadnya dipenuhi ornamen, puncak dekoratif, elemen pahatan, hingga detail yang terinspirasi dari warisan arsitektur Portugal.

Dan tepat di bagian tengahnya terdapat dua pintu masuk besar berbentuk lengkungan menyerupai tapal kuda.

Bentuk inilah yang membuat Rossio terlihat sangat berbeda dari kebanyakan stasiun kereta. Dari kejauhan, fasadnya bahkan bisa lebih mudah disangka sebagai istana atau bangunan bersejarah daripada terminal kereta.

Di atas fasad tersebut juga terdapat berbagai ornamen yang berkaitan dengan sejarah Portugal dan dunia perkeretaapian. Salah satunya adalah menara jam, sementara dekorasinya memadukan simbol-simbol khas Manueline dengan unsur yang berkaitan dengan perkembangan kereta api.

Namun, bagian paling luar bangunan hanyalah awal dari ceritanya.

Baca Juga: Kenapa Grup K-Pop Baru Kini Langsung Menargetkan Pasar Amerika?

Di belakang fasad bersejarah itu terdapat sebuah struktur besar dari besi dan kaca yang menaungi area peron. Pada masanya, perpaduan antara bangunan dekoratif di bagian depan dan struktur besi modern di belakang menunjukkan dua dunia yang berbeda: warisan arsitektur masa lalu dan teknologi kereta api yang sedang berkembang pesat.

Agar kereta bisa mencapai Rossio yang berada di pusat Lisbon, para insinyur juga harus membangun Rossio Tunnel.

Terowongan ini menghubungkan Rossio dengan Campolide dan memiliki panjang sekitar 2,6 kilometer. Ketika dibangun pada akhir abad ke-19, proyek tersebut dianggap sebagai salah satu pencapaian teknik besar di Portugal karena harus menembus area perkotaan dan kondisi geografis Lisbon yang tidak sederhana.

Pembangunan stasiun dan terowongan memang merupakan satu kesatuan.

Kereta yang datang ke Rossio tidak muncul begitu saja di tengah pusat kota. Sebelum tiba di stasiun, kereta harus melewati terowongan tersebut. Pada masa pembangunannya, proyek ini menjadi solusi untuk mewujudkan impian Lisbon memiliki sebuah stasiun kereta yang benar-benar berada di pusat kota.

Pada masa awal operasinya, Rossio memiliki peran yang jauh lebih besar dibandingkan sekarang.

Stasiun ini pernah menjadi salah satu pusat utama perjalanan kereta di Portugal, melayani kereta regional, nasional, hingga internasional. Bahkan, layanan terkenal seperti Sud Express, yang menghubungkan Portugal dengan Eropa, pernah menjadi bagian dari sejarah Rossio.

Namun, peran tersebut kemudian berubah.

Setelah perkembangan jaringan kereta dan elektrifikasi, sebagian besar layanan jarak jauh dan internasional secara bertahap berpindah ke Santa Apolónia. Rossio kemudian lebih dikenal sebagai titik penting untuk perjalanan kereta komuter, terutama menuju Sintra.

Saat ini, Rossio menjadi salah satu titik keberangkatan utama bagi orang yang ingin melakukan perjalanan dari pusat Lisbon menuju Sintra, kota yang terkenal dengan istana-istana dan lanskapnya.

Baca Juga: Penampilan Jepras dan Kekasihnya Malah Jadi Sorotan Netizen saat Gala Premier Film "Harusnya Horror"

Jadi, banyak wisatawan yang datang ke Rossio bukan hanya untuk melihat bangunannya, tetapi juga karena stasiun ini menjadi pintu masuk perjalanan menuju salah satu destinasi terkenal Portugal.

Menariknya, meskipun telah berusia lebih dari satu abad, Rossio masih mempertahankan karakter historisnya.

Bangunan ini bahkan telah diklasifikasikan sebagai Imóvel de Interesse Público, atau bangunan yang memiliki kepentingan publik dan nilai warisan. Pada 2011, Rossio juga mendapatkan penghargaan dalam Brunel Awards, yang berkaitan dengan arsitektur dan desain perkeretaapian.

Rossio memperlihatkan sesuatu yang jarang ditemukan di stasiun modern.

Di satu sisi, ia tetap menjadi bagian aktif dari sistem transportasi Lisbon. Kereta terus datang dan berangkat dari peronnya. Namun, di sisi lain, bagian depan bangunannya masih membuat orang berhenti sejenak hanya untuk melihat arsitekturnya.

Dan mungkin itulah yang membuat Rossio begitu menarik.

Kebanyakan orang datang ke stasiun untuk mencari kereta. Tetapi di Rossio, sebelum menemukan peronnya, mata lebih dulu tertuju pada dua pintu besar berbentuk tapal kuda yang membuat bangunan ini terasa seperti gerbang menuju sebuah negeri dongeng. (luthfiana sekar)

Editor : Kabun Triyatno
luthfiana sekar railway Rossio Station Lisbon