Waterloo Station, Stasiun yang Menjadi Saksi Pertempuran Napoleon

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:26 WIB
Namanya Waterloo, tapi stasiun ini tidak berada di lokasi Pertempuran Waterloo. Nama tersebut justru diambil dari kemenangan atas Napoleon—sebuah pertempuran di Belgia yang kemudian diabadikan di jantung London. (Pinterest)
Namanya Waterloo, tapi stasiun ini tidak berada di lokasi Pertempuran Waterloo. Nama tersebut justru diambil dari kemenangan atas Napoleon—sebuah pertempuran di Belgia yang kemudian diabadikan di jantung London. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Namanya Waterloo Station, salah satu stasiun kereta api terbesar di London. Namanya mungkin terdengar seperti tempat yang sangat bersejarah—dan memang begitu. Namun, ada satu hal yang sering membuat orang keliru: stasiun ini tidak berada di lokasi Pertempuran Waterloo.

Lalu, mengapa sebuah stasiun di London diberi nama Waterloo?

Jawabannya berkaitan dengan salah satu pertempuran paling terkenal dalam sejarah Eropa.

Baca Juga: Kisah Panjang Canfranc, Dari Gerbang Kereta Spanyol-Prancis hingga Hotel Mewah

Pada 18 Juni 1815, Napoleon Bonaparte menghadapi pasukan Sekutu yang dipimpin oleh Duke of Wellington dan pasukan Prusia di dekat Waterloo, wilayah yang sekarang berada di Belgia.

Pertempuran tersebut berakhir dengan kekalahan Napoleon dan menjadi salah satu titik penting yang mengakhiri kekuasaannya.

Beberapa dekade kemudian, ketika jaringan kereta api London berkembang, nama Waterloo digunakan untuk sebuah stasiun baru.

Baca Juga: Tiga Era Spider-Man: Alasan Penonton Lintas Generasi Tetap Memadati Bioskop

Waterloo Station dibuka pada 11 Juli 1848 oleh London & South Western Railway. Lokasinya berada di kawasan Lambeth, di sebelah selatan Sungai Thames. Pada awalnya, stasiun tersebut memiliki nama yang lebih panjang, yaitu Waterloo Bridge Station, karena berada dekat Waterloo Bridge.

Nama Waterloo sendiri sudah digunakan untuk kawasan tersebut sebelum stasiun dibangun. Waterloo Bridge, yang dibuka pada 1817, dinamai untuk memperingati kemenangan Inggris dan Sekutu dalam Pertempuran Waterloo.

Baca Juga: Bukan Kereta Biasa, Hospital Train Bisa Jadi Rumah Sakit di Atas Rel

Jadi, hubungan stasiun dengan Napoleon sebenarnya tidak terjadi karena Napoleon pernah datang ke London atau karena pertempuran berlangsung di sana. Nama Waterloo merupakan bentuk peringatan terhadap kemenangan atas Napoleon.

Seiring perkembangan jaringan kereta api, Waterloo Station semakin besar dan penting. Letaknya yang strategis di sisi selatan Sungai Thames membuat stasiun ini menjadi salah satu gerbang utama London menuju wilayah selatan dan barat daya Inggris.

Bangunannya juga mengalami berbagai perubahan. Stasiun awal terus diperluas karena jumlah penumpang dan kereta meningkat. Pada awal abad ke-20, kompleks Waterloo berkembang menjadi salah satu stasiun terbesar di London.

Baca Juga: Ducati Akui Desmosedici GP26 Mentok, Mulai Fokus Garap Motor MotoGP 2027

Salah satu perubahan besar terjadi pada awal abad ke-20 ketika perusahaan London & South Western Railway membangun terminal baru. Bangunan tersebut kemudian menjadi dasar dari Waterloo Station yang dikenal saat ini.

Namun, ada satu bagian dari sejarah Waterloo yang jauh lebih kelam.

Ketika Perang Dunia I berlangsung, Waterloo menjadi salah satu titik penting bagi perjalanan para tentara Inggris. Stasiun ini berada di jalur menuju pelabuhan-pelabuhan di pantai selatan, sehingga banyak tentara melewati Waterloo dalam perjalanan menuju medan perang atau ketika kembali ke Inggris.

Setelah perang berakhir, stasiun ini kembali menjadi bagian penting dari kehidupan London.

Waterloo juga memainkan peran besar selama Perang Dunia II. London menghadapi serangan udara dan ancaman bom, sementara sistem kereta tetap harus beroperasi untuk membawa masyarakat dan membantu mobilisasi.

Tetapi hubungan Waterloo dengan perang tidak berhenti di sana.

Pada masa modern, Waterloo justru menjadi salah satu simbol perjalanan internasional antara Inggris dan Eropa.

Pada 14 November 1994, layanan Eurostar mulai beroperasi dari London Waterloo menuju Paris dan Brussels. Untuk pertama kalinya, penumpang dapat melakukan perjalanan kereta langsung dari London menuju benua Eropa melalui Terowongan Channel.

Baca Juga: Kisah Panjang Canfranc, Dari Gerbang Kereta Spanyol-Prancis hingga Hotel Mewah

Selama lebih dari satu dekade, Waterloo International menjadi terminus Eurostar.

Namun, pada 2007, layanan Eurostar dipindahkan ke St Pancras International setelah pembukaan High Speed 1. Sejak saat itu, Waterloo kembali fokus pada layanan kereta domestik.

Ada satu detail menarik lainnya: Waterloo adalah salah satu stasiun dengan jumlah peron terbanyak di Inggris. Kompleksnya memiliki puluhan peron yang melayani berbagai rute menuju London bagian selatan dan wilayah sekitarnya.

Dengan aktivitas sebesar itu, Waterloo lebih tepat disebut sebagai sebuah kota kecil di dalam kota daripada sekadar tempat menunggu kereta.

Dan tentu saja, namanya tetap mengingatkan orang pada satu peristiwa yang terjadi jauh dari London.

Di Belgia, Napoleon kehilangan salah satu pertempuran paling menentukan dalam hidupnya.

Di London, nama kemenangan tersebut kemudian diabadikan menjadi nama jembatan, kawasan, dan akhirnya sebuah stasiun kereta yang setiap hari dilewati ribuan orang.

Ironisnya, sebagian besar penumpang yang berangkat dari Waterloo mungkin tidak pernah memikirkan Napoleon ketika mendengar nama stasiun mereka.

Namun setiap kali seseorang berkata “Waterloo”, mereka sebenarnya sedang menyebut nama sebuah pertempuran yang mengubah sejarah Eropa—dan sebuah stasiun yang kemudian membawa nama tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari London. (Luthfiana Sekar)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
luthfiana sekar waterloo station napoleon london