SOLOBALAPAN.COM - Matcha kini bukan lagi sekadar minuman khas Jepang yang dinikmati dalam sajian tradisional. Bubuk teh hijau berwarna khas tersebut semakin mudah ditemukan dalam berbagai menu, mulai dari minuman di kafe hingga aneka makanan dan dessert. Popularitasnya pun terus berkembang di kalangan pencinta kuliner.
Perpaduan rasa yang khas, tampilan menarik, serta citranya sebagai bagian dari gaya hidup sehat membuat matcha memiliki daya tarik tersendiri. Tak heran jika bahan ini terus bermunculan dalam berbagai kreasi kuliner kekinian.
Lantas, apa yang membuat matcha begitu digemari? Berikut lima alasannya.
1. Mengandung Antioksidan
Salah satu daya tarik matcha berasal dari kandungan antioksidannya. Berbeda dengan teh hijau yang umumnya diseduh lalu ampas daunnya dibuang, matcha dibuat dari daun teh yang diolah menjadi bubuk halus dan dikonsumsi secara utuh.
Baca Juga: Sekilas Terdengar Aneh, Sate Kere hingga Balung Kethek: Ini 5 Kuliner Solo dengan Nama Tak Biasa
Cara tersebut membuat berbagai komponen alami dari daun teh tetap ikut dikonsumsi. Matcha juga dikenal mengandung katekin, termasuk EGCG, yang memiliki sifat antioksidan dan membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas.
2. Jadi Alternatif untuk Menambah Energi
Matcha juga banyak dipilih sebagai alternatif minuman berkafein selain kopi. Kandungan kafeinnya dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan energi, tetapi matcha memiliki karakter yang berbeda karena juga mengandung L-theanine.
Kombinasi kafein dan L-theanine membuat pengalaman mengonsumsi matcha terasa berbeda dibandingkan minuman berkafein lainnya. Karena itu, matcha kerap menjadi pilihan bagi mereka yang ingin tetap berenergi sambil menikmati minuman dengan cita rasa yang khas.
Baca Juga: Bukan Setting Buatan, “Operasi Pesta Copet” Syuting di Tengah 30.000 Penonton Pestapora
3. Mudah Diolah Menjadi Beragam Menu
Popularitas matcha tidak hanya datang dari sajian dalam bentuk minuman. Rasanya yang khas membuat bubuk teh hijau ini mudah dipadukan dengan berbagai bahan dalam kreasi kuliner.
Matcha dapat ditemukan dalam latte, es krim, brownies, croissant hingga beragam dessert lainnya. Penggunaannya bahkan tidak terbatas pada makanan manis. Dalam kuliner Jepang, matcha juga dapat digunakan dalam sejumlah sajian yang memiliki karakter rasa gurih.
4. Punya Tampilan yang Menarik
Warna hijau khas matcha menjadi salah satu daya tarik yang sulit dilewatkan. Saat disajikan sebagai latte, dessert, maupun makanan lainnya, warna tersebut dapat membuat hidangan terlihat lebih menonjol.
Baca Juga: Feminine Intuition, Benarkah Perempuan Punya Insting Lebih Kuat?
Di tengah tren kuliner yang juga mengutamakan tampilan, sajian matcha menjadi semakin mudah menarik perhatian. Tidak sedikit orang yang tertarik mencoba sebuah menu karena penampilannya terlebih dahulu sebelum kemudian menikmati rasanya.
5. Lekat dengan Gaya Hidup Modern
Matcha juga memiliki citra yang erat dengan gaya hidup sehat dan modern. Kandungan alami dalam teh hijau serta beragam cara penyajiannya membuat matcha kerap masuk dalam pilihan menu mereka yang ingin mencoba pola konsumsi yang lebih beragam.
Di sisi lain, matcha berhasil memadukan unsur tradisional Jepang dengan tren kuliner masa kini. Perpaduan tersebut membuatnya tidak hanya dikenal sebagai minuman, tetapi juga menjadi bagian dari tren lifestyle dan kuliner.
Baca Juga: Rayakan HUT RI ke-81, No Na Nyanyikan Lagu “Tanah Airku”
Dengan rasa yang khas, beragam pilihan olahan, tampilan yang menarik, serta citra positif yang melekat di dalamnya, tidak mengherankan jika matcha semakin populer.
Kehadirannya di berbagai menu menunjukkan bahwa daya tarik matcha bukan sekadar tren sesaat, tetapi juga bagian dari perkembangan selera kuliner masa kini. (Anmer Jilvandis)
Editor : Adi Pras