The Ghan, Kereta yang Membelah Pedalaman Australia

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:55 WIB
The Ghan melintasi pedalaman Australia dalam perjalanan antara Adelaide dan Darwin. Kereta ini menawarkan perjalanan wisata jarak jauh dengan pemandangan khas Outback Australia. (Pinterest)
The Ghan melintasi pedalaman Australia dalam perjalanan antara Adelaide dan Darwin. Kereta ini menawarkan perjalanan wisata jarak jauh dengan pemandangan khas Outback Australia. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Membayangkan perjalanan kereta api biasanya identik dengan kota-kota besar, stasiun yang ramai, atau jalur yang dipenuhi permukiman. Namun di Australia, ada perjalanan kereta yang justru membawa penumpangnya melewati wilayah pedalaman yang luas dan sebagian besar jauh dari kawasan perkotaan. Kereta itu bernama The Ghan.

The Ghan merupakan layanan kereta wisata jarak jauh yang dioperasikan oleh Journey Beyond Rail Expeditions. Rutenya membentang dari Adelaide di Australia Selatan menuju Darwin di Northern Territory, melintasi bagian tengah benua Australia.

Perjalanan penuh The Ghan membentang sekitar 2.979 kilometer dan membutuhkan waktu sekitar 54 jam, termasuk berbagai pemberhentian dan pengalaman wisata di sepanjang perjalanan.

Nama "The Ghan" sendiri memiliki sejarah yang menarik. Nama tersebut merupakan bentuk singkat dari Afghan Express, yang berkaitan dengan para penunggang unta dari Afghanistan dan wilayah sekitarnya yang pernah berperan penting dalam eksplorasi serta transportasi di pedalaman Australia pada abad ke-19.

Baca Juga: Harga Bahan Batik Naik, Aktivitas Belanja di Pasar Klewer Solo Tetap Ramai

Sebelum jalur kereta api mencapai wilayah pedalaman Australia, unta menjadi salah satu sarana transportasi penting untuk membawa barang dan perlengkapan melintasi kawasan yang sulit dijangkau kendaraan biasa.

Para penunggang unta tersebut dikenal sebagai Afghan cameleers. Meskipun banyak dari mereka sebenarnya berasal dari berbagai wilayah seperti Afghanistan, India, Pakistan, dan Persia, istilah "Afghan" pada masa itu sering digunakan secara umum untuk menyebut para penunggang unta tersebut.

Hubungan sejarah inilah yang kemudian menjadi bagian dari identitas The Ghan.

Baca Juga: Lelah dengan Tekanan Hidup? Novel 'Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya' Ini Bakal Memeluk Lukamu

Menariknya, perjalanan kereta ini tidak hanya menawarkan pemandangan dari balik jendela. Penumpang dapat mengikuti berbagai off-train experiences, yaitu kegiatan wisata yang dilakukan ketika kereta berhenti di beberapa lokasi.

Salah satu pemberhentian penting adalah Alice Springs, kota yang berada di jantung Australia. Dari sini, penumpang dapat mengikuti berbagai aktivitas untuk mengenal lanskap dan budaya kawasan pedalaman.

Dalam perjalanan tertentu, penumpang juga dapat mengunjungi Katherine, kawasan yang terkenal dengan Katherine Gorge di Nitmiluk National Park. Setelah itu, perjalanan berlanjut ke Darwin di utara.

Baca Juga: Batik Printing Makin Marak, Pengrajin Solo Berjuang Pertahankan Batik Tulis

Salah satu daya tarik utama The Ghan justru adalah perubahan lanskap yang terlihat sepanjang perjalanan. Dari wilayah selatan Australia, kereta bergerak menuju kawasan pedalaman dengan lanskap yang semakin kering, kemudian melewati wilayah tropis di bagian utara.

Artinya, penumpang dapat menyaksikan perubahan lingkungan Australia secara perlahan tanpa harus berpindah moda transportasi.

The Ghan juga bukan kereta biasa dalam hal fasilitas. Rangkaian kereta memiliki kabin tidur, restoran, lounge, dan berbagai fasilitas yang dirancang untuk perjalanan jarak jauh. Penumpang dapat memilih kelas perjalanan sesuai jenis kabin dan layanan yang diinginkan.

Salah satu bagian yang menjadi ciri khas perjalanan adalah Platinum Club, ruang eksklusif untuk penumpang kelas Platinum. Sementara itu, penumpang Gold Service memiliki akses ke fasilitas seperti Gold Lounge dan restoran.

Kereta ini juga memiliki panjang yang cukup mengesankan. Dalam perjalanan tertentu, rangkaian The Ghan dapat mencapai lebih dari 1 kilometer ketika seluruh gerbong digunakan. Panjang tersebut membuat The Ghan menjadi salah satu perjalanan kereta penumpang terpanjang di Australia.

Namun, perjalanan The Ghan bukan hanya soal panjang rute atau kemewahan fasilitas. Kereta ini memiliki hubungan erat dengan sejarah perkembangan Australia bagian tengah.

Pembangunan jalur kereta menuju pedalaman berlangsung secara bertahap. Jalur menuju Alice Springs akhirnya selesai pada 1980, sementara jalur yang menghubungkan Adelaide hingga Darwin baru selesai pada 2004. Dengan tersambungnya jalur tersebut, perjalanan kereta dari selatan hingga utara Australia dapat dilakukan dalam satu rute.

Kini, The Ghan menjadi salah satu perjalanan kereta wisata paling terkenal di Australia. Jalurnya tidak menawarkan gedung pencakar langit atau kota metropolitan. Sebaliknya, daya tariknya justru berada pada ruang terbuka yang luas, lanskap pedalaman, dan perubahan alam sepanjang perjalanan.

Kereta ini memperlihatkan sisi lain dari perjalanan dengan kereta api. Tujuannya memang penting, tetapi perjalanan menuju tujuan adalah bagian utama dari pengalaman.

Dari Adelaide menuju Darwin, The Ghan membawa penumpangnya melintasi hampir seluruh bagian tengah Australia—melewati gurun, kota pedalaman, lembah, dan kawasan tropis dalam satu perjalanan panjang. (luthfiana sekar)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
luthfiana sekar railway The Ghan kereta api australia