Sekilas Terdengar Aneh, Sate Kere hingga Balung Kethek: Ini 5 Kuliner Solo dengan Nama Tak Biasa

Adi Pras • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:23 WIB
Kuliner Semar Mendem. (IG solodelicious)
Kuliner Semar Mendem. (IG solodelicious)

SOLOBALAPAN.COM - Solo tidak hanya dikenal sebagai kota yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi, tetapi juga menyimpan beragam kuliner dengan nama yang tak biasa. Beberapa di antaranya bahkan terdengar cukup unik ketika pertama kali didengar.

Nama seperti Sate Kere, Es Kapal, Balung Kethek, Semar Mendem, hingga Kerengan Jahe mungkin membuat orang yang belum mengenalnya bertanya-tanya. Namun, ketiganya merupakan bagian dari ragam kuliner Solo yang memiliki cerita serta ciri khas masing-masing.

1. Sate Kere

Sate Kere menjadi salah satu kuliner yang cukup lekat dengan Solo. Berbeda dari sate pada umumnya yang menggunakan daging sebagai bahan utama, Sate Kere dikenal menggunakan tempe gembus yang dibuat dari ampas tahu.

Baca Juga: 55 Jam di Balik Kue Batik Jumbo Tasyi Athasyia yang Pecahkan Rekor MURI

Penggunaan bahan tersebut tidak terlepas dari sejarah kemunculan Sate Kere. Dahulu, makanan ini menjadi alternatif bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas karena bahan dasarnya lebih mudah diperoleh dibandingkan daging.

Tempe gembus kemudian dibumbui sebelum dibakar hingga menghasilkan aroma khas. Setelah matang, sate biasanya disantap bersama sambal kacang yang memberikan perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas.

Meski memiliki latar belakang sebagai makanan sederhana, Sate Kere kini justru menjadi salah satu kuliner yang banyak dicari ketika berkunjung ke Solo. Namanya yang unik juga membuat makanan ini mudah diingat.

2. Es Kapal

Mendengar namanya, Es Kapal mungkin membuat orang membayangkan minuman yang memiliki bentuk seperti kapal. Namun, nama tersebut ternyata berkaitan dengan gerobak yang digunakan untuk berjualan. Bentuk gerobaknya menyerupai yang kapal dan awalnya dibuat agar  menarik perhatian.

Baca Juga: Suara Anna Kembali, Kristen Bell Bersiap Membuka Babak Baru Frozen

Seiring waktu, bentuk gerobak tersebut justru melekat sebagai identitas minuman ini. Es Kapal pun semakin dikenal sebagai salah satu kuliner khas Solo dengan nama yang mudah membuat orang penasaran.

Dari segi bahan, Es Kapal merupakan minuman sederhana yang memadukan es serut, santan, dan sirup cokelat berbahan gula Jawa. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa manis dan gurih yang menjadi ciri khasnya.

Es Kapal biasanya disajikan bersama sepotong roti tawar. Roti tersebut dapat dicelupkan ke dalam minuman sehingga memberikan sensasi berbeda saat menikmatinya.

Penyajiannya juga memiliki nuansa tempo dulu. Es Kapal umumnya menggunakan gelas dengan bentuk yang mengingatkan pada gelas jadul, sehingga semakin memperkuat kesan tradisional dari minuman tersebut.

Baca Juga: Bukan Cuma Soal Iblis, "Munafik: Melawan Iblis” Angkat Luka dan Pergulatan Batin

3. Balung Kethek

Ada pula Balung Kethek yang memiliki nama tak kalah unik. Dalam bahasa Jawa, “balung kethek” secara harfiah dapat diartikan sebagai tulang monyet. Meski demikian, nama tersebut tidak berarti camilan ini menggunakan bahan dari hewan tersebut.

Balung Kethek merupakan camilan tradisional berbahan dasar singkong. Singkong diolah, kemudian dipotong tipis dan dikeringkan sebelum digoreng hingga menghasilkan tekstur yang renyah.

Setelah digoreng, camilan tersebut dapat diberi bumbu dengan cita rasa gurih maupun pedas. Teksturnya yang kriuk membuat Balung Kethek cocok dinikmati sebagai teman bersantai atau camilan sehari-hari.

4. Semar Mendem

Semar Mendem merupakan salah satu makanan tradisional Solo yang kini mulai sulit ditemukan. Kuliner legendaris ini dahulu kerap hadir dalam acara-acara istimewa dan lingkungan keraton, sehingga keberadaannya juga tidak lepas dari tradisi kuliner Jawa.

Baca Juga: Nadine Chandrawinata Ungkap Cara Asuh Dua Putrinya, Terapkan Prinsip “Dengar dan Didengar”

Sekilas, bentuk Semar Mendem menyerupai lemper. Namun, makanan ini memiliki pembungkus yang berbeda. Ketan pulen dan gurih menjadi bagian utama, kemudian diisi dengan abon sapi yang telah dibumbui.

Bagian luarnya berupa kulit tipis yang dibuat dari campuran telur dan tepung terigu. Lapisan tersebut membuat tekstur Semar Mendem terasa lembut ketika disantap sekaligus memberikan rasa gurih yang khas.

Keistimewaan Semar Mendem tidak berhenti pada bentuk dan isiannya. Makanan tradisional ini juga dapat disajikan bersama kuah santan yang dibuat lebih kental menggunakan tepung maizena. Kuah tersebut memberikan tambahan aroma dan rasa gurih yang semakin memperkaya cita rasanya.

5. Kerengan 

Selain empat kuliner tersebut, ada pula Kerengan Jahe yang merupakan jajanan jadul yang masih dapat ditemukan di wilayah Solo. Jajanan ini biasanya dijual di pasar tradisional maupun toko oleh-oleh.

Kerengan memiliki bentuk pipih dan tipis dengan warna kecokelatan. Teksturnya renyah ketika digigit, sementara aroma jahe cukup terasa sejak pertama kali jajanan ini disantap.

Baca Juga: Alyssa Daguise Unggah Outfit Gemas Putrinya, Warganet Makin Penasaran Lihat Wajah Baby Soleil

Cita rasa tersebut berasal dari bahan utama yang digunakan. Kerengan dibuat menggunakan perasan air jahe yang dicampur dengan kelapa sangrai, gula Jawa, dan tepung beras. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan rasa manis sekaligus memberikan sensasi pedas dan hangat khas jahe.

Rasa jahe yang cukup kuat menjadi ciri khas Kerengan. Sensasi hangat yang muncul setelah menyantapnya juga membuat jajanan tradisional ini memiliki daya tarik tersendiri bagi penikmatnya.

Kelima kuliner tersebut memperlihatkan bahwa kekayaan kuliner Solo tidak hanya menarik dari segi rasa. Nama yang unik juga menjadi bagian dari identitas yang membuat makanan tradisional lebih mudah dikenali.

Kuliner tersebut menjadi contoh bagaimana kuliner tradisional memiliki keunikan masing-masing. Di balik nama yang terdengar tak biasa, terdapat cerita tentang bahan, cara penyajian, hingga kebiasaan masyarakat yang membuatnya tetap dikenal hingga sekarang. (Anmer Jilvandis)

Editor : Adi Pras
Anmer Jilvandis nama unik kuliner solo