SOLOBALAPAN.COM - Ada sebuah stasiun kereta di Istanbul yang pernah menjadi tujuan akhir salah satu kereta paling terkenal dalam sejarah. Namanya Sirkeci Station. Selama puluhan tahun, stasiun ini menjadi terminus bagi Orient Express, kereta legendaris yang menghubungkan Paris dengan Istanbul.
Sirkeci Station berada di kawasan Eminönü, di sisi Eropa Istanbul, tidak jauh dari kawasan bersejarah seperti Hagia Sophia dan Istana Topkapı. Lokasinya membuat stasiun ini menjadi salah satu gerbang penting yang menghubungkan Istanbul dengan jaringan kereta api Eropa.
Stasiun ini resmi dibuka pada 1889. Pembangunannya berkaitan dengan perkembangan jalur kereta api yang menghubungkan wilayah Kesultanan Utsmaniyah dengan Eropa. Pada masa itu, Istanbul menjadi titik penting di ujung jaringan kereta yang datang dari Eropa.
Tidak lama setelah dibuka, Sirkeci mulai menerima layanan Orient Express.
Orient Express sendiri mulai beroperasi pada 1883, dengan rute awal yang menghubungkan Paris dan Konstantinopel, nama Istanbul yang digunakan pada masa itu. Kereta ini kemudian dikenal sebagai salah satu perjalanan kereta paling mewah dan prestisius di Eropa.
Perjalanan menuju Istanbul bukan perjalanan singkat. Penumpang melewati berbagai kota dan negara di Eropa sebelum akhirnya tiba di Konstantinopel. Bagi para pelancong dari Eropa Barat, perjalanan menggunakan Orient Express menjadi salah satu cara paling bergengsi untuk mencapai kota yang berada di persimpangan Eropa dan Asia tersebut.
Baca Juga: Kisah Panjang Canfranc, Dari Gerbang Kereta Spanyol-Prancis hingga Hotel Mewah
Sirkeci kemudian menjadi bagian penting dari citra Orient Express. Ketika kereta tiba di stasiun, para penumpang memasuki Istanbul melalui sebuah bangunan yang arsitekturnya juga tidak kalah menarik.
Bangunan Sirkeci Station dirancang oleh arsitek Jerman August Jachmund. Desainnya memadukan unsur arsitektur Eropa dengan elemen yang terinspirasi dari gaya Ottoman. Bagian luar stasiun memiliki jendela-jendela besar berbentuk lengkung dan detail dekoratif yang membuatnya berbeda dari banyak stasiun kereta Eropa lainnya.
Bagian interiornya juga memiliki karakter khas. Salah satu elemen yang menarik adalah penggunaan kaca patri berwarna yang memberikan cahaya khas ke dalam ruangan.
Baca Juga: Kenapa Musik K-Pop Kini Semakin Mirip Musik Pop Barat?
Sirkeci tidak hanya menjadi tempat kedatangan dan keberangkatan kereta. Pada masa kejayaannya, stasiun ini menjadi tempat bertemunya berbagai jenis manusia: wisatawan Eropa, pedagang, pejabat, diplomat, dan masyarakat lokal.
Namun, hubungan Sirkeci dengan Orient Express tidak hanya terkenal karena sejarah transportasinya. Stasiun ini juga masuk ke dalam dunia sastra.
Novel Murder on the Orient Express karya Agatha Christie yang terbit pada 1934 ikut memperkuat citra Orient Express sebagai kereta yang penuh kemewahan, misteri, dan perjalanan lintas Eropa.
Walaupun kisah pembunuhan dalam novel tersebut adalah fiksi, popularitas buku itu membuat nama Orient Express semakin melekat dalam budaya populer. Sirkeci Station, sebagai terminus Istanbul dalam sejarah perjalanan Orient Express, ikut mendapatkan aura misterius tersebut.
Menariknya, Orient Express tidak selalu menggunakan rute dan terminus yang sama sepanjang sejarahnya. Perubahan politik, perang, serta perkembangan jaringan kereta api membuat rute perjalanan mengalami beberapa perubahan.
Perang Dunia I menjadi salah satu peristiwa besar yang mengganggu perjalanan Orient Express. Layanan kereta tersebut kemudian mengalami berbagai perubahan pada periode setelah perang.
Baca Juga: Tak Hanya Menari dan Bernyanyi, LNGSHOT Ingin Dikenal Lewat Musik Karya Sendiri
Setelah Perang Dunia II, popularitas perjalanan kereta jarak jauh juga mulai menghadapi persaingan dari pesawat terbang. Perjalanan udara menjadi semakin cepat dan praktis, sehingga perjalanan mewah menggunakan kereta secara perlahan kehilangan posisi pentingnya.
Layanan Orient Express klasik akhirnya berhenti beroperasi pada 1977. Meski demikian, nama Orient Express tetap hidup melalui berbagai layanan wisata dan perjalanan kereta mewah yang menggunakan warisan nama tersebut.
Sementara itu, Sirkeci Station juga mengalami perubahan fungsi seiring perkembangan sistem transportasi Istanbul. Namun, bangunan bersejarahnya tetap dipertahankan dan menjadi bagian penting dari sejarah perkeretaapian kota.
Sirkeci juga memiliki hubungan dengan perkembangan transportasi modern Istanbul. Kawasan tersebut kini terhubung dengan berbagai moda transportasi, termasuk jaringan kereta komuter dan sistem kereta bawah tanah.
Hal yang membuat Sirkeci begitu menarik adalah bagaimana sebuah stasiun dapat menjadi saksi perubahan zaman. Dari masa Kesultanan Utsmaniyah, era Orient Express, dua perang dunia, hingga perkembangan transportasi modern Istanbul, semuanya meninggalkan jejak di tempat ini.
Dahulu, suara roda Orient Express menjadi tanda bahwa perjalanan panjang dari Eropa telah berakhir. Kini, meskipun era tersebut sudah berlalu, bangunan Sirkeci masih berdiri di Istanbul.
Sirkeci bukan sekadar stasiun kereta. Ia adalah tempat di mana perjalanan legendaris Orient Express pernah berakhir—di sebuah kota yang menjadi jembatan antara dua benua.(Luthfiana Sekar)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber