Madrid Atocha, Stasiun dengan Hutan Tropis di Dalamnya

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:45 WIB
Di Madrid Atocha, bangunan stasiun lama justru menjadi rumah bagi ribuan tanaman tropis dan kolam kura-kura. Tempat transit pun terasa seperti masuk ke rumah kaca. (esmadrid.com)
Di Madrid Atocha, bangunan stasiun lama justru menjadi rumah bagi ribuan tanaman tropis dan kolam kura-kura. Tempat transit pun terasa seperti masuk ke rumah kaca. (esmadrid.com)

SOLOBALAPAN.COM - Kalau membayangkan sebuah stasiun kereta, mungkin yang terbayang adalah peron, rel, papan jadwal, dan orang-orang yang terburu-buru mengejar kereta.

Namun, ada satu stasiun di Madrid yang memiliki pemandangan sangat berbeda. Di dalam bangunannya, penumpang justru bisa menemukan ratusan tanaman tropis yang tumbuh seperti sebuah hutan kecil.

Tempat itu adalah Madrid Atocha, salah satu stasiun kereta api paling terkenal di Spanyol.

Baca Juga: Kisah Panjang Canfranc, Dari Gerbang Kereta Spanyol-Prancis hingga Hotel Mewah

Atocha sebenarnya bukan hanya satu bangunan. Kompleksnya terdiri dari beberapa bagian yang dibangun dan dikembangkan pada periode berbeda.

Salah satu bagian yang paling ikonik adalah bangunan lama stasiun yang kini dikenal sebagai Estación de Madrid Atocha.

Sejarah Atocha sudah dimulai sejak abad ke-19. Stasiun pertama di lokasi tersebut dibuka pada 1851 dengan nama Estación del Mediodía. Bangunan awalnya kemudian mengalami kebakaran dan dibangun kembali.

Baca Juga: Biodata Cindy Gulla, Eks JKT48 yang Tegur Akun Kemenpora Gegara Fotonya Dicatut Promosi Event Lari Tanpa Izin

Pada akhir abad ke-19, kebutuhan akan stasiun yang lebih besar membuat bangunan baru dirancang oleh arsitek Alberto de Palacio, dengan keterlibatan insinyur terkenal Gustave Eiffel dalam proses desain dan konstruksi. Bangunan baru tersebut kemudian dibuka pada 1892.

Bagian yang paling mencolok adalah struktur besi dan kaca yang membentuk atap besar. Pada zamannya, konstruksi tersebut merupakan pencapaian teknik yang mengesankan. Bentuknya menyerupai sebuah aula raksasa dengan ruang terbuka yang sangat luas.

Namun, ketika fungsi stasiun lama mulai berubah, ruangan besar tersebut mendapatkan kehidupan baru yang tidak biasa.

Pada 1990-an, area bekas peron di dalam bangunan lama diubah menjadi taman tropis. Lebih dari 7.000 tanaman kemudian menghiasi ruang tersebut, menciptakan suasana yang jauh lebih mirip rumah kaca daripada stasiun kereta.

Berbagai jenis tanaman tumbuh di dalamnya, termasuk pohon palem, tanaman tropis, dan vegetasi lain yang membutuhkan lingkungan lembap.

Baca Juga: Korpus Uterus, Cerita tentang Perempuan dan Tubuh yang Tidak Pernah Sederhana

Salah satu hal yang membuat taman Atocha menarik adalah keberadaannya di tengah bangunan stasiun yang sangat besar. Atap kaca memungkinkan cahaya matahari masuk dari atas, sementara ruang interior yang luas memberikan kondisi yang cocok bagi tanaman untuk tumbuh.

Hasilnya cukup unik: orang yang baru saja turun dari kereta dapat berjalan beberapa langkah dan tiba-tiba berada di tengah taman hijau.

Namun, tanaman bukan satu-satunya penghuni yang membuat Atocha terkenal.

Di dalam taman tersebut juga terdapat kolam-kolam kecil yang menjadi habitat bagi kura-kura. Kehadiran kura-kura membuat suasana taman semakin terasa seperti sebuah ekosistem kecil yang berada di tengah kota.

Keberadaan taman tersebut juga menunjukkan bagaimana sebuah bangunan lama dapat diberi fungsi baru tanpa harus kehilangan karakter aslinya.

Alih-alih menghancurkan struktur bersejarah ketika kebutuhan transportasi berubah, bagian lama Atocha dipertahankan dan diubah menjadi ruang publik.

Baca Juga: Audinna Resmi Menikah dengan Kekasih Masa SMA Setelah 10 Tahun Berpisah

Sementara itu, aktivitas kereta api terus berkembang di bagian lain kompleks Atocha. Saat ini, stasiun tersebut menjadi salah satu pusat penting perjalanan kereta di Spanyol dan melayani berbagai layanan jarak jauh, termasuk AVE, kereta berkecepatan tinggi Spanyol.

Atocha juga menjadi salah satu titik penting yang menghubungkan Madrid dengan berbagai kota besar di Spanyol. Karena itu, setiap hari ribuan penumpang melewati kompleks stasiun ini.

Ada pula sisi sejarah yang lebih kelam dari Atocha.

Pada 11 Maret 2004, Madrid mengalami serangkaian serangan bom terhadap kereta komuter yang menewaskan 193 orang dan melukai ribuan lainnya.

Salah satu lokasi yang terdampak adalah kawasan Atocha. Peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai 11-M dan menjadi salah satu tragedi terbesar dalam sejarah modern Spanyol.

Saat ini, Atocha tidak hanya berfungsi sebagai stasiun dan ruang publik, tetapi juga menjadi bagian dari ingatan sejarah kota Madrid.

Yang membuat Atocha begitu menarik adalah kontrasnya. Di luar, kita berada di salah satu kota besar Eropa dengan lalu lintas dan gedung-gedung perkotaan.

Di dalam bangunan lama, terdapat struktur besi dan kaca dari abad ke-19 yang menaungi taman tropis dengan ribuan tanaman.

Stasiun ini seolah memperlihatkan bahwa bangunan transportasi tidak harus selalu identik dengan beton dan baja.(Luthfiana Sekar)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
luthfiana sekar madrid atocha stasiun hutan