SOLOBALAPAN.COM - Kereta cepat identik dengan perjalanan singkat pada siang hari. Namun, China menghadirkan konsep yang berbeda melalui Fuxing Sleeper Train, kereta berkecepatan tinggi yang memungkinkan penumpang melakukan perjalanan malam sambil beristirahat di tempat tidur.
Layanan kereta cepat dengan fasilitas tidur ini mulai beroperasi pada 15 Juni 2024, menghubungkan Beijing dan Shanghai dengan Hong Kong.
Kehadirannya menjadi pengembangan dari layanan kereta malam sebelumnya yang menggunakan kereta berkecepatan lebih rendah.
Dengan layanan baru ini, perjalanan Beijing–Hong Kong dapat ditempuh sekitar 12 jam 34 menit, sedangkan Shanghai–Hong Kong sekitar 11 jam 14 menit.
Baca Juga: Pernah Naik Kereta Grenjeng? Ini Sejarah Julukan yang Melekat di Dunia Perkeretaapian Indonesia
Kereta yang digunakan merupakan bagian dari keluarga Fuxing, dengan konfigurasi khusus untuk perjalanan malam. Dalam pengembangannya, CRRC kemudian memperkenalkan CR400AF-AE, Fuxing Intelligent Sleeper EMU yang memiliki kecepatan operasi hingga 350 kilometer per jam.
Rangkaian 16 kereta tersebut terdiri atas dua kereta tempat duduk, satu kereta makan/berth, dan 13 kereta tidur.
Berbeda dari kereta cepat biasa yang didominasi kursi, rangkaian sleeper menyediakan kompartemen dengan tempat tidur bertingkat. Penumpang dapat berbaring selama perjalanan sehingga waktu tempuh pada malam hari dapat dimanfaatkan untuk beristirahat.
Baca Juga: Bagaimana Kereta Diputar di Depo? Ini Cara Lokomotif Berbalik Arah
Pada layanan Beijing–Hong Kong dan Shanghai–Hong Kong, kereta berangkat pada malam hari dan tiba pada pagi berikutnya.
Layanan tersebut awalnya dijadwalkan beroperasi setiap Jumat hingga Senin. Selain tempat tidur, kabin juga dilengkapi meja, lampu baca, stopkontak, gantungan pakaian, serta pengaturan pencahayaan dan suhu secara mandiri.
Konsep ini memberikan keuntungan bagi penumpang yang harus melakukan perjalanan antarkota dalam jarak sangat jauh. Mereka tidak perlu menghabiskan satu hari penuh di perjalanan atau menginap di hotel hanya untuk menunggu waktu keberangkatan berikutnya.
Perjalanan malam memungkinkan penumpang berangkat setelah beraktivitas dan tiba di kota tujuan pada pagi hari.
Menariknya, kereta ini tidak hanya menawarkan tempat tidur. Versi CR400AF-AE yang dikembangkan CRRC juga memiliki berbagai fitur untuk meningkatkan kenyamanan, seperti sistem peredaman suara, pendingin udara dengan teknologi inverter, serta fasilitas pada setiap tempat tidur berupa lampu baca, stopkontak, tempat penyimpanan, dan gantungan pakaian. Kereta tersebut juga memiliki fasilitas khusus bagi penumpang dengan kebutuhan aksesibilitas.
Layanan ini juga menunjukkan bagaimana jaringan kereta cepat China tidak hanya dikembangkan untuk mengejar kecepatan.
Infrastruktur yang telah dibangun dimanfaatkan untuk menciptakan jenis layanan baru yang menyesuaikan kebutuhan perjalanan jarak jauh.
Fuxing Sleeper Train akhirnya menjadi perpaduan dua konsep yang sebelumnya terasa berbeda: kereta cepat dan kereta tidur.
Penumpang dapat melakukan perjalanan malam dengan fasilitas untuk beristirahat, sementara kereta tetap memanfaatkan teknologi kereta berkecepatan tinggi.
Kehadirannya menjadi salah satu contoh perkembangan perkeretaapian China yang tidak hanya berfokus pada seberapa cepat kereta dapat mencapai tujuan, tetapi juga bagaimana perjalanan tersebut dapat dibuat lebih nyaman dan efisien bagi penumpang. (luthfiana sekar)
Editor : Kabun Triyatno