Bukan Menembus Gedung, Begini Kereta Melintas di Tengah Bangunan Chongqing China

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:55 WIB
Kereta Chongqing Rail Transit Line 2 melintas di Liziba Station yang berada di dalam kompleks bangunan. Stasiun ini menjadi salah satu pemandangan transportasi paling unik di China. (Pinterest)
Kereta Chongqing Rail Transit Line 2 melintas di Liziba Station yang berada di dalam kompleks bangunan. Stasiun ini menjadi salah satu pemandangan transportasi paling unik di China. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Bayangkan sedang berjalan di sebuah kota, kemudian melihat kereta melintas dari tengah-tengah sebuah gedung apartemen.

Pemandangan seperti itu bukan adegan film fiksi ilmiah. Di Chongqing, China, pemandangan tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Tempat itu adalah Liziba Station, salah satu stasiun di Chongqing Rail Transit Line 2. Kereta monorel yang melintas di sana memang berjalan melalui struktur bangunan yang sama dengan tempat tinggal dan fasilitas masyarakat.

Yang membuatnya semakin menarik, pembangunan stasiun dan bangunan tersebut bukanlah sebuah kesalahan perencanaan.

Baca Juga: Berburu Buku Murah di Alun-Alun Utara Solo: Pesona Taman Buku yang Tak Pernah Sepi

Keduanya memang dirancang sejak awal untuk berdampingan. Struktur jalur monorel dibuat dengan perhitungan khusus agar keberadaan kereta tidak mengganggu fungsi bangunan di sekitarnya.

Chongqing sendiri memiliki karakter geografis yang berbeda dari banyak kota besar lainnya. Kota ini dikenal memiliki kawasan berbukit dengan ruang perkotaan yang terbatas. Kondisi tersebut membuat pembangunan transportasi membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Alih-alih mengambil lahan baru dalam jumlah besar untuk membuat jalur, sistem transportasi justru diintegrasikan dengan ruang yang sudah tersedia. Hasilnya adalah pemandangan yang kemudian membuat Liziba dikenal hingga ke berbagai negara.

Salah satu hal yang menarik adalah bagaimana bangunan tersebut tetap dapat digunakan meskipun kereta melintas di dalamnya.

Baca Juga: Mengenal Doctor Yellow, Kereta Inspeksi Legendaris Shinkansen Jepang

Area stasiun berada pada bagian tengah bangunan, sementara struktur jalur dan bangunan dirancang dengan sistem yang memperhatikan getaran serta kebisingan dari kereta.

Jadi, anggapan bahwa "kereta menembus gedung" sebenarnya kurang tepat. Kereta memang melintas melalui bagian bangunan, tetapi hal tersebut merupakan hasil dari rancangan tata kota dan teknik konstruksi yang direncanakan sejak awal.

Line 2 sendiri merupakan salah satu jaringan transportasi penting di Chongqing. Kehadiran Liziba Station menunjukkan bagaimana keterbatasan ruang tidak selalu harus menjadi penghalang bagi pembangunan transportasi massal.

Justru dari keterbatasan tersebut lahir sebuah desain yang tidak biasa.

Kini, Liziba bukan hanya berfungsi sebagai stasiun. Tempat ini juga menjadi salah satu lokasi yang banyak didatangi wisatawan untuk melihat kereta melintas di antara bangunan kota.

Dari titik pengamatan di sekitar stasiun, kereta dapat terlihat keluar dan masuk ke struktur bangunan sebelum melanjutkan perjalanan di jalurnya.

Keunikan Liziba pada akhirnya bukan sekadar soal kereta yang lewat di dalam gedung. Di balik pemandangan yang terlihat aneh tersebut terdapat cerita tentang bagaimana sebuah kota menyesuaikan transportasi dengan kondisi geografis dan kepadatan ruangnya.

Bagi dunia perkeretaapian, Liziba menjadi contoh bahwa jalur kereta tidak selalu harus dibangun dengan pola yang sama. Ketika ruang kota terbatas, jalur transportasi dapat dirancang untuk menyatu dengan lingkungan di sekitarnya.

Dan mungkin inilah alasan mengapa satu perjalanan kereta biasa di Chongqing bisa menghasilkan pemandangan yang sulit ditemukan di tempat lain: kereta datang, masuk ke tengah bangunan, lalu keluar lagi seolah-olah itu adalah hal yang paling normal di dunia.

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
luthfiana sekar chongqing china kereta