SOLOBALAPAN.COM - Membayangkan kereta yang melaju lebih dari 400 kilometer per jam biasanya berarti membayangkan kereta beroda yang bergerak di atas rel.
Namun, Shanghai Maglev menawarkan sesuatu yang berbeda. Kereta ini menggunakan teknologi magnetic levitation atau maglev, yang membuat kereta dapat melayang di atas jalurnya dengan bantuan gaya elektromagnetik.
Shanghai Maglev menghubungkan Longyang Road Station dengan Shanghai Pudong International Airport. Jalurnya relatif pendek, sekitar 30 kilometer, tetapi perjalanan tersebut dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 7 menit 20 detik.
Yang membuatnya berbeda dari kereta konvensional adalah cara kereta bergerak. Pada kereta biasa, roda bersentuhan langsung dengan rel.
Sementara pada sistem maglev, gaya elektromagnetik digunakan untuk mengangkat dan menggerakkan kereta sehingga kontak mekanis antara kendaraan dan jalur dapat dikurangi secara drastis. .
Teknologi ini membuat Shanghai Maglev mampu mencapai kecepatan yang sangat tinggi. Jalur tersebut memiliki kecepatan maksimum yang dirancang sekitar 430 km/jam, dan sumber resmi Shanghai Maglev mencatat bahwa kereta pernah mencapai 501 km/jam dalam pengujian.
Baca Juga: Berburu Kuliner Walang Goreng di Car Free Night Gemolong, Ada Tiga Varian Rasa
Pembangunan Shanghai Maglev dimulai pada 1 Maret 2001, kemudian menjalani uji operasi pada akhir 2002.
Pada 31 Desember 2002, jalur ini diperkenalkan dalam sebuah upacara operasi yang dihadiri Perdana Menteri China Zhu Rongji dan Kanselir Jerman Gerhard Schröder. Sistem tersebut menggunakan teknologi Transrapid dari Jerman.
Setelah melalui masa pengujian dan operasi awal, Shanghai Maglev mulai melayani penumpang secara komersial pada awal 2000-an.
Pemerintah Distrik Pudong mencatat 29 Januari 2004 sebagai awal operasinya dan menyebutnya sebagai jalur kereta maglev berkecepatan tinggi komersial pertama di dunia.
Meski jalurnya hanya sekitar 30 kilometer, Shanghai Maglev memiliki peran yang lebih besar daripada sekadar mengantarkan penumpang dari bandara.
Jalur ini menjadi demonstrasi nyata penerapan teknologi maglev untuk transportasi umum. Pengoperasiannya memberikan pengalaman bagi China dalam membangun, mengoperasikan, dan merawat sistem transportasi berbasis levitasi magnetik.
Ada satu hal yang sering membuat Shanghai Maglev menarik perhatian: kecepatannya tidak selalu sama sepanjang hari.
Informasi resmi pemerintah Pudong mencatat adanya periode operasi dengan kecepatan maksimum sekitar 300 km/jam maupun 430 km/jam, tergantung waktu layanan.
Jadi, angka 430 km/jam yang sering muncul bukan berarti setiap perjalanan selalu mencapai kecepatan tersebut.
Teknologi maglev juga memiliki tantangan. Pembangunan jalur dan infrastrukturnya membutuhkan teknologi khusus serta investasi yang besar.
Karena itu, meskipun Shanghai Maglev berhasil beroperasi secara komersial, teknologi ini belum menggantikan kereta cepat konvensional yang menggunakan roda dan rel sebagai pilihan utama jaringan kereta cepat China.
Justru di situlah Shanghai Maglev menjadi menarik. Ketika jaringan kereta cepat China berkembang sangat luas menggunakan teknologi roda dan rel, Shanghai mempertahankan sebuah jalur yang menunjukkan kemungkinan lain dalam dunia transportasi: kereta yang tidak bergantung pada roda untuk bergerak di atas rel seperti kereta konvensional.
Lebih dari dua dekade setelah diperkenalkan, Shanghai Maglev masih menjadi salah satu contoh paling terkenal dari penerapan teknologi levitasi magnetik dalam transportasi penumpang.
Kereta ini membuktikan bahwa perjalanan dengan kecepatan ratusan kilometer per jam tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang sama seperti kereta api pada umumnya.
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber